Rencana

1.9K 120 1
                                        

Saat Falesha akan berjalan keluar dari cafe, Falesha menghentikan langkah kakinya saat melihat Althaf yang sudah berdiri di belakangnya. Falesha tidak menghiraukan Althaf dan kembali berjalan keluar dari cafe. Namun Altahg menarik tangan Falesha dan menggenggam nya, membuat Falesha berbalik dan menatap heran kepada Althaf.

"Tanganmu berdarah, mungkin karena pecahan kaca ini." Ucap Althaf.

Falesha mendorong tangan Althaf untuk menjauh dan kembali berjalan keluar dari cafe.

Althaf kemudian menatap suasana cafe yang terlihat ketakutan itu. Althaf kemudian memperhatikan mereka mulai menyembunyikan ponsel mereka setelah melihat siapa yang beridir di cafe itu.

"Jika ingin hidup kalian tetap aman, jangan menyebarkan video apapun dan jangan menyimpan nya. Kalian tau bagaimana perusahaan kami bekerja bukan, hapus itu semua jika kalian ingin hidup aman." Ucap Althaf kemudian berjalan menuju gadis tang tadi di cekik oleh Falesha.

Althaf memegang dagu Kahla dan melihat leher gadis itu, terlihat ada bekas merah yang sangat kuat disana dan gadis itu terlihat kesakitan.

"Jangan mengganggunya, dia bukan gadis biasa dan bukan tandingan mu untuk kamu ganggu. dia bahkan mungkin lebih kuat dari Zayan yang kamu cintai itu dan Ayahmu yang kaya itu. Jika kamu mengadu kepada Ayahmu, kamu hanya akan mendapat masalah dan tidak mendapatkan untung apapun." Ucap Althaf.

Kahla terlihat kesal sambil memegang leher nya dengan kesakitan.

"Ah satu lagi, aku tidak bisa menjamin tapi mungkin ini akan terjadi. Katakan pada Ayahmu untuk menjaga keamanan perusahaan nya, karena aku tidak tau bagaimana nasib perusahaan Ayahmu setelah ini." Ucap Althaf kemudian berjalan menuju kasir.

Althaf langsung tersenyum saat melihat Baida yang berdiri disana. Baida langsung menyiapkan Americano untuk Althaf dan menyajikan untuk pria itu.

"Apa sepupu mu masih mengganggumu?" Tanya Altah kepada Baida.

"Tidak, dia sudah pergi pindah dari kota ini." Jawab Baida.

Althaf tersenyum mendengar itu.

"Aku, aku menyimpan video gadis tadi. Aku akan menghapusnya sekarang." Ucap Baida.

"Kirimkan padaku sebelum menghapusnya, aku perlu menunjukkan nya pada seseorang." Ucap Althaf sambil tersenyum.

***

Setibanya di villa, Falesha mencuci tangan nya yang sobek karena pantulan kaca dari botol Americano yang tadi di belinya. Luka yang lumayan besar itu membuat darah Falesha terus mengalir dan tidak berhenti. Falesha membersihkan nya dengan air agar darah nya berhenti mengalir keluar, namun darah itu masih mengalir. Falesha akhirnya mengambil sebuah handuk kecil dan menutupi luka nya.

"Baiklah, terima kasih sudah memberitahuku." Ucap Zayan dari luar pintu yang terdengar berbicara dengan seseorang di telepon.

Falesha melirik Zayan yang berada di luar pintu dan membuang handuk kecil yang ada di tangan nya ke dalam keranjang kotor agar Zayan tidak curiga. Zayan kemudian memasuki villa dan tersenyum saat melihat Falesha yang berdiri di depan sofa.

"Maaf, aku belum memasak apapun karena tadi aku berkunjung kerumah Nenekmu. Aku akan memasak sekarang, mandilah dan kamu bisa makan dalam 30 menit." Ucap Falesha.

Zayan tersenyum dan berjalan mendekati Falesha. Zayan ingin memegang tangan kanan Falesha, namun Falesha menjauhkan tangan nya dan memberikan tangan kiri nya.

"Tangan kanan ku baru saja memegang piring kotor, itu akan membuat tangan mu bau." Ucap Falesha.

Zayan tentunya tidak percaya dan menarik tangan kanan Falesha yang membuat Falesha kesakitan. Terlihat darah masih mengalir tangan gadis itu, walaupun tidak sederas tadi namun darah nya masih tetap keluar dari luka Falesha.

"Kenapa tidak mengatakan apapun padaku?" Ucap Zayan.

"Ini bukan masalah besar yang perlu diceritakan." Jawab Falesha.

"Tidak bagiku! " Teriak Zayan yang membuat Falesha langsung terkejut.

"Bagaimana aku bisa tetap diam saat orang orang mempermalukan istriku didepan umum." Ucap Zayan dengan nada keras.

Falesha menarik tangan nya dari Zayan dan ingin berjalan pergi. Begitulah Falesha, dia sangat tidak suka dimarahi karena dia tumbuh dengan kasih sayang keluarga angkat yang tidak pernah membentaknya. Jadi, jika dia dimarahi dan dibentak, dia akan merasa dongkol dan tidak suka.

"Ikut aku." Ucap Zayan sambil menarik tangan Falesha untuk keluar dari villa.

Zayan kemudian membawa Falesha untuk pergi kerumah sakit. Falesha kemudian diobati dan diberi beberapa jahitan pada luka nya karena cukup dalam dan lebar.

Setelah mendapatkan pengobatan, Zayan membawa Falesha kembali ke villa. Zayan langsung memasak untuk makan malam setibanya di villa, tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Melihat itu Falesha kembali ke kamar nya tanpa mengatakan apapun. Falesha mengunci kamar nya dan menghubungi paman Hikam.

"Bantu aku." Ucap Falesha dari balik telepon.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Paman Hikam.

"Aku akan menghancurkan sebuah perusahaan dalam satu malam. Bantu aku mendapatkan informasi tentang perusahaan KL dan dapatkan tentang apa yang berharga bagi mereka." Ucap Falesha.

Paman Hikam kemudian meminta Rafka untuk segera melacak agar mengetahui tentang perusahaan itu. Dalam waktu 10 menit, Rafka menemukan semua data tentang perusahaan itu.

"Perusahaan mereka merupakan penghasil arsitektur arsitektur terbaik dari negeri ini. Mereka selalu menjadi pilihan utama untuk pembangunan di negeri ini. Dan untuk baru baru ini, mereka sedang merancang sebuah bangunan tertinggi sebagai simbol kota ini." Ucap Paman Hikam.

"Apa Rafka mendapatkan data tentang bangunan itu?" Tanya Falesha.

"Belum, mungkin kamu harus ke perusahaan karena seperti nya datanya sudah disimpan ditempat lain. Kemungkinan di flashdisk atau mereka sudah mengeprintnya untuk di presentasikan. Karena, dari data yang ditemukan Rafka, bangunan itu akan diumumkan besok ke seluruh kota." Ucap Paman Hikam.

"Baiklah, aku memahami nya. Minta Rafka dan Fathan untuk membantuku nanti malam. Kita akan bergerak jam 2 malam." Ucap Falesha.

"Baiklah." Jawab paman Hikam.

Setelah Falesha baru saja selesai menelepon, Zayan datang mengetuk pintu kamar Falesha. Falesha kemudian membukakan pintu untuk Zayan.

"Keluarlah, kita akan makan malam." Ucap Zayan.

Falesha kemudian keluar dari kamar dan berjalan bersama Zayan menuju meja makan. Mereka makan malam dengan hening tanpa mengatakan sepatah kata pun.

"Maafkan aku, aku tidak seharusnya membentakmu." Ucap Zayan.

Falesha kemudian menatap Zayan dan kembali melanjutkan makan nya.

"Kamu tidak menjawabku?" Ucap Zayan terlihat kesal.

"Baiklah." Jawab Falesha.

"Aku akan mengurusi masalah Kahla, aku akan minta Ayah untuk membatalkan kerja sama perusahaan dengan mereka." Ucap Zayan.

"Apa kamu pikir masuk akal memutuskan hubungan kerja sama perusahaan karena masalah pribadi? Jangan melakukan apapun, aku akan mengurus semuanya." Jawab Falesha.

"Apa maksudmu? Apa kamu akan melakukan hal berbahaya lagi?" Tanya Zayan khawatir.

"Tidak, aku tidak akan melakukan nya." Jawab Falesha.

"Kamu harus tidur dengan ku malam ini. Aku tidak akan membiarkan mu melakukan hal buruk lagi." Ucap Zayan.

Setelah makan malam, Zayan langsung menarik tangan Falesha untuk masuk kekamar nya. Waktu semakin berlalu, sudah berkali kali pesan masuk di hp Falesha dan panggilan tidak terjawab dari Fathan dan paman Hikam. Falesha ingin sekali segera pergi, namun Zayan terlihat terus memperhatikan nya dari atas meja kerja nya.

Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang