Setelah mantap dengan semua persiapan nya, Falesha berjalan menuju gedung sambil membenarkan letak topi nya dan masker untuk menutupi wajah nya. Keenan dan Sakhi sudah berjalan masuk menuju perusahaan, berpura pura seakan menjadi konsumen yang ingin membeli beberapa produk dari perusahaan itu. Untuk memperlancar pekerjaan mereka, Rafka mulai bermain dengan komputer nya dan mencari cara untuk dapat memblokir semua CCTV yang ada di dalam perusahaan. Setelah berhasil masuk, Sakhi dan Keenan berpencar untuk menyebar tulisan di depan lift bahwa lift tidak dapat digunakan karena dalam masa perbaikan. Hal itu dilakukan agar tidak seorang pun yang naik ke lantai teratas gedung itu dan Falesha dapat mengambil dokumen dengan lancar.
Setelah berhasil sampai di atas gedung, Falesha melepaskan tali yang terikat di tubuh nya dan memasuki gedung. Falesha melihat lihat disekitarnya dan berjalan dengan perlahan untuk menuju ruangan teratas gedung itu, ruangan yang berisikan semua dokumen dokumen perusahaan yang hanya bisa di masuki oleh pemimpin perusahaan. Setelah berada didepan ruangan, Falesha mulai bekerja sama dengan Rafka untuk membobol pintu ruangan. Akhirnya, karena kepintaran Rafka dan Falesha pintu ruangan terbuka setelah mereka menemukan sandi nya. Falesha langsung masuk kedalam ruangan dan mencari cari dimana dokumen yang dibutuhkan nya itu.
Sementara diluar perusahaan, Althaf sudah berjalan masuk kedalam perusahaan setelah mendapat perintah dari Haykal untuk mengecek dan mengambil beberapa dokumen yang ada di perusahaan itu. Dengan langkah mantap, Althaf melangkahkan kaki nya dan berjalan menuju lift. Karena lift sedang mengalami masa perbaikan, Seorang karyawan laki laki meminta Althaf untuk menunggu sementara dan memeriksa apakah lift sudah digunakan. Saat itu, Keenan dan Sakhi sudah berada di lantai teratas untuk membantu Falesha dan mereka meninggakkan lift yang seharusnya dijaga agar tidak ada satu orang pun yang naik.
Setelah seorang karyawan memeriksa bahwa lift sudah dapat bekerja dengan baik, Althaf langsung naik keruangan teratas gedung itu.
"Apa kamu menemukan nya?" Tanya Keenan kepada Falesha yang sudah memegang sebuah dokumen didalam ruangan.
"Sudah, keluarlah dari gedung dan aku akan menyusul." Jawab Falesha.
Mendengar itu, Keenan dan Sakhi langsung berlari menuju lift. Namun, mereka memutar langkah mereka setelah mendengar seseorang akan keluar dari lift. Melihat itu, Keenan langsung berlari ke arah ruangan dan ingin memberitahu Falesha untuk segera lari. Tapi, Sakhi menarik tangan Keenan dan membawanya pergi menuju tangga darurat.
"Apa kamu sudah gila? Falesha akan tertangkap." Ucap Keenan kepada Sakhi.
"Kita harus keluar dari gedung, Falesha bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Jika kita masih disini, kita malah akan merepotkan nya dan dia tidak bisa berkonsentrasi untuk lari. Cukup beritahu dia melalui paman Hikam." Jawab Sakhi.
Keenan langsung menghubungi paman Hikam dan menyambungkan nya kepada Falesha. Setelah Falesha mendengar tentang hal itu, Falesha langsung berlari keluar dari ruangan dengan membawa dokumen yang sudah didapatkan nya. Tapi sayang, disaat Falesha keluar dari ruangan itu, Althaf sudah berdiri tepat dihadapan nya. Falesha menarik topi nya untuk lebih menutupi wajah nya dan berjalan dengan santai untuk meninggalkan Althaf. Tapi tentu saja Althaf tidak akan membiarkan nya begitu saja, Althaf menarik tangan Falesha dengan cepat dan membuka masker Falesha. Falesha melawan dan mendorong tubuh Althaf, namun bagaimana pun kelincahan Falesha akhirnya tekalahkan oleh kekuatan tenaga Althaf. Althaf berhasil membuka masker dan topi Falesha setelah mengiris lengan Falesha dengan pisau yang ada di sakunya, sampai akhirnya menunjukkan wajah Falesha seutuhnya.
Namun bukannya menangkap Falesha, Althaf malah terdiam menatap wajah Falesha. Yaa, warna mata biru pasir laut itu membuat Althaf seakan terhipnotis dengan keindahan yang ada di hadapan nya. Melihat Althaf yang terlihat lengah, dengan cepat nya Falesha menendang kaki Althaf sehingga membuat Althaf terjatuh ke lantai. Falesha menarik topi dan masker nya yang ada di tangan Althaf dan berlari keluar dari gedung dan terjun dari gedung dengan tali yang tadi digunakan nya. Falesha berlari sekuat tenaga nya dan masuk kedalam mobil paman Hikam, paman Hikam langsung melajukan mobil setelah Falesha berhasil masuk kedalam mobil.
Setelah melamun beberapa saat, akhirnya Althaf tersadar setelah mendengar telepon nya berdering.
"Halo paman." Ucap Althaf.
"Apa kamu sudah mendapat kan dokumen nya? " Tanya Haykal dari balik telepon.
"Iya aku akan mengambilkan nya tapi sepertinya ada pencuri kecil masuk kedalam ruangan." Jawab Althaf.
"Pencuri? Apa yang terjadi, apa kamu terluka? "
"Tidak paman aku tidak apa apa, lagi pula sepertinya dia tidak berhasil mencuri karena aku tidak melihat dia membawa sesuatu apapun setelah keluar dari ruangan."
"Tunggulah disana, aku akak meminta Zayan menjemputmu dan membawamu kembali." Jawab Haykal kemudian menutup telepon nya.
Seperti yang dikatakan Haykal, Zayan sudah menunggu didalam mobil nya saat Althaf keluar dari perusahaan. Althaf melangkah menuju mobil Zayan dan masuk kedalam mobil.
"Aku dengar kamu terluka karena seorang pencuri, apakah sangat parah?" Tanya Zayan kepada Althaf.
"Tidak, aku tidak terluka. Paman hanya membesar besarkan nya saja." Jawab Althaf.
"Aaahhh!!! Aku harus meninggalkan pekerjaan penting ku untuk menjemputmu karena katanya kamu terluka parah." Teriak Zayan.
"Aku tidak mengerti pekerjaan sepenting apa yang kamu lakukan, bukankah kamu hanya bermain game setiap hari? "
"Hah kamu memang tidak pernah mengerti tentang pekerjaan. Diamlah, aku akan mengantarmu ke perusahaan." Ucap Zayan.
Disepanjang perjalanan, bayangan Falesha masih belum hilang dalam ingatan Althaf. Setiap kali Althaf mengingat wajah nya, membuat Althaf tersenyum senyum sendiri membayangkan nya.
"Yan, aku ingin bertanya. Kamu kan sudah menemui banyak macam wanita, diantara semua wanita yang kamu temui apa kamu pernah merasa salah seorang dari wanita itu sangat istimewa dan membuat kamu sulit untuk melupakan nya? " Tanya Althaf.
"Pernah dan sering, setiap kali aku berencana untuk mengejar seorang wanita, bayangan mereka akan selalu ada di kepala ku." Jawab Zayan.
"Tidak ada gunanya bertanya dengan mu." Ucap Althaf kesal.
"Kenapa? Apa kamu akhirnya bertemu dengan wanita yang bisa menaklukan hati mu?"
"Aku rasa begitu, wajahnya kecil dan mungil, mata nya terlihat berwarna biru pasir laut dan rambut sebahu nua terlihat Indah." Jawab Althaf sambil tersenyum.
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita yang kamu sebutkan." Ucap Zayan.
Althaf tidak menghiraukan ucapan Zayan dan lebih memilih untuk membayangkan wajah gadis yang baru saja mencuri perhatian nya. Disepanjang perjalanan, Althaf tidak berhenti tersenyum dan terus membayangkan Falesha.
"Aku akan menemukan mu suatu saat nanti." Ucap Althaf.
Tiba tiba setelah membayangkan gadis itu cukup lama, Althaf tersadar dengan apa yang sudah di lakukan nya dan itu merupakan cara baginya untuk menemukan gadis itu.
"Benar, aku melukai lengan nya di sebelah kiri. Yan, bantu aku menemukan gadis itu, gadis yang terluka di tangan nya sebelah kiri." Ucap Althaf.
"Kamu pikir aku kurang kerjaan meriksa meriksa lengan anak orang." Jawab Zayan kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Girl Wedding (END)(Sequel Terminator Husband)
Romancesebuah misi balas dendam yang berakhir menjadi pernikahan. seorang gadis yang dibesarkan tanpa orang tua kandung menjadi gadis yang tidak mengenal rasa takut dan bertahan hidup hanya untuk membalaskan dendam nya. gadis yang sudah menyimpan banyak ke...
