Zeno sebenarnya takut memperkejakan sepupunya sebagai sekretaris Alfa. Bukan karena ketidakcakapan Zara dalam bekerja, namun karena Zeno tau sepupunya itu punya perasaan lebih untuk Alfa.
Herannya, hanya Zara selain dari Delta yang kini telah menjalin hubungan dengan Alfa, yang benar-benar dipedulikan oleh pria itu. Alfa selalu kagum dengan kegigihan Zara dalam belajar dan bekerja. Mereka sudah saling mengenal di bangku kuliah.
Saat itu pasangan Alfa dan Zara menjadi couple favoritnya kampus, meski Alfa sama sekali tidak peduli dengan hal itu dan hanya menganggap Zara sebagai teman, pria itu juga tidak pernah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak punya hubungan apapun dan membuat orang lain dan juga Zara salah paham.
Sebelum-sebelumnya, Zara tidak pernah datang ke Indonesia karena dia bekerja di perusahaan besar di Dubai, tapi sebulan yang lalu mendadak gadis itu datang dan meminta bantuan Zeno agar bisa bekerja di perusahaan milik Alfa.
'Bukankah lebih baik pulang dan bekerja di negara sendiri.'
Itu adalah alasan yang di berikan gadis kalem itu pada Zeno. Dan karena saat itu Alfa sedang membutuhkan sekretaris, ia lalu merekomendasikan Zara dan anehnya langsung di setujui oleh Alfa.
Namun sepulang dari Korea, Alfa mengatakan pada Zeno untuk mencari pengganti Zara dan pria itu ingin sekretarisnya adalah laki-laki, dengan alasan 'Aku tidak ingin Delta salah paham.'
Baru saja mengatakan hal itu tadi siang, malamnya Zara menelpon Zeno kalau ia menginap di rumah Alfa membuat Zeno terkejut setengah mati.
Bukankah dia tidak pernah mengundang wanita ke rumahnya, apalagi ada Delta di sana. Aneh sekali.
Zeno berusaha menelpon Alfa tapi pria itu mematikan ponselnya. Zeno juga kembali menelpon Zara tapi sepupunya itu mengabaikan panggilan telponnya.
Sial!!, Mereka nggak selingkuh di belakang Delta kan!
Karena pemikiran itu membuat Zeno tidak tidur semalaman, pria itu bahkan pagi-pagi sudah berada di rumah Alfa untuk mengintrogasi nya dan apa yang ia dapat begitu pintu di buka adalah Zara yang memakai celemek.
"Aku tidak enak karena menginap di rumahnya, jadi aku sengaja membuat sarapan kesukaan nya."
".…"
Suasana sarapan pagi yang hening bak kuburan. Ada memo di pintu kulkas yang isinya Delta ada urusan di kampus dan buru-buru pergi membawa Dafa.
Sepertinya aku sudah menyebabkan masalah besar.
Alfa terlihat murung menatap makanan yang telah di hidangkan Zara di atas meja. "Padahal semalam dia bilang akan memasakkan sarapan pagi kesukaanku. Lalu dia pergi begitu saja tanpa membangunkan ku. Jadi….apa sekarang pekerjaannya jauh lebih penting daripada aku?. Sepertinya dia marah karena aku lupa padanya dan juga Dafa."
".…" Alfa menelan ludah. Ia lalu menatap Zara yang terlihat bingung. "Apa….aku….membuat masalah?" Ia lalu menatap Alfa menunggu jawaban pria itu. Tapi Alfa menggeleng dan mengatakan itu bukan salahnya.
"Itu salah mu." Zeno berkata dengan nada tegas membuat Alfa dan Zara menatapnya.
"Baiklah sebenarnya ini salah ku." Zeno memijit kepalanya yang mendadak pusing. "
Zeno menatap Zara. "Kamu bilang pada ku kamu kembali ke Indonesia karena ingin bekerja bersama Alfa dan kamu juga bilang ada sedikit masalah dengan rekan kerja di perusahaan mu dulu. Aku semalam menyelidikinya, kamu berhubungan baik dengan anak laki-laki dari pria yang hampir membunuh Alfa dan seluruh keluarganya."
".…"
Zeno menarik nafas dalam. "Dulu kamu adalah gadis paling baik yang pernah kami kenal dan sampai sekarang aku dan Zeno selalu percaya pada mu. Tapi sepertinya kamu sudah berubah menjadi jahat." Zeno mengeluarkan 1 buah flashdisk dan 3 dokumen dari dalam tasnya, menyuruh Alfa membacanya.
Alfa benar-benar terkejut mendapati foto-foto Zara bersama dengan sepupu laki-laki Alfa yang selalu iri padanya. Foto-foto intim itu membuat Alfa kecewa. Zara langsung merebut foto-foto itu dan juga flashdisk yang tadi di letakkan Zeno di atas meja.
Gadis yang selalu terlihat lemah itu sekarang menatap Alfa dan Zeno dengan pandangan sedih.
"Aku berpacaran dengannya, di saat cinta terpendam ku tidak kamu pedulikan di saat aku membutuhkan bantuan mu untuk mendekatkan aku pada Alfa, tidak di gubris." Tatapan itu berubah jadi penuh amarah.
Zara menatap Alfa, kamu sudah tau sejak lama kalau aku punya perasaan mendalam pada mu, kamu sudah tau kalau aku selalu mencintaimu, tapi waktu itu....kamu tidak peduli dan malah membuatku bekerja di perusahaan sepupu mu. Aku di perkosa tepat sehari setelah bekerja dengannya, aku di jadikan budak seks hingga akhirnya dia minta ma'af dan berjanji akan mencintaiku. Hubungan kami baik-baik saja, dan aku merelakan hatiku untuknya, aku melupakan mu saat itu. Namun kau membuatnya bangkrut, depresi hingga kembali melakukan kekerasan seksual pada ku."
"Dia bilang pada ku kalau dia bisa kembali seperti semula, dia bilang padaku dia akan mencintaiku lagi asal kau bisa menghancurkan mu. Jadi aku memutuskan kembali ke sisi mu."
Zara menghapus air matanya, gadis itu terlihat makin rapuh. "Aku pikir…aku bisa menghancurkan mu, tapi aku malah kembali jatuh cinta pada semua perlakuan mu. Kau baik pada ku sama seperti sebelumnya, kau bahkan mengundang ku bermalam di rumah mu, membuatku berharap lebih. Aku cukup senang calon istrimu salah paham pada ku. Aku bertemu dengannya pagi tadi, dan aku bilang kalau aku adalah cinta pertama mu, soal perkosaan itu adalah bohong belaka dan aku bahkan menunjuk kan foto kita di villa yang kau sewa di Korea. Aku bilang padanya kalau kau dan aku sudah tinggal di sana selama sebulan. Aku tidak berbohong, aku memang tinggal di sana atas persetujuan mu. Aku menunjukan foto-foto kita, bahkan foto mu yang sedang tidur di ruang tamu. Aku yakin calon istrimu itu salah paham, aku yakin kalau dia sudah pasti membenci mu setengah mati."
Di akhir kalimat itu, Zara tersenyum. Senyum mengerikan yang baru pertama kali di lihat Alfa dan Zeno. "Dokumen penting yang harusnya di kirimkan pada investor mu di Jepang tidak ku kirimkan, dan pagi ini kau baru saja kehilangan 5 investor penting mu, juga ada artikel kau melakukan pemerkosaan di area parkir yang foto-fotonya sudah menyebar di internet. Sepupu mu benar, orang sepertimu tidak pantas di cintai, kau menghancurkan masa muda ku, jadi aku hanya perlu menghancurkan masa depan mu."
Senyum mengerikan itu kian mengembang. Aku sudah menelpon polisi dan mengatakan kalau kalian berdua menyekap ku di rumah ini." Gadis itu lalu melepas jaket yang ia pakai, menampakkan tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam dengan bekas luka di sekujur tubuhnya, juga sayatan silet yang sepertinya baru ada di lengannya.
"Aku pasti menghancurkan kehidupan mu!"
🌸🌸🌸
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Chance (END)
RomanceDelta dan Alfa merupakan tetangga dan teman sekelas dari TK hingga SMA. Meski begitu keduanya tidak pernah benar-benar berteman, hingga akhirnya Alfa kuliah di luar daerah. Mereka dipertemukan kembali dalam suasana canggung. Alfa dengan jas hitam ra...
