Jangan lupa vote dan komen kalian khusus di part ini.
Selamat datang di Alkatrix.
***
"LO GILA! SINTING! BERENGSEK BANGET! LO GAK SADAR KALAU ITU ARGA! OTAK LO DIMANA AN*JING?!" teriak Rey.
"Rey udah sabar dululah," ujar Niko.
"MANA BISA GUE SABAR SAMA KELAKUAN BOCAH INI!" tegasnya lagi.
Keempat inti Alkatrix sedang berkumpul di markas. Disini mereka duduk di hadapan Adnan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Luka di tubuh Adnan sudah mengering dan kondisinya tentu terawat. Meskipun Alkatrix menahan ia di markas tetapi tetap saja mereka masih berperikemanusiaan.
Adnan duduk bersila dengan tatapan yang aneh. Sejak kejadian seminggu yang lalu, laki-laki ini memang tak banyak bicara. Ia sudah berkali-kali menjadi bahan amukan Alkatrix maupun Darathon. Tentunya semua orang kesal dengan dirinya. Bahkan jika perlu mereka ingin Adnan mati.
Namun hal itu tidak mungkin dibiarkan. Aldo terus melarang semua orang untuk menghabisi Adnan. Ia masih ingat ucapan Arga agar tak melukai anggota keluarganya ini. Adnan ini bagian dari Alkatrix bukan?
Alkatrix, sebuah perkumpulan remaja dari SMA Pratama Bangsa. Kini anggotanya sudah berjumlah 260 orang saat kepemimpinan Arga. Arga dengan temannya menjadi angkatan ke 10 Alkatrix. Semua orangpun tau bagaimana Alkatrix ini. Remaja dengan segala kenakalannya.
"SIA TEH MIKIR NAN! ARGA KEUR KOMA GARA-GARA SIA!" teriak Rey lagi.
Rey sangat marah, ia bahkan membenci Adnan karena ulahnya. Ia sangat tidak menyangka jika Adnan tega melukai Arga seperti itu. Mereka sudah berteman sejak SMP, sulit mempercayai itu semua.
"Lo gak punya hati Nan. Dari kemarin Arga mikirin lo. Dia coba bikin lo sadar biar gak kayak gini, apalagi sampe berkhianat dari Alkatrix. Tapi apa balasan lo ke Arga? Lo malah mau bunuh sahabat lo sendiri! Lo lupa semua kebaikan Arga ke lo ha?!" ujar Rey.
"Lo itu sahabat gue! Keluarga gue! Jangan bertindak bodoh bisakan?! Kalau ada masalah tuh ngomong Nan! Lo itu egois!" ujar Rey lagi.
"ARGA YANG EGOIS! LO PIKIR ARGA BAIK HA?! DIA ITU CUMAN BANCI!" tegas Adnan menatap Rey tajam.
"JAGA MULUT LO BANGSAT!" ujar Rey.
"Woy udah dong. Lo pikir kayak gini bakal nyelesain masalahnya," ujar Niko menengahi mereka berdua.
"LO SEMUA ITU PECUNDANG! MAU-MAUNYA LO JADI ANAK BUAH ARGA! MANUSIA KAYAK ARGA TUH BERHAK MATI!" tegas Adnan.
"SIA NU KUDUNA PAEH AN*JING!" ujar Rey memberikan bogeman kencang di pipi kiri Adnan. (lo yang harusnya mati)
"REY KELUAR!" tegas Aldo cepat.
"REY UDAH WOY! JANGAN ASAL TONJOK MULU NJING!" ujar Niko menarik Rey agar menjauh dari Adnan.
"LO KETERLALUAN NAN! LO GILA!" ujar Rey.
Aldo menahan dada Rey dengan tangan kirinya. Ia lantas menatap Rey tajam. "keluar Rey!" perintah Aldo pelan namun menusuk.
"APAAN SIH DO! MAU SAMPAI KAPAN LO BELAIN DIA?!" tegas Rey menantang Aldo.
"Nik bawa Rey keluar!" ujar Aldo.
"GUE TANYA MAU SAMPAI KAPAN LO. BELAIN DIA?!" ujar Rey menarik kaos hitam yang dipakai Aldo.
Aldo hanya diam menatap Rey dengan tatapan dinginnya.
Rey tertawa hambar. "oh jangan-jangan lo juga sama kayak si bangsat ini kan? Lo mau ngehianatin Alkatrix juga? Lo mau bunuh Arga juga ha?!" ujar Rey.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Teen FictionSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)