Bukan seminggu atau dua minggu, seseorang dengan sengaja memperpanjang bulan madunya sampai 1 bulan. Mereka bahkan kembali ke Seoul lantaran Alfa bosan di pulau Nami dan memesan hotel mewah yang ada kolam renang di lantai paling atasnya.
Bak couple bebas tanpa ada tanggungan hidup, Alfa sengaja melimpahkan semua pekerjaannya pada sang wakil direktur sementara Delta di paksa menahan kangennya pada Dafa. Yang mereka lakukan selain menghabiskan waktu di tempat tidur adalah memenuhi hasrat Alfa untuk membelikan Delta segala hal mewah yang di lihatnya dan itu mesti sepasang.
Begitu memasuki distro, pria itu langsung pilih-pilih baju lalu menyuruh Delta mencoba semuanya, dan ingatlah Delta pada adegan di drama Korea yang mana pacar kaya membelikan baju untuk wanita idamannya.
Lalu sepatu, lalu perhiasan, lalu buket 100 tangkai mawar merah, lalu makan malam romantis di puncak gedung mewah dengan lilin dan kelopak bunga bertebaran di mana-mana.
Sungguh romantis yang berlebihan.
"Tenang aja. Aku bukan orang yang boros, tapi kalau untuk mu aku nggak keberatan menghabiskan uang ku."
"...." Dan kalimat itu berhasil membuat Delta yang mau protes akhirnya bungkam.
Jangan pikir kalau Alfa hanya menghabiskan uangnya untuk Delta. Pria itu juga membeli berlusin-lusin CD Kpop beserta tanda tangan Idolnya untuk Ibunda Delta, juga baju dan kain dasar yang biasa di pakai oleh orang Korea untuk membuat Hanbok (pakaian tradisional Korea), karena Ibunda Delta suka menjahit.
Alfa juga membeli raket badminton dan 2 set alat untuk memancing model terbaru untuk Ayah Delta. Lalu tentu saja berlusin-lusin mainan untuk Dafa.
Ketika sore hari mereka kembali ke hotel, pria itu tiba-tiba mengajak Delta untuk berenang. Tapi tentu saja pada akhirnya hanya Alfa yang berenang.
Delta melirik ke arah Alfa yang baru saja keluar dari kolam renang, mempertontonkan bodynya yang atletis membuat hampir semua pengunjung perempuan yang berada di dekat kolam renang menatap kagum.
Dasar tukang pamer!
"Kamu nggak mau berenang?" Tanya Alfa sambil mendekati Delta yang hanya duduk di pinggir kolam. "Kan udah di ajarin seminggu ini."
"Cih! Kamu bikin aku keselek air kolam beberapa kali, kamu pikir rasanya enak. Udah tau orang nggak bisa berenang, masih aja di dorong."
Alfa terkekeh, mengabaikan beberapa wanita yang berniat menegurnya, ia sengaja berbaring di paha Delta. "Apa kita perpanjang lagi aja honeymoonnya? Aku masih ingin bersantai."
"Nggak kasihan sama Zeno yang mengutuk mu hampir setiap malam karena menambah beban kerjanya. Dan Dafa juga udah kangen berat sama kita. Pokoknya besok harus pulang!" Delta menolak ide Alfa.
"Nambah 1 minggu lagi??."
"Nggak!!."
"....." Pria atletis tadi memonyongkan mulutnya bertingkah kekanak-kanakan. "Kalau gitu aku mau main sampai pagi lagi. Kemarin kamu menolak ku dengan alasan capek. Tadi pagi aku sudah menyenangkan mu dengan pakaian dan perhiasan mahal, juga mengajak mu pergi ke gedung BTS dan JYP Entertainment bertemu dengan para Idol. Jadi....malam nanti giliran ku bersenang-senang."
"Dan kamu senang membuat aku nggak bisa bergerak?" Pertanyaan itu lebih ke sindiran untuk Alfa. Tentu saja pria itu menganggap hal itu sebagai pujian karena dia tersenyum lebar sambil mencubit pipi Delta.
Jadilah malamnya, setelah makan malam romantis, seseorang harus berjuang di tempat tidur. Di gempur sampai pagi.
Alfa tersenyum senang sambil memeluk Delta yang kelelahan. "Aku pasti akan memperpanjang bulan madu kita sampai Minggu depan, Zeno nggak akan keberatan karena aku menaikkan gajinya 3 kali lipat. Ah....kalau tau ini begitu menyenangkan, dari dulu saja aku memaksamu menikah ya, hahahaha~"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Chance (END)
RomansaDelta dan Alfa merupakan tetangga dan teman sekelas dari TK hingga SMA. Meski begitu keduanya tidak pernah benar-benar berteman, hingga akhirnya Alfa kuliah di luar daerah. Mereka dipertemukan kembali dalam suasana canggung. Alfa dengan jas hitam ra...
