Alfa Alfandi bertemu lagi dengan tetangga dan orang yang dulu pernah satu sekolah dengannya, Delta Delita. Mereka selalu berada di kelas yang sama, dari TK sampai SMA, jadi wajar kalau Alfa mengingat wanita itu dengan jelas. Bahkan sekarang meski mereka kembali bertemu setelah perpisahan SMA, 11 tahun yang lalu.
Alfa sangat terkejut melihat penampilan Delta. Ia tak berubah sama sekali, kecuali ada seorang balita laki-laki di pelukannya.
"Kamu....udah punya anak?" tanya Alfa tanpa sadar karena balita itu terlihat mirip dengan Delta.
Wanita itu menjawab dengan enggan, "Aku udah 28 tahun sekarang. Kalau udah punya anak itu lumrah. Kamu sendiri....pasti masih lajang, kan!"
"...."
Pernyataan itu tidak dimaksudkan untuk menyindir, tapi entah kenapa yang mendengarnya langsung terdiam dan merasa tersindir. "Setidaknya aku nggak di tinggal selingkuh oleh pasangan."
"...."
Kali ini giliran Delta yang tak bisa berkata apa-apa. Bahkan di pertemuan kembali mereka. Pria yang sempat membuatnya jatuh cinta itu mengatakan hal yang sangat menyakitkan.
Mereka berdua sama-sama berbalik pergi dengan rasa benci yang melekat di hati.
Darimana dia tau kalau aku diselingkuhin? Delta mengerutkan dahi bingung. Sementara Alfa bertanya dalam hati darimana Delta tau kalau dia belum menikah.
Keduanya saling bertatapan canggung. Mereka tidak menyangka akan bertemu lagi seperti ini.
🌺🌺
15 menit sebelumnya....
Untuk ukuran pria sukses, tak sulit bagi seorang Alfa Alfandi menemukan pasangan. Bahkan sang ibu sudah gencar menjodohkannya dengan anak dari rekan bisnis ibunya.
Mulai dari sekedar makan malam keluarga sampai kencan di luar kota berdua. Alfa bukannya tak tertarik, ia juga pria normal yang tentu ingin menikah dan mempunyai keturunan. Tapi bukan dari seorang wanita yang hanya mengejar kekayaannya. Ia menginginkan pasangan yang bisa merawatnya ketika pria itu lelah dengan pekerjaannya dan juga dirawatnya sampai mereka tua bersama.
"Pak Direktur, ini data yang anda inginkan." Asisten pribadi Alfa, Zeno memberikan sebuah map padanya. Isinya bukan hal penting yang menyangkut perusahaan, tapi tentang seorang teman lama yang tidak sengaja berpas-pasan dengannya di jalan pulang. Sayangnya wanita itu tidak melihat Alfa .
'Delta Delita, 28 tahun. Bercerai dengan Arlan Setio, pemilik perusahaan percetakan kecil di salah satu kota Bandung. Mereka bercerai 2 tahun yang lalu ketika Delta sedang hamil. Alasan : Arlan selingkuh dengan sekretarisnya'
"Menyedihkan sekali." Gumam pria itu pelan.
"...." Zeno sedikit terkejut mendengar tanggapan sang direktur tentang info yang didapatnya itu. Ia masih tidak tau alasan Alfa mencari tau tentang Delta.
'Pindah ke Jakarta 2 bulan yang lalu dan sekarang bekerja di toko Roti sebagai koki.' "Padahal orang tuanya lumayan kaya. Kenapa dia tidak tinggal dengan orang tuanya?" Alfa membalik informasi dihalaman selanjutnya.
'Anak laki-laki bernama Dafa Alvero, usia 2 tahun 10 bulan. Sering dititipkan di tempat penitipan anak yang berada 4 rumah dari toko roti. Di titipkan sejak subuh dan dijemput kembali pukul 9 malam.'
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Chance (END)
RomanceDelta dan Alfa merupakan tetangga dan teman sekelas dari TK hingga SMA. Meski begitu keduanya tidak pernah benar-benar berteman, hingga akhirnya Alfa kuliah di luar daerah. Mereka dipertemukan kembali dalam suasana canggung. Alfa dengan jas hitam ra...
