Setelah tiba di sebuah gudang kosong yang disediakan oleh orang yang bekerja sama dengan mereka, Paman Hikam menyuruh Fathan untuk membuka penutup mata yang ada di mata Aatirah sambil menunggu kedatangan Kakek Aatirah.
Aatirah yang tadinya pingsan, akhirnya sadar dan membuka matanya. Aatirah terkejut saat melihat dia ada dimana dan bersama dengan orang orang yang tidak dikenalnya, kecuali Falwsha.
"Falesha!! Apa kamu sudah gila?! Kenapa kamu membawaku kesini? Apa Kakek yang meminta kamu melakukan ini? Apa kamu sudah gila?! Kamu sama saja menjerat nyawamu sendiri! Apa kamu tahu seberapa banyak orang orang yang mengenalnya begitu mengincarmu?! " Teriak Aatirah sambil mencoba melepaskan tubuhnya dari pegangan Fathan dan Keenan.
Falesha tidak merespon apapun, karena sebenarnya dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan gadis itu.
"Cepat bawa aku pergi dari sini, aku hanya umpan baginya agar bisa menemuimu Falesha, sadarlah!! " Ucap Aatirah.
"Diamlah, kami hanya menjalankan tugas." Ucap Fathan.
"Kalian teman Falesha bukan? Apa kalian ingin membunuhnya sekarang? " Ucap Aatriah.
Semua orang tentunya terkejut mendengar ucapan Aatirah seperti itu .
"Apa maksudmu?" Ucap Keenan.
"Aku saudara tirimu Falesha, aku anak dari Ayahmu!! Lelaki tua itu bahkan merebutmu dari Ayahku dan memebesarkanku agar bisa menjadi peliharaan nya. Aku awalnya menyukai itu karena dia kaya dan aku berfikir dia akan memberikan semua hartanya untukku, karena kupikir aku satu satunya cucunya. Tapi, beberapa tahun terakhir aku melihat namamu disebuah surat wasiat dan aku mencari tahu tentangmu, ternyata kamu Kakak tiriku." Ucap Aatirah.
"Hah, apa kamu mengatakan orang orang nya akan membunuhku jika aku berada disini agar kamu bisa memiliki semua hartanya? Aku tidak butuh itu!! " Ucap Falesha.
"Tidak, aku tidak lagi peduli dengan hartanya. Aku hanya ingin kembali dengan Ayah dan Ibuku yang sudah lama di perbudak nya, aku berencana untuk menemui mu terlebih dahulu agar kamu tidak terjerat dengan semua ini." Ucap Aatirah.
"Katakan dengan jelas apa maksudmu!! " Teriak Keenan yang sudah merasa ketakutan akan terjadi sesuatu kepada Falesha.
"Dodi, Kakek angkat yang memberikan surat padamu saat kamu dibuang, dia adalah orang keji. Dia mengambil banyak anak perempuan dan anak laki laki kemudian membesarkan mereka untuk menjadi peliharaan nya, bukan hanya kita berdua yang menjadi cucunya, tapi banyak lagi yang menjadi cucu angkatnya. Aku berhasil lari dari kediaman nya dan langsung berlari untuk menemui mu, aku tahu kalau dia sudah mengintai mu selama ini, dia tahu selama ini kamu menjadi gadis bebas yang kuat dan bekerja dengan agen gelap seperti mereka, karena itu dia ingin membawamu kembali untuk menjadi peliharaan nya yang paling berguna. Dia membutuhkanmu untuk menipu dan memeras banyak harta pengusaha di negeri ini, aku mengatakan nya karena aku sudah menyaksikan banyak hal seperti itu yang dilakukan nya kepada cucu nya yang lain nya." Ucap Aatirah.
"Kenapa harus aku? Bukankah diantara mereka ada begitu banyak yang lebih dariku?"
"Tidak ada yang mampu bertahan sampai sekarang selain kamu, mereka sebagian tertangkap, sebagian mereka meninggal dan sebagian mereka dapat melarikan diri tapi dibunuh saat menuju kerumah keluarganya. Dan sekarang, saat cucu nya yang masih tersisa tahu kalau hanya kamu yang akan mewarisi hartanya, mereka semua mencari tahu tentang mu dan mencintaimu agar bisa membunuhmu dan mereka bisa dapat menggantikan posisi mu sebagai penerima warisan." Ucap Aatirah.
Mendengar itu semua orang langsung terdiam dan tidak bisa memikirkan apapun. Yang ada di pikiran mereka hanya bagaimana caranya agar bisa pergi dari tempat itu sebelum bertemu dengan Kakek Dodi.
"Ayo pergi sebelum dia tiba." Ucap Paman Hikam.
Fathan berlari duluan bersama Aatirah dan membawa gadis itu ke dalam mobil, namun saat yang lainnya akan lari dari tempat itu, tiba tiba sekelompok pria masuk dan kemudian Kakek Dodi berdiri diantara mereka.
Dari kejauhan, Kakek Dodi sudah tersenyum saat melihat Falesha yang berdiri di hadapan nya.
"Wahh, kamu Falesha bukan? Kamu sudah tumbuh dewasa dan menjadi gadis yang sangat cantik, aku tidak menyangka kamu akan bertahan selama ini." Ucap Kakek Dodi.
Keenan kemudian berjalan mendekati Falesha dan membawa Falesha untuk berada di belakangnya. Sementara Falesha dan Paman Hikam sudah memegang pistol dibelakang tubuh mereka, bersiap siap seandainya ada serangan yang tidak di inginkan terjadi.
"Dimana cucu ku? Apa kalian menemukan nya? " Tanya Kakek Dodi.
"Maaf Tuan, tapi kami kehilangan jejaknya. Kami mendatangi anda, karena merasa tidak enak dan ingin meminta maaf secara langsung." Jawab Paman Hikam.
"Aah, sayang sekali. Tapi tidak masalah, bagaimana jika kalian menggantinya dengan Falesha? Biarkan dia tinggal denganku." Ucap Kakek Dodi.
Mendengar itu Keenan langsung menggenggam erat tangan Falesha seakan tidak ingin melepaskan wanita yang dicintainya itu.
"Maaf Tuan, Falesha punya kehidupan sendiri dan dia tidak bisa hidup dengan anda." Jawab Paman Hikam.
"Lalu bagimana kalian akan mengganti kegagalan kalian?" Ucap Kakek Dodi.
Mereka terlihat berfikir dan mencoba mencari cara agar bisa pergi.
"Aku akan menemui anda, tapi tidak sekarang. Karena sekarang masih ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku akan menemui anda setelah semuanya selesai." Ucap Falesha.
"Falesha, apa yang kamu lakukan?" Ucap Keenan ketakutan.
Kakek Dodi tersenyum kemudian berjalan mendekati Falesha.
"Baiklah, aku setuju. Ayo bertemu setelah kamu menyelesaikan semuanya, kamu tidak perlu takut, karena aku Kakek yang memberimu surat dan membuat mu memiliki tujuan." Ucap Kakek Dodi.
Falesha hanya diam dan menekan keras pistolnya.
"Kamu sudah tahu bukan kalau aku Kakekmu? Hikam, kamu sudah memberitahunya kan? "
"Aku sudah tahu. Jadi apakah boleh kami kembali sekarang?" Tanya Falesha.
"Baiklah, tapi aku minta kenakan maskermu karena mungkin setelah keluar dari tempat ini akan ada banyak yang mengincarmu." Ucap Kakek Dodi.
Setelah mendengar itu Keenan langsung menarik tangan Falesha agar pergi dari tempat itu, Paman Hikam kemudian mengikuti mereka.
"Tuan, apa kita tidak akan menggeledah mereka? Mereka terlihat menyembunyikan sesuatu." Ucap salah seorang pengawal kepada Kakek Dodi.
"Tidak perlu, aku tidak ingin melakukan hal seperti itu kepada cucu kesayangan ku, itu hanya akan melukai hatinya. Aku yakin dia akan datang sendiri kepadaku, jika dia tidak datang, aku akan dapatkan dia kembali bagaimana pun caranya, karena dia sangat berguna untukku. " Ucap Kakek Dodi.
Setelah melihat Falesha, Keenan dan Paman Hikam datang, Fathan langsung menyalakan mesin mobil dan langsung melajukan mobil nereka untuk pergi dari tempat itu.
Paman Hikam kemudian langsung memesan tiket pesawat agar mereka bisa segera pergi dari negara itu segera mungkin, sebelum mereka menemukan Falesha.
"Apa yang akan kamu lakukan? Kenapa kamu berencana menemuinya?" Tanya Keenan.
"Aku akan mencari tahu semuanya, sebenarnya apa maunya dan kenapa dia ingin aku yang mewarisi hartanya. Tapi, setelah ini kurasa tidak akan mudah, aku pikir dia akan terus mengintai ku dan mengawasi ku bahkan orang orang disekelilingku." Ucap Falesha.
"Tentu, dengan begitu Zayan juga akan terlibat, apa yang akan kamu lakukan dengan nya? Dia bisa terbunuh saat Kakekmu menemuinya, karena dia sendiri juga menaruh dendam kepada keluarga Zayan saat mengetahui kematian Ibumu." Ucap Aatirah.
"Aku akan menyelesaikan semuanya." Ucap Falesha sambil memegang pelipisnya karena merasa pusing memikirkan semua itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
Dragostesebuah misi balas dendam yang berakhir menjadi pernikahan. seorang gadis yang dibesarkan tanpa orang tua kandung menjadi gadis yang tidak mengenal rasa takut dan bertahan hidup hanya untuk membalaskan dendam nya. gadis yang sudah menyimpan banyak ke...
