Delta tidak pergi ke cafetaria hari ini karena dia harus menguji para mahasiswanya di kampus. Ia juga akan di sana sampai sore. Jadi Delta menyuruh Alfa makan siang saja bersama rekan-rekan bisnisnya di cafetaria miliknya. "Nggak makan siang sehari nggak apa-apa kan!. Aku nggak akan cemburu meski rekan bisnis mu wanita. Toh makannya juga di cafetaria kita. Kalau ada gerakan nggak wajar yang terekam CCTV, aku bisa langsung mengeksekusi mu."
Ancaman itu membuat Alfa menelan ludah, tapi pria itu juga senang karena Delta menunjukkan bahwa ia cemburu pada para wanita yang menjadi rekan bisnis Alfa.
"Tenang aja, aku akan lapor setiap lima menit, aku juga akan berselfie dan mengirimkannya pada mu dan membuktikan kalau aku masih polos, hahahaha."
"…mu. " Polos mbah mu!
Jadilah pagi itu setelah mengantar Delta ke kampus, Alfa langsung ke kantornya dan siangnya langsung makan siang di cafetaria milik Delta.
Dan….siapa yang akan menyangka kalau sebuah insiden benar-benar terjadi hari itu, membuat Alfa dan rekan bisnisnya menjadi bahan berita di setiap stasiun TV.
"Wow…..papa masuk tivi." Dafa senang menunjuk ke arah tivi besar di ruang bersantai. Mereka baru saja makan malam dan duduk-duduk di sana.
Memang ada Alfa di sana, bersama Varo rekan bisnisnya, berada di cafetaria milik Delta, sedang di interogasi polisi masalah kasus yang melibatkan kedua pria tampan itu dengan dua wanita pengkonsumsi narkoba.
'Kedua wanita itu merupakan Bianca Verdinan putri dari pebisnis Berlian Verdinan Adnandi dan Denada Selvina putri dari aktor terkenal Debian Antoni, mereka terbukti sengaja menjebak dua milyader muda Alfa Alfandi pemilik Alpha Entertainment dan Azri Alvaro CEO Perusahaan Berlian AAA. Kasus ini sedang dalam penyelidikan dan berdasarkan bukti-bukti yang di rekam sendiri oleh istri dari Azri Alvaro, kedua wanita tersebut terancam hukuman di penjara.'
'Masih menjadi pertanyaan kenapa dua pria terkenal itu makan siang bersama dua model cantik di cafetaria itu. Padahal dari penelusuran terkait, cafetaria itu merupakan milik dari istri Alfa Lavandi.'
".…" Alfa melirik ke arah Delta yang fokus mendengarkan siaran berita tentang suaminya itu.
"Anak perempuan zaman sekarang memang benar-benar menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Padahal mereka terlihat lugu dengan penampilan elegan seperti itu. Siapa yang akan menyangka kalau otaknya sudah penuh dengan ide-ide kotor."
Komentar itu datang dari Ayah Alfa. Pria itu lantas langsung menasehati Nafta yang sedang menginap di rumah, untuk hati-hati pada setiap gadis yang mendekatinya. "Ingat untuk tidak meminum-minuman apapun apalagi dengan gadis yang nggak di kenal, meskipun dia cantik, jangan langsung tergoda. Ayah tau kamu populer di kampus."
Nafta hanya mengangguk sambil terus memainkan game di ponselnya.
Ibu Alfa yang sedang memeluk Dafa juga menasehati anak kecil itu. "Dafa sayang, nanti kalau ada orang kasih minuman atau makanan siapapun itu kenal atau enggak, nggak boleh langsung di makan yah, kasih aja dulu ke paman Bodyguard nya biar di periksa dulu enak apa enggak."
Dafa bertanya heran. "Kenapa?"
"Karena kalau ternyata nggak enak, nanti Dafa bisa sakit perut dan di suntik."
"Ooo…oke, Dafa ngerti."
"Bagus! Cucu nenek memang paling pintar."
Alfa masih menunggu reaksi Delta. Tapi istrinya itu masih fokus menonton berita sambil makan ice cream. Pria itu lantas bergeser dan duduk di samping Delta. Menjelaskan situasi sebenarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Chance (END)
RomanceDelta dan Alfa merupakan tetangga dan teman sekelas dari TK hingga SMA. Meski begitu keduanya tidak pernah benar-benar berteman, hingga akhirnya Alfa kuliah di luar daerah. Mereka dipertemukan kembali dalam suasana canggung. Alfa dengan jas hitam ra...
