30. stroberi dancow

5.4K 334 4
                                        

✨Selamat membaca ✨
Aku tahu kalian tahu cara menghargai sebuah karya itu bagaimana.

Semoga kalian sukaaa

***

"cara menjadi fakboi,"

"langkah-langkah fakboi sejati,"

"cara berpacaran dengan dua orang perempuan,"

"manfaat fakboi,"

"lo ngapain sih Do, lo mau jadi fakboi?" Niko sudah tertawa.

Sejak tadi Aldo hanya memperhatikan layar ponselnya. Kedua halisnya hampir bersatu dan ada sedikit kerutan di dahinya. Mulutnya terus membaca sesuatu yang ada di ponselnya. Namun dengan gerakan cepat Niko merebut ponsel Aldo dan membaca beberapa kalimat di laman pencarian youtube itu.

"ANJIR SEJAK KAPAN LO MAU JADI FAKBOI? Diajarin siapa hah, ngomong cepet Do," Niko berbicara dengan sangat keras membuat para siswa yang ada di kelas, refleks memperhatikannya.

"Rey sini Rey bantuin gue, buruan,"
Rey baru saja masuk ke kelasnya bersama Arga dan Adnan. Rey menaikan sebelah alisnya menatap Niko heran. Tapi tak tunggu lama, ia langsung berlari ke arah panggilan itu.

"pegang tangannya Aldo, jagain buru," ucap Niko. Sedangkan Rey hanya menurut.

"CIK SAHA COBA SILAING? MANEH TI MANA, TI KALER, WETAN, KIDUL ATAWA KULON," Niko memegang jidat Aldo dan membacakan mantra seperti orang kesurupan. Sedangkan Aldo ia sudah muak melihat tingkah temannya ini. (siapa kamu? Kamu dari mana, utara, timur, selatan atau barat)

"AING MAUNG HEJO, MANEH SAHA?" timpal Rey. Ia sudah ikut-ikutan gilanya dengan Niko.

"SI GOBLOK, EMANG AYA MAUNG HEJO PERSILANGAN JEUNG HULK HAH," ucap Arga.

"BELEGUG SIA," timpal Adnan.
Arga dan Adnan sudah tertawa ngakak melihat ini. Apalagi wajah Aldo yang sudah ingin menelan Niko dan Rey hidup-hidup.

"CAI CAI," teriak Niko.

Niko mengambil botol minum Arga yang tinggal sedikit. Tak tunggu lama, ia langsung mengguyur Aldo. Pakaian Aldo langsung basah sampai buku yang ada di atas mejanya terkena air.

"lo berdua apaan sih," Aldo sudah melepaskan dirinya dari Rey. Dan berusaha merapikan pakaiannya. Niko dan Rey sudah ngakak terjungkal-jungkal melihat wajah kesal Aldo yang tampak menggemaskan.

"ANJIR lo yang kenapa bangsul? Ngoceh pengen jadi fakboi segala,"

Rey, Arga dan Adnan saling pandang. Syok mendengar perkataan Niko barusan. Aldo mau jadi fakboi? Bener-bener kesurupan nih kayaknya.

"lo beneran kesurupan pengen jadi fakboi Do?" tanya Arga menahan tawanya saat ini.

"kelamaan gaul sama Rey sih lo, jadi kayak gini kan doi simpenan gue," sahut Niko.

"lah kok aing sih jing," sewot Rey.

"ngaco lo semua," Aldo kembali duduk dengan tenang di kursi belakangnya. Ia memainkan ponselnya kembali.

"terus kenapa di yutub lo isinya kayak gitu semua ceng," tanya Niko.

"Aldi," singkat Aldo.

"kok lo jadi nuduh adik lo sendiri sih, kakak macam apa lo," ucap Adnan. Ia duduk tepat di meja depan Aldo. Kedua kakinya ia biarkan terayun begitu saja.

Aldo berdecik, kenapa ia punya teman seperti ini. "Aldi minjem hape gue semalem, trus pas gue liat isinya kayak begitu," jelas Aldo.

Keempat lelaki itu langsung tertawa. Wah benar-benar bibit fakboi nih.

ALKATRIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang