Selamat pagi, siang, sore, malam semua
Happy reading
Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan comment
Semoga sukaaa
*****
"Rara,"
Suara berat khas cowok itu membuat seorang gadis berambut panjang menoleh ke belakang. Seorang lelaki dengan perawakan tinggi yang baru saja turun dari motor sport hitamnya itu datang menghampiri Rara.
Rara mengeryitkan dahinya. Tumben sekali cowok ini datang pagi ke sekolah. Biasanya juga bolos, ya paling gak telat deh.
"gue nelpon kenapa gak di angkat-angkat?" tanya Arga sebari merapikan rambutnya.
"gak sempet buka hp," jawab Rara singkat
Arga terus memperhatikan raut wajah gadisnya. Sepertinya ia marah pada Arga karena kemarin ia meninggalkannya. Gadis ini sama sekali tak menatap Arga.
"kalo ngomong itu tatap orangnya, lo pikir gue ada di bawah. Nunduk mulu,"
Rara menghela nafasnya, apa yang diinginkan cowok ini. "apa?"
Suara bising gibah dipagi hari mulai terdengar di telinga Rara. Semenjak menjadi pacar Arga, dirinya selalu menjadi pusat perhatian dan bahan pembicaraan orang. Ia risih dengan ini semua.
Berbeda dengan Arga, menjadi pusat perhatian sudah menjadi rutinitasnya dimana saja. Ia tak peduli ucapan orang lain, resiko memiliki wajah yang tampan itu seperti ini.
Arga langsung menggenggam tangan Rara, ia mengantarkan Rara ke kelasnya. Penampilan Arga memang tidak bisa dibilang rapi. Baju seragam yang sengaja dikeluarkan, lengan baju yang digulung hingga memperlihatkan otot kekarnya, serta topi hitam milik Rara yang menambah ketampanan Arga.
Semua orang memang selalu mencuri pandang Arga, sudah banyak perempuan yang mengantuk untuk jadi pacar Arga. Namun karena sikap Arga yang dingin serta terkenal kejam ini membuat nyali para perempuan itu ciut. Hanya ada satu orang yang dengan berani terus menggoda Arga. Ia bahkan berani bermanja-manja dengan sang ketua Alkatrix.
Sarah Maharani, siswa kelas XII IPS 5 yang menjadi gadis sampul majalah sekolah tahun lalu. Ia ikut ekskul modelling bersama dengan teman Rara, Gia. Tapi sikapnya berbeda dengan Gia, dilihat dari penampilannya saja sangat berbeda. Teman-teman Rara ini walaupun memiliki jabatan di bidang ekskulnya tapi mereka tidak pernah sombong sekalipun, bahkan mereka terlihat sangat sederhana.
"Hai Arga,"
Sapaan itu dihiraukan begitu saja olehnya. Ia tahu siapa yang memiliki suara centil yang dibuat-buat itu. Melirik saja Arga enggan.
Sarah meraih lengan kekar Arga, ia berusaha menghentikannya. Arga dan Rara sontak berhenti dan berbalik badan menatap siswa dengan penampilan cukup nyentrik ini.
Make up tebal, rok pendek diatas lutut serta flatshoes hitam miliknya. Bahkan dengan make up itu, Sarah terlihat lebih dua dari teman-temannya. Rara yang melihatnya saja, ia langsung merasa apakah benar Rara ini sudah kelas XII. Jika dibandingkan dengan Sarah, Rara hanya remahan cireng kesukaannya.
Arga menepis tangan Sarah yang menyentuhnya. Ia menatap datar gadis ini, pagi-pagi sudah ada saja yang mengganggunya.
"apa?"
"lo kemarin kenapa gak dateng ke acara makan malam ulang tahun gue? Gue kan udah ngundang lo, semua anak SMA Pratama Bangsa juga gue undang," ucap Sarah
Rara menatap Sarah malas. Apa katanya, semua orang diundang? Cih mana ada. Rara saja tidak diundang, lagipula jika diundangpun ia tak akan datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Novela JuvenilSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)