Kesan kalian setelah baca Alkatrix sampai sejauh ini gimana? Semoga kalian tetap suka ya.
Jangan lupa vote dan komen khusus part ini.
Selamat datang di Alaktrix
***
Suara sirine ambulance berbunyi dengan nyaring sepanjang jalan menuju rumah sakit. Semua kendaraapun langsung menepi akibat mendengarnya. Ini bukan masalah egois jalan tapi ini menyangkut nyawa seseorang.
Ya seorang laki-laki yang kini terbaring lemah dengan selang oksigen dan jarum infus yang terpasang. Arga kini hanya bisa menutup matanya tanpa mengeluarkan satu katapun. Laki-laki ini pasti merasakan sakit yang luar bisa di sekujur tubuhnya, belum lagi luka di perutnya yang terus mengeluarkan darah.
Di sampingnya ada seorang gadis berseragam SMA lusuh terus menggenggam tangan Arga dengan kuat. Matanya sudah sembab, hidungnya memerah, penampilannya sangat berantakan. Rara yang kini menatap Arga penuh kekhawatiran. Baru kali ini ia melihat Arga yang penuh darah di seluruh tubuhnya. Merinding, itulah yang dirasakan Rara.
"Pak bisa tolong cepet gak?! Kasian pasien kalau terlambat ditangani," ujar Rara panik.
"iya sebentar neng kondisi jalanan macet," ujar Pak sopir rumah sakit.
Rara berdecik. Ia kesal pada dirinya sendiri. Hari sudah hampir malam dan sudah pasti kedaraan akan semakin menumpuk di jalanan karena jam kerja yang berakhir. Sial sekali.
Rara terus menatap wajah Arga sambil terus menggenggam tangannya kuat. Ia berusaha memberikan Arga kekuatan agar bisa bertahan. Ia tidak mau jika hal buruk kembali menimpa Arga.
"aku mohon bertahan Arga," ujar Rara pelan sambil terisak.
Mobil ambulance bergoncang kuat dan sudah sampai di rumah sakit. Perawat dan satpam langsung bergegas menurunkan brankar dari mobil ambulance dan langsung mendorongnya menuju ruang IGD. Disana semua orang terlihat panik, takut sekaligus prihatin saat melihat Arga yang dibawa masuk dengan kondisi kacau.
"tolong anda tunggu di luar ya," ujar salah satu perawat saat akan menutup pintu ruang IGD.
"tapi saya-"
"kami akan menangani pasien terlebih dulu saat keadaan pasien sudah membaik akan kami panggil anda," ujar perawat itu cepat dengan memotong perkataan Rara.
"tolong bantu selamatkan Arga ujar Rara.
"kami akan berusaha semaksimal kami," ujar perawat itu dan langsung masuk ke ruangan IGD.
Seketika tubuh Rara terasa lemas. Kakinya gemetar tidak sanggup lagi untuk berdiri. Bisa-bisanya ia kembali mengalami kejadian seperti ini untuk kedua kalinya. Hal yang dialami Arga sama persis dengan Rafael. Karena itulah Rara sangat takut jika takdir harus berjalan seperti saat dulu Rafael.
Semua orang menatap Rara dengan pandangan bermacam-macam, ada yang menatapnya jijik, khawatir, serta pandangan aneh lainnya. Bagaimana tidak, jika kalian melihat gadis berseragam SMA dengan darah dimana-mana. Hal apa yang akan kalian pikirkan?
"Rara," panggil Rey. Ia baru saja tiba di rumah sakit bersama dengan Niko dan Aldo.
Ketiganyapun berpenampilan tidak jauh lebih baik dari Rara. Luka lebam di wajah mereka serta beberapa luka lain akibat sayatan pisau di tangan juga kaki merekapun tidak mereka hiraukan. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan hal itu.
"Ra mending lo duduk dulu," ujar Rey menuntun Rara agar duduk di kursi tunggu rumah sakit.
"gue beli minum dulu bentar ya," ujar Niko langsung pergi untuk membeli air mineral.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Fiksi RemajaSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)