Halo semua langsung aja yuk jangan lula vote dan komen kalian di part ini. Oke
Selamat datang di Alkatrix
***
"Arga lo gak mau nginep disini aja?" tanya Nida.
"besok gue harus sekolah. Lagian kita cuman tunangan. Gak baik kalo tinggal serumah," ujar Arga menyentil hidung Nida.
"kan ada orang tua gue. Disini juga ada pembantu kok. Jadi gak cuman berdua," ujar Nida.
"tetep aja gue gak bisa. Lo mending istirahat sampai bener-bener pulih. Kalo mau pergi harus bilang ke Mamah Papah lo. Harus ada yang nemenin juga," ujar Arga.
"kenapa gak lo yang nemenin gue?" tanya Nida.
Arga menghela nafasnya pelan. "gue minta maaf. Masih banyak hal yang harus gue selesain. Nanti gue pasti sering ke sini kok," ujar Arga.
Nida tampak memanyunkan bibirnya karena merasa kesal dengan Arga yang sibuk dengan urusannya sendiri. "Arga?" panggil Nida.
Arga berdehem lalu memunggung ucapan Nida selanjutnya.
"lo beneran sayang sama gue kan?" tanya Nida.
Arga mengangguk. "iya kenapa emangnya? Kok nanya gitu?" tanya Arga.
"kalo gitu lo mau lakuin apapun yang gue maukan Ga," ujar Nida.
"iya apapun itu buat lo," ujar Arga.
"kalo gitu gue minta lo buat jauhin Rara. Lo gak boleh berhubungan lagi sama dia," pinta Nida.
Dahi Arga berkerut. "kenapa lo minta kayak gitu?" tanyanya heran.
"ya emang salah kalo gue minta lo buat jauhin cewek itu. Gue gak suka kalo lo deket-deket sama dia. Katanya lo sayang sama gue. Lo udah nunggu gue sejak setahun yang lalukan? Jadi stop buat deket sama cewek lain," ujar Nida.
Arga menatap ke luar jendela ruang tamu rumah Nida. Menjauhi Rara? Rasanya Arga tidak akan sanggup dengan hal itu. Bahkan tidak melihat wajahnya sehari saja Arga sudah tak karuan. Apalagi jika harus menjauhinya. Belum lagi tentang keselamatan Rara yang kini terancam.
Adnan, lelaki itu pasti akan berbuat lebih dari yang sebelumnya pada Rara. Tidak mungkan jika Arga membiarkannya.
"lo bisakan jauhin dia demi gue Ga?" ujar Nida.
"sorry gue gak bisa," jawab Arga.
"kenapa Arga? Lo itu tunangan gue. Kenapa lo terus mikirin cewek itu," ujar Nida kesal.
Arga menggeleng. Ia sendiri saja tudak tahu mengapa terus memikirkan gadis berambut hitam dengan senyuman indah itu.
"Arga lo itu kenapa sih? Kenapa harus ada Rara mulu di pikiran lo? Lo itu sayang sama gue kan?" ujar Nida terus.
"gue minta detik ini juga lo jauhin dia. Lo gak usah mikirin dia. Kalau enggak gue bakal ngelakuin hal yang gak akan pernah lo duga," ujar Nida kencang.
Kedua alis Arga hampir menyatu. "maksud lo?" tanyanya.
"nggak. Gue nggak bermaksud apa-apa," ujar Nida menggeser badannya agar lebih dekat dengan Arga. Kemudian ia memeluk Arga dengan erat.
Tubuh Arga terasa kaku dengan raut wajah yang tidak mengerti. Apa maksud perkataan Nida barusan.
"sorry gue harus pergi sekarang," ujar Arga melepas pelukan itu.
"mau kemana?" tanya Nida.
"ada sesuatu yang harus gue cek," ujar Arga langsung mengambil jaket dan kunci motornya. Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Nida.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Ficção AdolescenteSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)