Halo semua apa kabar?
Aku mau promosi dulu ya hehe. Kalian jangan lupa mampir ke cerita kedua aku ya judulnya Arthur. Di cerita ini juga bakal ada kejutannya juga.
Cerita ini bercerita tentang seorang remaja, ketua geng berkepribdian tegas, berani tapi sepi. Kehidupannya yang gelap yang tak sengaja diberikan cahaya lentera oleh seorang gadis dengan kepribadian berbanding terbalik darinya. Cerita ini juga tentang keluarga, solidaritas, antara kegelapan dan sinar terang. Solidaritas ketika salah satunya runtuh. WARBES satu kata, dengan segudang cerita.
Diam, pikirkan, Serang!
ARTHUR GANASWARA dan CILLA TIVANIA

Jangan lupa baca cerita kedua aku ya. Semoga kalian suka.
Selamat datang di Alkatrix
***
Rara menghela nafasnya pelan. Ia sangat bersyukur setelah beberapa hari ia berdoa dan menunggu pertolongan, akhirnya sang penolongpun datang. Mata Rara berkaca-kaca ada butiran bening yang hampir saja jatuh membasahi pipinya. Sungguh, ia sangat bersyukur.
Pandangan mata Rara beralih pada Nida. Gadis yang berada di sampingnya dengan posisi yang sama diikat. Hanya bedanya kondisi Nida masih baik-baik saja, mungkin hanya bajunya saja yang kotor. Berbeda dengan Rara, kondisinya jauh dari kata baik.
Jika kalian ingin tahu, sudah hampir satu minggu ia disekap ditempat ini. Benar, Rara disekap oleh Adnan, salah satu inti Alkatrix. Awalnya ia tidak menyangka jika Adnanlah pelaku dari semua hal yang terjadi padanya. Adnan yang membunuh Rafael. Adnan yang selalu mengantarkannya pulang jika diperintah oleh Arga. Adnan yang Rara kenal sebagai laki-laki baik dan humoris.
Namun pada hari itu Adnan sangat berubah. Ia berubah menjadi laki-laki yang sangat tidak Rara kenal. Entah kenapa Adnan menculik dirinya. Apakah ada alasan lain yang membuatnya bersikap seperti ini? Beruntung Rara masih hidup karena Adnan sempat memberinya makan walau hanya dua kali dengan porsi yang sedikit.
"Rara," ujar Arga pelan.
Rara memandang kedua mata Arga dengan lekat. Orang yang telah ia tuduh sebagai pembunuh kakak kandung Rara, kini malah menolong dirinya. Berdosa sekali Rara telah menuduhnya.
Arga berjalan mendekat ke arah Rara. Ia berusaha melepas ikatan tali yang sangat kuat bahkan sampai melukai tubuh Rara. Kemudian ia melepas kain yang menutup mulut Rara dengan pelan takut melukai luka yang ada di sudut bibirnya.
"lo sekarang aman. Ada gue Ra," ujar Arga.
"BERENGSEK!" teriak Adnan langsung menikam Arga dengan pisau yang ia bawa.
Srett
"ARGA!" teriak Rara tidak percaya apa yang terhadi di depan matanya.
Begitu juga dengan Nida. Matanya terbuka lebar. Mereka berdua sangat terkejut degan darah yang tiba-tiba saja keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Teen FictionSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)