57. KEPUTUSAN ARGA

5.1K 315 26
                                        

Halo semua jangan lupa follow akun wattpad aku dulu yaa

Langsung aja jangan lupa vote dan komentar kalian yaaaa

Selamat datang di Alkatrix

***
Kelima anggota inti Alkatrix sedang berkumpul di kamar Arga untuk menyelesaikan masalah ini. Sudahlah jangan dinanti-nanti, mereka ingin masalah ini cepat selesai. Sial sekali.

"Nik tutup pintu kamar gue," titah Arga.

Niko mengangguk dan langsung menutup pintu kamar Arga. "kalau Rara masuk gimana?" tanya Niko.

Mengingat kini mereka memang sedang ada di rumah Arga. Sedangkan Rara sedang ada di dapur membantu Bunda Arga untu memasak.

"jangan sampai dia tau ini masalah Alkatrix. Gue gak mau nantinya tambah runyem," ujar Arga.

Niko kemudian berdehem. "ok sekarang gimana?" tanyanya sambil memperhatikan temannya satu persatu.

"gue mau masalah ini cepet selesai. Gue gak mau ada salah paham mulu apalagi sampai jatuh korban berikutnya," ujar Arga.

Keempat temannya berusaha mendengarkan apa saja perkataan Arga. Mereka tidak ingin ada satupun yang terlewatkan. Begitu juga dengan Adnan, laki-laki itu masih konsisten dengan wajah datarnya.

"sebelumnya gue mau minta maaf ke lo semua. Jujur gue udah berusaha jadi pemimpin yang bener untuk Alkatrix. Tapi ternyata gue udah gagal ngelindungin lo semua. Gue lengah sampai ada masalah kecil yang akhirnya berujung tetesan darah. Gue sadar disini bukan gue doang yang jadi korban tapi semua anggota Alkatrix. Termasuk lo Nan," ujar Arga.

"gue udah tau masalah lo Nan. Aldo udah cerita semuanya ke gue," ujar Arga.

"lo udah tau?" tanya Adnan.

Arga mengangguk. "jujur gue gak tau kalau lo emang punya perasaan sama Nida. Lo gak pernah bilang ke gue kalau lo juga naksir cewek itu dan bodohnya gue juga gak sadar. Seharusnya lo bilang ke gue kalau lo suka sama Nida. Gue awalnya ngira kalau cuman Rafael yang suka sama Nida makanya gue berusaha keras biar Nida jatuh cinta sama gue. Tapi ternyata gue salah Nan," jelas Arga.

"gue salah tentang cewek itu. Nida yang awalnya gue kira cewek baik-baik ternyata gak Nan. Tristan ngasih tau semuanya ke gue. Ternyata dulu Nida yang ngejar-ngejar Rafael, dia pengen harta dan kekuasaannya yang gue gak tau buat apa. Tristan tau itu karena Rafael cerita ke dia. Rafael gak mau kalau anak Darathon sampai masuk ke permainan Nida. Dan sekarang disini gue mau ngasih tau yang sebenarnya ke lo semua," ujar Arga.

"gue udah kejebak sama permainan cewek itu. Dia cuman mau harta dan kekuasaan gue doang. Gue udah buta sama cinta, gue terlalu terobsesi sama dia sampai gue gak pernah liat sekeliling gue. Gue terlalu egois untuk perasaan gue. Lo tau? Sekarang gue nyesel pernah punya perasaan ke cewek itu dan gue gak mau ada anak Alkatrix yang masuk ke permainan dia lagi," ujar Arga.

"MAKSUD LO NIDA CEWEK GAK BENER HA?!" ujar Adnan menarik kerah baju Arga.

Arga menahan narikan Adnan yang berhasil membuatnya terkejut. "dengerin dulu penjelasan gue," ujar Arga.

Adnan melepaskan cengkramannya dengan raut wajah kesal. Ia tidak terima jika Nida dicap sebagai perempuan tidak baik.

"gue tau disini gak sepenuhnya Nida salah karena gue juga dengan mudahnya terbuai sama perasaan gue sendiri. Gue gak ngecap dia sebagai cewek gak bener. Disini gue cuman ngasih tau apa yang gue tau Nan. Gue dan Aldo udah nemuin beberapa bukti tentang kelakuan buruk cewek itu. Mungkin Nida yang kita kenal itu cewek pendiam, anggun, dan cantik. Tapi setelah gue tau apa yang sebenarnya terjadi di sekolah. Itu semua jauh dari dugaan kita," jelas Arga.

ALKATRIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang