Dokter andalan rumah sakit kemudian masuk kedalam ruangan Falesha dan melakukan pacu jantung dengan menggunakan defibrilator dengan serangkaian impuls listrik kecil akan dikirim ke otot jantung untuk mengembalikan irama jantung kembali normal.
Semuanya terlihat sibuk dan fokus pada pengobatan Falesha. Sementara keluarga sudah sangat khawatir dan ketakutan akan terjadi sesuatu dengan Falesha.
Setelah selesai dengan pekerjaan mereka, Dokter dan Perawat kemudian keluar dari ruangan Falesha.
"Syukurnya kami bisa mengatasinya, detak jantung Nyonya Falesha sudah kembali normal. Kami akan terus mengontrol dan melakukan yang terbaik untuk Nyonya Falesha." Ucap Dokter.
"Terima kasih Dokter." Ucap keluarga Falesha kemudian mereka masuk untuk melihat Falesha.
Semua nya kembali mengunjungi Falesha dan lagi lagi mereka menangis karena Falesha yang tidak kunjung sadarkan diri.
Setelah beberapa hari dari itu, Aatirah datang mengunjungi Falesha. Aatirah merasa menyesal saat melihat keadaan Falesha, seharusnya dia memberitahu Falesha lebih awal agar tidak bertemu dengan Kakek dan semua itu tidak akan terjadi.
"Maafkan aku Kak, aku seharusnya tidak membuatmu menjadi sulit seperti ini. Bangunlah, aku ingin kita hidup bersama. Aku akan memperkenalkan Ibu ku pada Kakak, dia akan menjadi Ibu untuk Kakak juga." Ucap Aatirah sambil memegang tangan Falesha.
Zayan hanya bisa diam dan memperhatikan Falesha dari sofa. Keadaan Zayan sudah semakin membaik, sesekali Zayan mengerjakan pekerjaan club nya di rumah sakit sambil menjaga Falesha. Zayan bahkan tidak pulang dan tidur di samping Falesha setiap malam. Dia takut, saat Falesha sadar ternyata dia tidak berada di samping istrinya.
Sampai akhirnya pagi itu, Zayan merasa lelah setelah mengerjakan pekerjaan nya di rumah sakit sampai larut malam. Zayan kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah selesai dari kamar mandi, Zayan langsung terkejut saat melihat Falesha sudah membuka mata nya. Zayan langsung berlari mendekati Falesha dan menggenggam erat tangan istrinya. Zayan kemudian memanggil Dokter agar segera memeriksa kondisi Falesha, Zayan kemudian juga menelepon keluarga nya dan keluarga Falesha untuk memberitahukan bahwa Falesha sudah sadarkan diri.
Semuanya kemudian bergegas datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Falesha. Falesha tidak mengatakan apapun, karena tubuhnya juga masih terasa lemas dan sulit untuk digerakkan. Zayan tidak bergerak sedikit pun dari samping Falesha dan terus berada didekat Falesha.
"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Tanya Falesha.
"Hampir 2 minggu." Jawab Zayan.
"Apa kamu tahu, selama itu pula Zayan seperti orang stress yang tidak berhenti mengecek kondisi tubuhmu. Kami sangat bahagia kamu sudah sadarkan diri. " Sahut Nadhifa.
Melihat itu, Haykal kemudian berjalan menuju ruang kepala rumah sakit dan meminta nya untuk memberikan perawatan terbaik untuk Falesha agar Falesha bisa segera kembali ke villa.
Haykal kemudian sibuk mempersiapkan semuanya untuk keperluan Falesha. Melihat Haykal yang sibuk kesana kemari menyiapkan semuanya, Falesha tersenyum.
"Ayah, maaf selama ini aku mencurigai Ayah dan berpikir buruk. Aku juga berterima kasih karena sudah menjaga dan meyakinkan Zayan untuk tetap tenang dan menjadi dirinya sendiri." Ucap Falesha.
"Tidak masalah, kamu tidak bersalah dan tidak perlu meminta maaf. Ayah bahaga melihat putra dan menantu Ayah bisa hidup bersama, Ayah akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian." Jawab Haykal.
"Benar, mulai sekarang jangan memikirkan hal buruk apapun. Kami adalah keluargamu, jangan menganggap kami orang asing. Datanglah kepada kami jika kamu membutuhkan sesuatu, kami adalah keluargamu. " Ucap Alesha sambil memegang tangan Falesha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
Romancesebuah misi balas dendam yang berakhir menjadi pernikahan. seorang gadis yang dibesarkan tanpa orang tua kandung menjadi gadis yang tidak mengenal rasa takut dan bertahan hidup hanya untuk membalaskan dendam nya. gadis yang sudah menyimpan banyak ke...
