"Kampus kamu libur semester kan! Jadi nggak ada masalah kalau kita juga liburan."
"...."
Alfa datang pagi-pagi mengenakan pakaian santai dan meminta Delta ikut dengannya liburan ke Lombok.
"Ayo menghilangkan stress di sana." Ajak pria itu.
Karena Delta memang sedang stress, Delta langsung mengiyakan saja ajakan itu.
Mereka menginap di Qunci Villas Hotel dan memesan 2 kamar yang bersebelahan. Delta sebenarnya ingin protes karena pria itu telah membooking kamar itu selama 2 minggu. Tapi karena pria itu dengan santainya berkata kalau dia jarang liburan dan ia ingin menghabiskan waktu dengan Dafa. Delta akhirnya hanya bisa diam.
"....." Apa maksudnya ini?
Alfa menyerahkan dompetnya pada Delta setelah ia membayar di kasir. "Aku nitip, takut ilang."
Ha'?
Delta membawa barang barang bawaannya ke kamar sementara Alfa membawa Dafa pergi. 15 menit kemudian Delta menemukan Alfa dan Dafa asyik berenang di kolam renang hotel yang mengarah ke pantai.
Ia hanya tersenyum dan akhirnya duduk di kursi pantai memperhatikan mereka.
🌺🌺
"Tidak keberatan kalau Dafa tidur dengan ku." Pinta Alfa ketika mereka selesai makan malam.
"Dafa suka bangun malam, kalau bangun dia rewel, cuma mau tidur setelah di gendong hampir 2 jam. Apa kamu sanggup?"
Mendengar jawaban itu, Alfa langsung menatap Dafa yang sedang tertidur di pelukan Delta. "Kamu pasti bohong?...kan!"
Delta tersenyum. "Kamu bisa tidur dengannya kalau nggak percaya."
"....."
Alfa masih memikirkannya ketika mereka sampai di depan kamar. Tapi akhirnya pria itu memutuskan untuk menguji hal yang di katakan Delta.
"Awas aja kamu gangguin aku tengah malam." Delta berkata sanksi.
Wanita itu tidak langsung pergi. Ia duduk di teras kamar Alfa dan pria itu sedikit heran. "Kenapa? Kamu belum ngantuk? Mau ngobrol-ngobrol?"
"Dafa...biasanya bangun 1 kali tiap malam. Tapi kalau di tempat asing...ia akan bangun sampai 3 kali dan...setengah jam lagi dia pasti bangun."
Benarkah?
"Benar. Kita tungguin aja." Delta menjawab pertanyaan tak terucap itu.
Mereka menunggu berdua sambil menikmati pemandangan malam yang tenang.
Alfa membuka pembicaraan dengan bertanya tentang kenapa Delta dulu kabur dari rumah. "Aku hanya penasaran, seingat ku...kamu berasal dari keluarga berada dan mereka sangat menyayangi mu, dulu aku sering melihat ayah dan ibumu mengantarkan mu ke sekolah. Kalian memperagakan adegan romantis peluk cium sebelum masuk gerbang sekolah yang ku pikir terlalu lebay untuk ukuran anak SMA. Mereka nggak mungkin membenci mu hanya karena kamu bercerai."
Delta terkekeh karena mengingat hal itu. Ibu dan ayahnya memang selalu memanjakan anak-anak mereka dan selalu memperlakukan mereka seperti anak kecil. Ayah dan ibunya juga terbiasa melalukan skinship itu di depan umum.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Chance (END)
RomansaDelta dan Alfa merupakan tetangga dan teman sekelas dari TK hingga SMA. Meski begitu keduanya tidak pernah benar-benar berteman, hingga akhirnya Alfa kuliah di luar daerah. Mereka dipertemukan kembali dalam suasana canggung. Alfa dengan jas hitam ra...
