Bab 7 : MANTAN

18.2K 1.8K 37
                                        

Alfa sibuk melamun, mengabaikan panggilan Zeno yang sejak tadi sudah memanggilnya 3 kali. Mereka sedang rapat persoal pegawai baru di perusahaannya.

"Ee....Pak Direktur Utama? Pak Direktur..." Zeno akhirnya memutuskan menepuk bahu Alfa, dan saat itulah pria itu sadar sedang ditatap oleh 15 manager dan wakil direkturnya.

Alfa melirik sekilas kearah slide yang sudah berakhir. Ia merenung beberapa detik sebelum akhirnya menjawab.

"Evaluasi pegawai barunya selama 6 bulan. Berikan laporannya padaku setiap akhir bulan. Aku tidak mau kalian bertindak sewenang-wenang lagi seperti tahun sebelumnya sampai kita harus di demon. Manager bagian keuangan, saya minta laporan keuangan lengkap tiap bulan, dana apa saja yang digunakan dan....tolong jangan sembarang memotong gaji karyawan!" Alfa menatap manager keuangan dengan kesal.

Manager itu melakukan kesalahan tahun lalu, tapi karena dia anak salah satu pemegang saham, ia tidak bisa dipecat. Juga, kinerjanya sudah lumayan meningkat sejak di beri peringatan, tapi tetap saja, Alfa tidak menyukai orang teledor seperti itu.

"Manager kepegawaian." Kali ini tatapan Alfa beralih kearah manager itu. "Sekali lagi anda memasukkan pegawai baru lewat belakang, anda yang saya pecat!"

Manager itu langsung ketakutan.

"Aku memang baru menjabat menjadi CEO 2 tahun ini, dan aku tidak bisa seenaknya memecat kalian, apalagi sebagian dari kalian adalah anak dari pemegang saham. Tapi jangan salah paham, aku bukan orang baik seperti ayahku. Peringatan hanya berlaku sampai 2 kali, ketiga kalinya adalah kalian di pecat dan wajib membayar denda 1 milyar."

Alfa meminta Zeno memberikan surat perjanjian kerja yang baru di buatnya semalam. Di sana semua tertulis syarat-syarat menjadi pegawainya. Alfa juga meminta para manager itu memberikan fotocopyan surat perjanjian untuk karyawan-karyawannya dan harus segera dikumpulkan di mejanya pada jam makan siang.

"Oke rapat hari ini selesai." Alfa berdiri dari kursinya dan segera menuju kantornya.

🌺🌺

Zeno melirik kearah Alfa yang sejak tadi bermain game di ponselnya. Direkturnya itu sudah seperti itu sejak keluar dari ruang rapat 2 jam yang lalu.

"Anda....tidak makan siang di luar?" Tanya pria itu. Yang ditanya hanya menatapnya sekilas lalu kembali bermain game.

Kenapa dia mendadak badmood? Apa ada masalah dengan rencananya?

Zeno menatap jam yang sudah hampir melewati jam makan siang. "Saya...akan makan di kantin perusahaan, apakah anda...

Ucapannya terhenti ketika Alfa meletakkan ponselnya lalu mengeluarkan kotak bekal makan siang dari dalam laci mejanya.

"......"

Bukankah itu terlalu....imut?

Selama Zeno mengenal Alfa sejak kuliah, hingga mereka bekerja sama, ia belum pernah melihat pria itu membawa bekal, tidak dengan bekal super imut seperti itu. Jangan-jangan bekalnya tertukar dengan punya Dafa. Yah...pasti tertukar.

"Kenapa masih berdiri disitu?" Alfa bertanya heran. "Ingin ke kantin, kan? ayo! aku ikut."

"....!!!" Apa?!

The Last Chance (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang