Bab 14 : Serious Talk

14.7K 1.5K 15
                                        

Bukan Alfa namanya kalau tidak bisa menyelesaikan masalah. Terutama ketika semangatnya sudah bangkit. Setelah memikirkan cara menyelesaikan masalah di perusahaan selama 3 hari. Besoknya siangnya, pria itu mengadakan rapat besar-besaran mengundang seluruh staff baik dari perusahaan cabangnya di dalam negeri, maupun yan luar negeri.

Rapat penting itu membahas tentang kemunduran perusahaan selama ia menghilang, para investor yang satu-persatu menarik saham mereka, juga tentang korupsi besar-besaran dalam perusahaan.

"Aku sama sekali tidak keberatan kalian mundur. Tapi perlu di ingat! Sampai kapanpun aku tidak akan bekerja sama dengan kalian lagi!"

Ruangan aula itu hening dan mencekam. 3 bulan yang lalu mereka menganggap remeh Alfa karena berani mengirim anak 16 tahun yang tidak mengerti apa-apa untuk mengurusi perusahaan. Tapi sekarang, ketika bertemu langsung dengannya, tak satupun dari mereka yang berani bicara.

Alfa meminta Zeno melakukan presentasi.

"Saya dan Nafta sudah melakukan studi untuk performa pegawai dan para investor selama 3 bulan ini. Di sini, ada nama-nama orang yang layak dan tidak layak untuk tetap bekerja di perusahaan." Zeno menampilkan nama-nama itu di layar proyektor.

Perusahaan Media milik ayah Alfa memiliki lebih dari 10 ribu pegawai. Karena banyak cabang di berbagai daerah juga negara luar. Namun karena kecelakaan yang menimpanya dan juga rencana jahat oleh kerabat ayahnya. Keuntungan perusahaan menurun menjadi 60% dalam 3 bulan. Banyak dari pegawai yang melakukan korupsi dan para investor diam-diam mengundurkan diri dan menarik saham mereka.

"Kami memutuskan untuk memberhentikan secara tidak hormat, bagi pegawai yang ketahuan melakukan korupsi dan investor yang melanggar kontrak kerjasama. Dokumen ini sudah kami berikan ke pembaca berita tadi pagi dan akan disiarkan di saluran TV khusus berita milik stasiun TV kita siang nanti tepatnya pukul 12.00 WIB. Juga akan di publis di koran dan media berita online."

Teriakan terkejut dan riuh terjadi di dalam aula ada yang mengumpat, memaki tapi Alfa tetap tenang duduk di kursinya.

Zeno mengubah slide nama-nama itu ke slide selanjutnya dan menampilkan sebuah nama baru bercetak tebal.

'ALPHA ENTERTAINMENT'

"Nama perusahaan Media akan di ganti menjadi Alpha Entertainment dan akan ada perubahan besar tentang struktur di dalamnya."

Zeno berpindah ke slide selanjutnya dan menunjukkan nama-nama yang masih setia pada perusahaan media. "Kami sudah mengirimkan email pada nama-nama yang tertera di sini dan berjanji akan memberikan gaji 2 kali lipat bagi yang bersedia tetap bekerja dibawah Alpha Entertainment."

"Kita tidak akan tau apakah perusahaan akan tetap mengalami kemunduran. Yang pasti kami bersedia memberikan jaminan dan syarat kerja sama yang tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak."

Nafta mendorong kursi roda, agar Alfa bisa kembali ke podium untuk menyampaikan pesan terakhir. "Karena terjadi perombakan besar dan sangat rahasia. Kami berharap pikirkan baik-baik sebelum kalian bersedia bekerja sama. Hukum dan denda adalah patokan jika mau bekerja dengan Alpha Entertainment. Itu saja yang bisa saya sampaikan. Terima kasih."

Keributan masih terjadi di aula. Tapi di luar sana suhdaj ada lebih dari 100 polisi dan wartawan yang menunggu untuk mengintrogasi para koruptor yang beritanya telah di siar di seluruh stasiun TV.

The Last Chance (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang