Chapter 3

4K 205 6
                                        

Falesha langsung berlari mengejar lelaki itu dan membawanya masuk ke dalam mobil. Karena lelaki itu mabuk, mudah bagi Falesha untuk membawa nya tanpa harus ribet. Falesha melajukan mobil nya dan membawa pria itu ke tempat kediaman paman Hikam. Falesha memarkirkan mobil dan masuk kedalam rumah, mengambil sebotol minuman dari kulkas dan menyandarkan tubuh nya di sofa. Tanpa Falesha sadari, dia tertidur dan tidak tau kalau teman teman nya sudah pulang dan kembali ke rumah.

"Sha? Kenapa tidak menelepon ku kalau kamu sudah dirumah?" Tanya Paman Hikam sambil membangunkan Falesha.

Falesha tidak menjawab dan berjalan membuka pintu mobil. Falesha menunjukkan lelaki yang dibawa nya dari club itu kepada paman Hikam.

"Kerja bagus, kita akan mengirim nya besok kepada orang tua nya." Ucap Paman Hikam.

"Aku akan kembali kevilla." Jawab Falesha kemudian mengambil jaket yang diletakkan nya di kepala sofa.

"Aku akan mengantarmu." Sahut Keenan.

Falesha mengangguk dan masuk kedalam mobil paman Hikam.

Setibanya di depan villa, Falesha mengecek saku celana untuk mencari Hp nya. Falesha terlihat kebingungan dan mencari dimana keberadaan benda itu.

"Kenapa? Apa kamu mencari sesuatu?" Tanya Keenan.

"Berikan Hp mu." Ucap Falesha.

Keenan mengambil Hp dari saku celana nya dan memberikan nya kepada Falesha. Dengan cepat Falesha mengetik nomor nya dan segera menghubungi nya.

"Halo?"

"Ini siapa? Kenapa kamu bisa memiliki Hp ku?" Tanya Falesha.

"Kamu mungkin lupa, aku pria yang baru saja kamu todong dengan pisau mu." Jawab Zayan dari balik telepon.

"Kamu dimana? Aku akan menemui mu untuk mengambil Hp ku." Ucap Falesha.

"Oke, aku akan mengirimkan alamat nya kepada mu." Jawab Zayan kemudian menutup telepon nya.

Falesha kembali masuk ke dalam mobil dan meminta Keenan mengantar nya ke alamat yang dikirim kan Zayan kepada nya.

Keenan memutuskan untuk tidak bertanya, karena dia tau Falesha tidak suka jika orang banyak bertanya dan berbicara kepada nya.

Mereka memasuki kawasan sebuah villa yang terlihat mewah dan megah. Falesha langsung keluar dari mobil setelah melihat Zayan yang sudah berdiri di depan villa.

"Berikan Hp ku." Ucap Falesha.

Zayan langsung memberikan Hp itu kepada Falesha. Setelah mendapatkan Hp nya, Falesha langsung berjalan untuk meninggalkan Zayan. Melihat Falesha yang tidak mengatakan apapun, Zayan langsung menarik tangan Falesha dan membuat mereka saling berhadapan.

"Bukankah seharusnya kamu berterima kasih dulu setelah mendapat kan apa yang kamu inginkan?" Ucap Zayan.

"Terima kasih." Jawab Falesha kemudian mendorong tangan Zayan untuk melepaskan genggaman tangan nya.

Zayan tersenyum melihat tingkah Falesha dan menyaksikan Falesha pergi dari villa.

Keenan terus melirik Falesha ingin bertanya siapa pria itu, tapi nyali nya tidak terlalu besar untuk melakukan itu. Sampai akhrinya, dia menutup mulut nya sampai mengantar Falesha ke villa.

***

Seperti biasa, karena tidak ada yang ingin dilakukan, Falesha hanya tidur dan tidak beranjak dari kasur nya. Sampai akhirnya Falesha membuka mata nya setelah mendengar sebuah panggilan telepon masuk dari paman Hikam.

"Falesha datang lah kerumah, ada yang harus kamu lakukan." Ucap paman Hikam dari balik telepon.

Falesha tidak menjawab dan langsung mematikan telepon nya.

Karena sangat menyukai warna hitam, Falesha selalu mengenakan setelan serba hitam. Hari ini, Falesha mengenakan kontak lensa berwarna abu abu dan membuat nya terlihat seperti gadis luar negeri. Falesha menarik gas motor nya dan melajukan nya menuju kediaman paman Hikam.

Seperti biasa, Falesha memarkirkan motor nya di depan rumah paman Hikam dan masuk kedalam rumah. Falesha langsung menghentikan langkah nya saat melihat siapa yang ada dihadapan nya.

"Selamat pagi Falesha." Ucap Zayan sambil tersenyum ceria kepada Falesha.

Melihat seseorang yang tidak diinginkan nya itu ada di hadapan nya, Falesha memutar tubuh nya dan ingin meninggalkan tempat itu. Tapi, langkah Falesha akhirnya terhenti setelah Sakhi menarik tangan Falesha dan membawa Falesha ke hadapan Zayan.

"Aku hanya akan mengatakan nya sekali dan tidak akan mengulangi nya. Jadilah pengawal pribadi ku, asisten pribadi ku dan perawat pribadi ku. Kamu hanya perlu mengikuti kemana aku pergi dan menjamin keselamatan ku. Aku akan memberikan gaji sesuai dengan seberapa yang kamu inginkan, dan untuk tempat tinggal kamu bisa tinggal bersamaku di villa." Ucap Zayan yang duduk dihadapan Falesha.

"Kamu pikir kamu siapa? Kenapa aki harus melakukan nya?" Jawab Falesha.

"Tentu kamu harus melakukan nya Nona, aku punya foto mu dan juga teman teman mu yang menyelinap masuk ke kapal ku dan membuat salah seorang tamu ku terbunuh."

Falesha langsung menatap Zayan heran, dia tidak percaya kalau Zayan bisa mengetahui tentang itu semua.

'Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena kamu tidak membunuh nya dan jasad nya sudah dibereskan. Tapi jika kamu menolak, aku bisa memasukkan mu dan juga teman teman mu kedalam penjara karena kasus penipuan." Ucap Zayan.

"Apa maksudmu menipu? Aku tidak menipu siapa pun." Jawab Falesha.

Zayan menunjukkan kertas undangan di hadapan Falesha sambil tersenyum miring.

"Apa ini sudah cukup menjadi bukti? Ah benar, aku juga punya video disaat kamu menodongku dengan pisau mu. Itu merupakan kejahatan Nona dan kamu bisa masuk penjara karena mengusik orang orang seperti ku."

Falesha menatap paman Hikam seakan meminta pertolongan dan menyelesaikan masalah itu. Tapi paman Hikam tidak tau harus berbuat apa, karena selama ini mereka tidak pernah melakukan kesalahan dan dihadapi dengan hal seperti itu.

"Bagaimana jika aku saja yang menganti Falesha? Aku merasa bersalah karena hal itu." Ucap Sakhi yang sudah terpesona akan ketampanan Zayan.

"Tidak Nyonya, kamu terlalu lemah dan aku tidak mau kamu terluka." Jawab Zayan dengan senyum nakal nya.

Falesha langsung memalingkan wajah nya setelah mendengar omong kosong yang dikatakan Zayan.

"Kalau begitu aku yang akan menggantikan nya, aku juga terlihat di dalam hal itu." Ucap Zayan.

"Hmm sebenarnya itu akan menjadi hal yang bagus, tapi aku tidak suka hidup dengan pria dan mendengar gosip kalau aku gay. Itu akan menjadi berita yang memalukan dari pada bermain-main dengan wanita. Jadi, ikuti saja kemauan ku dan kalian semua akan tetap aman " Jawab Zayan.

Falesha menundukkan kepala nya mencoba berfikir bagaimana keluar dari masalah ini. Bagaimana pun, dia tidak suka hidup dengan orang asing dan bekerja dengan orang yang sama dalam waktu yang lama.

Zayan bediri dari duduk nya dan mendekati Falesha.

"Aku tidak akan melukai mu, apalagi kamu lebih kuat dari yang aku kira, jadi aku yang harus nya khawatir. Berfikirlah dahulu, aku akan memberimu waktu hingga nanti siang. Jika kamu masih tidak menjawab nya, bersiap siap lah untuk menetap di penjara." Ucap Zayan kemudian berjalan keluar dari rumah paman Hikam.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang