Ucapan

2.7K 159 3
                                        

Setelah mengantar Nadhifa kembali kerumah nya, Zayan kembali ke villa nya untuk beristirahat. Disepanjang perjalanan Zayan memikirkan apakah yang sudah dilakukan nya itu benar atau salah. Apakah dengan melakukan pernikahan ini akan menjadi jalan yang terbaik untuk nya atau malah memperburuk jalan kehidupan nya. Enggan bergelut dengan pemikirannya sendiri, Zayan akhirnya membersihkan tubuh nya setiba nya di villa dan langsung terlelap di atas tempat tidurnya.

Sudah dua minggu smenjak acara pengumuman pertunangan antara Zayan dan Falesha. Mereka sama sekali tidak melakukan komunikasi dan melakukan kehidupan mereka masing masing. Akhir akhir ini Zayan sering menghabiskan waktu di club game nya sampai lupa waktu untuk kembali ke villa nya. Sedangkan Falesha menghabiskan sepanjang hari nya di villa menatap semua kenang kenangan yang diberikan Kakek nya kepadanya. Dia benar benar berharap kalau dia bisa segera menemukan musuh nya dan pergi menghilang dari kota itu. Dia benar benar merindukan kehidupan yang nyaman dan damai untuk dirinya sendiri. Falesha bahkan sudah mengurangi cara nya berbelanja dan menabung uang untuk persiapan nya pergi dari kota itu setelah membalaskan dendam nya.

Tiba tiba Falesha tersadar dari lamunan nya karena suara bel dari villa nya berbunyi. Falesha melangkah kan kakinya untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.

"Ikut aku, kita akan memilih gaun pengantin." Ucap Zayan sambil menarik tangan Falesha.

"Kenapa secepat ini? Bukankah pernikahan nya akan dilaksanakan bulan depan?" Tanya Falesha kebingungan.

"Ayahku mengatakan lebih cepat lebih baik. Sudah jangan melawan dan ikut saja dengan ku." Ucap Zayan kemudian membawa Falesha masuk ke dalam mobil.

"Tunggu, biarkan aku mengganti bajuku." Ucap Falesha sambil menunjukan baju kaos dan celana jeansnya itu.

"Sudahlah kamu terlihat Bagus mengenakan itu, aku tidak punya tenaga untuk menunggu lagi." Jawab Zayan kemudian langsung melajukan mobilnya kejalanan.

Zayan membawa Falesha ke sebuah gedung khusus gaun pengantin terbesar di kota itu untuk memilih gaun pengantin. Zayan membiarkan beberapa pelayan membantu Falesha mengganti baju dan melihat manakah yang paling cantik menurutnya. Setelah memilih dan mencoba beberapa gaun, akhirnya Zayan menyukai gaun terakhir yang dikenakan Falesha. Gaun yang mengembang bak Putri kerajaan yang membuat Falesha seakan menjadi Ratu dari sebuah kerajaan.

"Tidak bisakah aku memilih gaun yang lebih simple dari ini?"Ucap Falesha.

"Itu Bagus untukmu, kenapa kamu harus menggunakan yang simple? Emangnya kamu mau main bola kaki make baju yang simple." Jawab Zayan sambil melirik kearah Falesha.

Saat mereka asik mencoba gaun, Althaf datang menghampiri Zayan. Setibanya Althaf disana, pandangan nya hanya tertuju kepada Falesha. Dia benar benar merasa terpesona melihat kecantikan Falesha, dan itu sudah terjadi semenjak mereka pertama kali bertemu. Sampai akhirnya dia tersadar dari lamunan nya setelah Zayan memanggil nama nya.

"Apa yang membawamu kemari?" Tanya Zayan kepada Althaf.

"Ah aku kesini untuk membawamu melihat gedung pernikahan kalian. Paman mengatakan kalau pernikahan kalian akan diadakan di gedung milik kalian yang ada di kota XXX dan butuh kurang lebih 5 jam untuk tiba disana." Jawab Althaf.

"Apa kita akan mengunjungi nya hari ini?" Tanya Zayan.

"Iya karena kalian tidak punya banyak waktu lagi sampai diadakan nya pesta pernikahan." Jawab Althaf.

Setelah berbicara dengan Zayan, Althaf kembali menatap Falesha dan memperhatikan gadis yang ada di hadapan nya itu.

"Matamu bisa keluar jika terus menatap nya." Ucap Zayan kepada Althaf.

Setelah selesai dengan gaun pengantin dan persiapan lainnya, Zayan langsung membawa Falesha untuk pergi mengunjungi gedung yang akan menjadi tempat pernikahan mereka. Karena Althaf yang mengetahui letak lokasi nya, Althaf ikut pergi menemani mereka.

Setelah sekian lama mengemudi, mereka tiba disebuah gedung yang berada di atas bukit yang terlihat sangat Indah. Gedung besar itu milik keluarga Zayan yang dibeli oleh Ayah nya tahun lalu. Zayan memegang tangan Falesha dan membawa nya berkeliling melihat gedung dan lokasi pernikahan mereka. Sedangkan Althaf sibuk menginstruksikan kepada para pekerja untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

"Duduklah disini, aku akan mengambilkan minuman untukmu." Ucap Zayan kepada Falesha.

Falesha mengangguk dan duduk di sebuah kursi yang ada di depan kolam renang. Falesha menatap apa apa yang ada disekitarnya dan menemukan bahwa lelaki yang akan dinikahinya ini merupakan orang kaya yang terpandang. Melihat Falesha yang duduk sendirian, Althaf berjalan mendekati Falesha dan duduk disamping nya.

"Dimana Zayan?" Tanya Althaf.

"Dia sedang mengambil minuman." Jawab Falesha.

Walaupun terasa sedikit canggung, Altahf mencoba terus membawa Falesha berbicara dan menanyakan banyak hal yang tidak penting. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang masih membuat nya penasaran.

"Maaf sebelumnya tapi aku pikir aku harus menanyakan ini kepadamu. Beberapa waktu yang lalu, saat di perusahaan aku melukai seorang gadis karena masuk ke ruangan penting perusahaan, apakah it... "

"Apa kamu menunggu lama?" Tanya Zayan kepada Falesha.

Zayan sengaja memotong ucapan Althaf agar rahasia Falesha tidak terbongkar. Alhasil Althaf tidak jadi bertanya dan malah sibuk kembali dengan urusannya untuk mempersiapkan gedung pernikahan Zayan.

Zayan memberikan segelas jus jeruk kepada Falesha dan duduk di sampingnya.

"Untuk kedepan nya, jika mereka mencoba menanyakan sesuatu yang membuat identitas mu terungkap, abaikan saja mereka dan panggil aku." Ucap Zayan.

Falesha hanya menatap Zayan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Falesha kemudian menyeruput lembut jus jeruk yang ada di tangan nya.

Karena memakan waktu yang lumayan lama untuk tiba di gedung, Akhirnya mereka kembali ke kota dimalam hari. Malam itu Zayan kembali hanya berdua dengan Falesha, karena Althaf memutuskan untuk menginap karena masih banyak yang harus dilakukan nya disana. Disepanjang perjalanan, seperti biasanya Zayan dan Falesha hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Sampai akhirnya Zayan mencoba berbicara dan mengungkapkan isi hatinya.

"Apa kamu yakin pernikahan ini akan menjadi jalan yang benar untuk kita?" Tanya Zayan.

"Aku tidak tau karena aku belum pernah melakukan nya." Jawab Falesha.

Zayan langsung menatap kesal ke arah Falesha namun tetap menjaga emosi nya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Apa kamu yakin ingin menikah denganku? Aku memiliki terlalu banyak kenangan buruk." Ucap Zayan.

"Hmm terkadang beberapa hal memang membuat kita kecewa walaupun kita tidak tau apa penyebab nya, namun kita hanya perlu menghadapinya dan menjalaninya. Kita tidak akan pernah tau sebelum kita mencoba nya. Aku memang kecewa karena harus menikah dengan lelaki seperti mu, satu satu nya yang dapat dibanggakan dari mu hanyalah kekayaan dan wajahmu, selebihnya aku benar benar membenci nya. Tapi, aku melakukan nya karena aku selalu menepati ucapan ku sendiri. Aku mungkin juga wanita yang buruk, tapi aku memegang ucapan ku sendiri dan menghargai nya." Jawab Falesha.

"Hah haruskah kamu mengatakan itu semua? Aku juga tidak ingin menikah denganmu." Ucap Zayan kesal kemudian fokus kepada kemudi nya.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang