Setelah mengumumkan berita penting di acara konferensi pers nya itu, Zayan membawa Falesha untuk keluar dari gedung dan melajukan mobil nya menuju restoran terdekat. Zayan menarik tangan Falesha dan membawanya untuk masuk kedalam restoran. Zayan memesan semua makanan yang ada di restoran karena dia tidak tau jenis makanan apa yang disukai oleh Falesha.
"Aku tau kamu tidak suka makan di tempat yang terdapat banyak orang, jadi aku membawamu kesini untuk membuatmu merasa nyaman." Ucap Zayan sambil memberikan sepiring sup ayam kepada Falesha.
Falesha tidak menjawab ucapan Zayan dan hanya memakan makanan yang ada di hadapan nya.
"Karena kamu akan menikah dengan ku, berhentilah melakukan pekerjaan yang selama ini kamu lakukan. Aku tidak tau pekerjaan apa itu tapi aku tau kalau itu berbahaya. Aku akan menafkahi mu dan memberikan mu cukup uang, jadi kamu cukup dirumah dan jangan melakukan sesuatu yang membahayakan." Ucap Zayan.
"Apa kamu pikir aku akan menuruti nya? Pernikahan ini bukan lain hanya karena kepentingan pribadi kita dan bukan didasarkan karena Cinta, jika tiba saatnya kita akan berpisah karena merasa kita tidak cocok." Jawab Falesha.
"Kamu pikir mudah untuk berpisah denganku? Cobalah pikirkan bagaimana keluargaku, setelah seseorang terikat, tidak akan mudah baginya untuk bisa lepas. Jadi, kamu sudah masuk kedalam kandang itu dan silahkan menikmati bagaimana kehidupan barumu." Ucap Zayan.
Merasa kesal dengan ucapan Zayan, Falesha bangun dari duduk nya dan ingin berjalan meninggalkan Zayan. Tapi Zayan menarik tangan Falesha untuk menghentikan nya.
"Aku tidak akan mengatur kehidupan mu tapi jangan pernah merusak nama baik ku, aku akan membiarkan mu hidup dengan nyaman tanpa mengganggu urusan pribadi mu dan begitu juga sebaliknya. Aku punya kebiasaan berkumpul dengan teman teman ku dan aku harap kamu bisa memakluminya." Ucap Zayan ditelinga Falesha.
Falesha melepaskan genggaman tangan Zayan dari tangan nya dan menatap tajam ke arah Zayan.
"Aku sama sekali tidak tertarik dengan kehidupanmu." Ucap Falesha.
Setelah acara yang menyebalkan bagi Falesha itu, Falesha pergi ke kediaman paman Hikam dan beristirahat disana. Dia pikir semua orang akan berada di rumah sakit untuk menemani tante Fathiya, tapi ternyata Falesha salah. Karena setibanya dia didalam rumah, Keenan sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut Falesha sambil memegang sebuah remot TV. Falesha menatap Keenan dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Dengan langkah santai, Falesha mengambil segelas air mineral dan meminum nya tanpa memperhatikan Keenan yang masih berdiri di depan pintu.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa hanya berdiri disana?" Tanya Falesha.
Perlahan, akhirnya Keenan berjalan mendekati Falesha dan meraih gelas yang ada di tangan Falesha. Falesha menatap Keenan kebingungan dan mencoba kembali meraih gelas yang diambil Keenan dari nya, tapi Keenan malah melempar gelas itu dan membuat pecahan kaca berserakan kemana mana.
"Apa kamu sudah gila? Apa yang kamu lakukan?" Tanya Falesha dengan raut wajah yang sudah mulai ingin marah.
"Apa ini yang diinginkan pria itu dari mu? Dia akan memberikan semuanya untukmu asalkan kamu mau menikah dengan nya? Dimana pikiran kamu Sha?!! Bukankah kamu menolak ku dulu karena alasan tidak ingin membenci hubungan Asmara dan hanya ingin fokus mencari musuh Ibumu?!" Teriak Keenan.
"Apa kamu bodoh? Kamu pikir aku akan menikah dengan lelaki itu tanpa maksud apapun? Dia kaya dan aku akan memanfaatkan uangnya untuk membantu kehidupan kita. Dia juga orang kaya dan aku yakin aku bisa menemukan siapa musuhku darinya nanti." Jawab Falesha kemudian berjalan untuk duduk di sofa depan TV.
Keenan menarik tangan Falesha dan itu membuat Falesha menatap nya tajam.
"Apa kamu mencintainya?"
"Kamu pikir aku sudah gila? Aku tidak akan pernah tertarik dengan lelaki sepertinya." Jawab Falesha sambil menarik tangan nya dari genggaman tangan Keenan.
Merasa lega dan aman dengan jawaban yang didengar nya dari Falesha, Keenan akhirnya tidak lagi mengganggu Falesha dan membiarkan Falesha tertidur diatas sofa. Tidak lama Falesha tertidur, Sakhi, Rafka dan Fathan kembali kerumah dan melihat Falesha yang tertidur diatas sofa. Mereka ingin sekali meneriaki Falesha setelah melihat berita yang ada di TV, tapi Keenan dengan cepat melarang mereka dan membiarkan Falesha untuk tetap beristirahat. Keenan menarik tangan Fathan dan mencoba berbicara dengan yang lain nya.
"Tenanglah, aku tau kalian akan marah karena berita itu. Tapi dia melakukan semua itu demi kita dan dia juga melakukan itu untuk mendapatkan informasi tentang tujuan nya selama ini. " Ucap Keenan.
Setelah mendengar itu, walaupun tidak membuat emosi mereka mereda, mereka memutuskan untuk diam dan tidak mengganggu Falesha. Mereka tau, Falesha akan sangat mengamuk jika mereka tetap mengusiknya apalagi disaat kondisi hatinya sedang tidak baik.
Kringg... Kring..
Keenan langsung berjalan kearah pintu untuk membuka pintu. Setelah membuka pintu, Keenan hanya bisa terdiam karena terkejut melihat siapa yang ada di hadapan nya itu.
Zayan yang tidak peduli dengan raut wajah Keenan langsung masuk kedalam rumah dan memencarkan pandangan nya keseluruh sudut rumah. Sampai akhirnya dia menemukan yang dicarinya dan berjalan ke arah sofa. Zayan menarik tangan Falesha yang masih tertidur di atas sofa tanpa memperdulikan semua orang yang menatap nya tidak suka. Falesha langsung terbangun dari tidurnya dan duduk diatas sofa saat Zayan menarik tangan nya dengan kuat, walaupun sebenarnya roh nya masih belum kembali ke tubuh nya, Falesha mencoba menggeleng gelengkan kepalanya dan membuat dirinya sadar. Melihat Zayan yang ada dihadapan nya dan berani melakukan hal itu kepada nya, Falesha langsung menendang Zayan dengan kakinya. Zayan merasa kesakitan dan mengusap usap kaki nya yang ditendang oleh Falesha. Kemudian Zayan menarik tangan Falesha dan membuat Falesha berdiri dari sofa.
"Apa yang kamu lakukan? Kemana kamu akan membawanya?" Tanya Keenan tidak suka.
"Aku calon suami nya dan dia harus bertemu keluargaku untuk datang makan malam atas tunangan kami hari ini." Jawab Zayan.
Merasa tidak suka, Keenan berjalan mendekati Zayan dan menarik kerah baju Zayan.
"Kamu pikir kamu bisa membawanya sesukamu? Dia hanya tunangan mu dan kalian melakukan ini bukan karena dasar Cinta." Ucap Keenan sambil menarik kerah baju Zayan.
"Apa pedulimu? Dia tunanganku dan sudah menjadi bagian keluarga ku. Mau didasari Cinta atau tidak, dia sudah terikat dengan ku dan menjadi tanggung jawabku. Aku tidak peduli kamu suka atau tidak karena itu bukan urusanku." Jawab Zayan kemudian mendorong tubuh Keenan untuk menjauh.
Merasa sakit hati, Keenan sudah menggenggam tangan nya dan ingin melayangkan sebuah tinjuan ke wajah Zayan. Tapi, hal itu Keenan hentikan karena Falesha yang melarangnya.
"Hentikanlah, aku akan mengurusi diriku sendiri." Ucap Falesha.
Mendengar itu, Zayan tersenyum dan membawa Falesha keluar dari rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
Romantiksebuah misi balas dendam yang berakhir menjadi pernikahan. seorang gadis yang dibesarkan tanpa orang tua kandung menjadi gadis yang tidak mengenal rasa takut dan bertahan hidup hanya untuk membalaskan dendam nya. gadis yang sudah menyimpan banyak ke...
