Bab 47 : Urutan Orang Gila

7.4K 679 15
                                        

Hari itu Alfa buru-buru ke Rumah Sakit karena anak dan istri dari rekan kerjanya sudah sadar dari koma. Pria itu turut merasa bersyukur atas kebahagian rekannya itu.

Yang tak kalah bahagia adalah anaknya, Kalysa dan Dafa. Mereka berniat segera membesuk ke Rumah Sakit, tapi untunglah di larang oleh Delta dengan alasan takut mengganggu proses pemulihan kedua orang tersebut. Barulah saat ada pertemuan orang tua murid di rumah pemilik sekolah tempat Kalysa bersekolah, Alfa membawa kedua anaknya untuk bertemu dengan mereka.

Pertemuan yang sedikit canggung pun di mulai. Tapi untungnya Dafa bukan tipe anak yang mundur jika hanya di diamkan oleh orang lain. Ia malah dengan santainya mengajak si anak laki-laki yang baru saja sadar dari koma itu untuk bermain catur. Sedangkan Kalysa, tentu saja sudah di seret (di ajak bermain) ke sana kemari oleh si kembar Reo, Andra dan Sena.

Alfa ingat anak laki-laki yang koma itu, ia bernama Arion Azri Alvaro. Dulu ia beberapa kali sering melihatnya dibawa serta jika ada meeting bersama ayah anak itu, Azri Alvaro. Meski tak benar-benar menyapa atau bermain dengan anak itu, dari kesan yang Alfa dapatkan sekarang, anak laki-laki yang sudah koma hampir 7 tahun itu bakal jadi teman baik anaknya.

"Anak mu tidak banyak tingkah? Apa itu terjadi karena ia baru bangun dari koma, atau... jangan-jangan ada yang salah dengan otak....

"Tidak ada yang salah! Dia baik dan semuanya oke." Ucapan Alfa di potong oleh Varo.

"Aku hanya mau bilang kalau aku punya banyak kenalan dokter syaraf. Dulu Ayah dan Ibu juga rutin periksa meski tak ada yang salah dengan otak mereka." Jelas Alfa berusaha untuk tidak disalahpahami penjelasannya.

"Kau pikir aku tidak punya?"

"....." Benar! Kau jelas punya. Sialan!

Alfa menyesal sudah bersikap ramah pada Varo. Padahal ia jelas tau, pria yang satu ini hanya ramah dan menurunkan tingkat ngengsi nya pada waktu-waktu tertentu saja. Seperti ketika ia sedang sangat bahagia atau sangat bersedih. Kenapa aku bisa berteman dengan orang ini?

"Bali!. Setelah urusan bisnis selesai. Ada waktu kosong seminggu. Aku ingin semua anak-anak berkumpul dan bermain bersama. Aku ingin melihat Arion ceria lagi.

Kalimat itu memiliki arti, bahwa pria dingin disebelahnya ingin liburan dan tempat itu harus di Bali. Lebih tepatnya lagi, orang lain harus menyesuaikan waktu kosong dengannya yang sayangnya itu hal yang sangat sulit.

"Si orang Korea yang menyebalkan itu (Jung Taek Won, novel 'CEO and I'), sibuk dengan anak laki-lakinya yang sudah bisa merangkak, akan repot sekali untuk mengajaknya ke Indonesia. Sedangkan Jinhyuk (Pemeran utama di Novel 'Love Choco') dan Istrinya memang sedang mengurus kepindahan mereka ke Bali. Aku sendiri baru selesai liburan. Aku bisa di bunuh Zeno kalau minta liburan lagi."

"Kalau begitu ajak Zeno sekalian! Liburkan semua karyawan, mereka akan tetap setia dan malah akan memujimu sebagai direktur yang royal, nanti aku bantu kalau kau butuh pinjaman uang."

"Oh wow. Apa akhirnya kau jadi bodoh karena terlalu senang. Lupa kalau perusahaan milik ku bergerak dalam bidang penyiaran. Memangnya pernah ada stasiun TV yang tidak menayangkan siaran TV selama seminggu dengan alasan liburan? Otak mu yang sepertinya harus di periksa."

"....." Jawaban menyebalkan itu hanya mendapat lirikan sekilas dari Varo. Ia memang lupa kalau temannya itu CEO perusahaan penyiaran.

"Aku ingin Arion ku kembali ceria."

"......" Jadi??

"Aku juga ingin istriku punya banyak teman. Sejak menikah dengan ku.... tidak!. Dia....agak kurang bergaul dengan orang lain. Aku ingin saat aku tidak di sampingnya, dia bisa meminta bantuan dari orang-orang yang ku percayai, seperti keluarga mu, keluar Taek Won, dan keluarga Jinhyuk. Jadi aki tetap ingin kita semua bisa berkumpul di Bali. Terserah waktunya kapan."

The Last Chance (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang