43. FARHAN AMARDIKA MAHENDRA

4.8K 257 55
                                        

Apa kabar semua? Gimana hari ini? Sekarang Alkatrix update lagi. Maaf lama ya haha

Jangan lupa tinggalkan vote dan komen kalian ya..

Oke deh selamat datang di Alkatrix

***
"CEPET NGAKU! ATAU GUE BIKIN LO SEMUA ANCUR DI ALKATRIX!" teriak Arga kesal. Ia membanting sebuah bangku yang ada di markas hingga hancur.

Ucapan Arga tidak pernah main-main ia akan menghancurkan semuanya jika pelaku itu tidak juga mengaku.

"PENGECUT LO! BANGSAT!" teriak Arga lagi.

Arga menonjok orang itu dengan sekali pukulan yang membuatnya terjatuh dan sudut bibirnya robek. Arga benar-benar tidak lihat-lihat siapa yang dia pukul kali ini.

Niko jatuh tersungkur menatap Arga tidak percaya. Saat mengamuk biasanya Arga tidak akan melampiaskannya pada siapapun, pasti hanya benda yang akan jadi sasarannya.

"ARGA ANJING LO! ITU NIKO NGAPA LO PUKUL!" teriak Rey.

"ARGA SADAR WOY!" teriak Adnan menahan tubuh Arga. Biasanya Arga akan langsung diam tapi kali ini ia benar-benar marah besar.

"GAK USAH IKUT CAMPUR!" tegas Arga tepat di depan wajah Adnan. Ia menarik kerah baju Adnan dan menatapnya dengan tajam.

"gue gak akan berhenti sebelum pelakunya ketemu Nan, gue bakal ngehancurin pelaku itu. Dia yang udah ngehancurin hidup gue, hidup Rara dan hubungan gue sama Rara," ujar Arga pada Adnan.

"TAPI LO GAK USAH MUKUL ORANG SEMBARANGANLAH ANJING!" ujar Rey langsung memukul wajah Arga. Ia kesal karena Arga memukul Niko seenaknya.

"LO UDAH GILA YA!" teriak Rey.

"WOY WOY UDAH DONG," ujar anak Alkatrix yang lainnya. Semuanya menahan orang-orang ini agar tidak tambah kacau.

"SADAR ARGA! LO PIKIR SIKAP LO KAYAK BEGINI BAKAL KETEMU TUH PELAKUNYA HA?! GAK MIKIR ANJING," kesal Rey.

Kalian tahukan Rey itu meski orang yang mudah tertawa dan kocak tapi sifat aslinya yang kejam akan keluar dalam keadaan apapun. Ia juga akan menantang Arga jika perlaku Arga tidak benar baginya.

"APAAN SIH BANGSAT!" teriak Arga menatap tajam Rey.

"Rey udah Rey," ujar Niko mencoba berdiri.

Arga mengusap wajahnya gusar dengan nafas yang memburu. "GUE BAKAL NGEHAJAR LO SEMUA! CEPET NGAKU LO BANGSAT!" teriaknya lagi.

"SADAR ARGA!" ujar Aldo.

"lo pikir dengan lo kayak gini bakal nyelesain masalahnya?! Yang ada pelakunya gak bakal ngaku! Tenangin diri lo! Sikap lo yang kayak gini cuman nambah-nambah masalah!" ujar Aldo.

"tapi gue mesti nemuin pelaku itu Do," ujar Arga pelan.

"iya tapi gak gini caranya!" seru Aldo tegas.

Arga diam dan menunduk lemas. Benar kata Aldo, sikapnya yang seperti ini tidak akan memecahkan masalah. Malah orang lain yang akan menjadi sasarannya. Tapi ia emosi jika pelaku itu benar-benar anggota Alkatrix.

Dasar penghianat!

Dasar pengecut!

Arga pastikan ia akan membunuh orang itu. Tapi kenapa harus Alaktrix? Apa benar orang itu Alkatrix? Lalu siapa yang meneror Rara sampai kini?

Bodoh sekali dirinya. Di gengnya ada seorang penghinat yang tidak pernah ia sadari. Benar-benar berkedok tebal orang itu.

"BANGSAT!" teriak Arga langsung meninju tembok di sampingnya.

ALKATRIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang