Bab 16 : Caper (Cari Perhatian) sama Camer (Calon Mertua)

14.3K 1.4K 52
                                        

Alfa pernah beberapa kali bertemu dengan kedua orang tua itu. Selain menunjukkan betapa sayangnya mereka kepada anak-anak mereka, yang Alfa tau ayah Delta terkesan galak kalau sedang tidak bicara. Sebenarnya ia cukup gugup juga.

Meski kemarin-kemarin ia membantu mengembalikan harta milik orang tua Delta, tapi tak ada niat sedikitpun untuk Alfa mengatakan bahwa ialah yang telah membantu hal itu. Sekarang, setelah sampai di depan rumah Delta Alfa kembali gugup.

"Kenapa? Mau mundur?" Sindir Delta ketika Alfa tiba-tiba menarik lengan bajunya.

"Apa nggak sebaiknya kita nginap di hotel aja." Saran pria itu.

Delta menggeleng. "Di rumah banyak kamar kosong. Lagipula ini pertama kalinya aku kembali setelah kabur dari rumah. Jadi...aku sekalian mau minta ma'af."

Alfa menarik nafas dalam. Ia akhirnya masuk dan tentu saja adegan mengharu biru terjadi di depan pintu rumah.

Ibu Delta menangis sedangkan ayah Delta memeluk cucu yang sangat ia rindukan yang selama ini hanya bisa ia tatap dan ajak bicara lewat ponsel.

"Wow!! Pohon duku!"

"....." Dek kok kamu katrok sih! Alfa kembali menarik nafas dalam. Nafta berada di belakang mereka sekarang sedang terkagum-kagum melihat 2 batang pohon duku yang sedang berbuah lebat.

"Biasa aja woii! Segitunya nggak pernah lihat pohon duku, jangan bikin malu." Alfa menarik tangan Nafta keluarga Delta yang tadi lagi melow, mendadak bengong melihat anak laki-laki ganteng itu berniat memanjat pohon duku.

"Di Dubai mana ada pohon duku kak. Terakhir aku makan buah ini, itu juga waktu umurku 5 tahun. Dan kata temen-temen ku, duku itu enaknya kalau di ambil langsung dari pohonnya, makanya aku pengen manjat."

Nyesel gue punya wajah mirip loe Dek! Malu-maluin aja.

Delta tersenyum, lalu memperkenalkan Alfa sebagai pacarnya dan Nafta adalah adik Alfa yang baru tinggal di Indonesia.

🌺🌺

Awalnya biasa saja. Pembicaraan mereka di mulai seputar kaburnya Delta dan kehidupannya selama di Jakarta. Nafta yang memang cepat akrab dengan yang lain membuat suasana jadi lebih ceria. Ditambah Dafa yang sangat menggemaskan ketika bicara.

Alfa lebih banyak di. Ia merindukan suasana hangat ini, ia kangen ibu dan ayahnya, juga kakek neneknya. Dulu sebelum kecelakaan, ada malam ceria penuh tawa yang menemani mereka, pembicaraan seputar tips trik pendekatan dengan calon mertua hingga tata cara buat lamaran di terima dengan lapang dada.

Tapi saat ini, Alfa bahkan tidak berani untuk membicarakan hal itu. Ayah Delta memang ramah, tapi kesan dingin masih bisa di rasakan Alfa lantaran tadi pria itu menatapnya tanpa tersenyum ketika Delta memperkenalkan Alfa sebagai pacarnya.

"Alfa dan Nafta baru mengalami kecelakaan 3 bulan yang lalu." Topik itu membuat Alfa menoleh ke arah Delta.

"Kakek dan neneknya meninggal dunia, sedangkan kedua orang tua mereka masih koma di Rumah Sakit. Itu sebabnya, mungkin Delta juga nggak bisa lama tinggal di sininya. Delta....mau bantu jagain...mereka."

Ayah dan ibu Delta tampak kecewa dan itu terlihat jelas membuat Alfa merasa bersalah. "O....om sama tante....kalau ada waktu dan pengen liburan, bisa tinggal dengan kami di Jakarta. Sekalian lihat tempat tinggalnya Dafa dan Delta di sana. Ajak keluarga yang lain juga nggak apa-apa sekalian jalan sama-sama."

The Last Chance (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang