Halo semua apa kabar? Sehat terus ya.
Siapa aja yang baca cerita Alkatrix nih, semoga kalian tetap suka dengan ceritanya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, biar aku lebih semangat lagi nulis ceritanya. Kalian juga tahu kan, tinggal klik bintang di pojok kiri bawah tuhhh
Selamat membaca semua. ALKATRIX
***
"RARA?!"
"ngapain lo ngelamun disitu?" tanya Niko. Ia baru saja sampai di rumah Arga bersama Aldo, Adnan dan Rey.
Mereka berempat nampak membawa tiga bungkus plastik besar yang berisikan makanan ringan serta buah-buahan. Niko nampak terkejut melihat Rara yang hanya diam saja diambang pintu pemisah antara ruangan di rumah Arga. Padahal tadi ia sudah mendengar suara Arga tapi kenapa Rara hanya diam saja disini.
"Ra lo baik-baik aja?" tanya Adnan memegang pundak Rara.
Rara mengangguk, ia tersenyum dan berusaha agar terlihat baik-baik saja. Mungkin perempuan itu adalah saudara Arga, jadi wajar saja mereka seperti itu.
"si cumi ada di dalem kan Ra?" tanya Niko menoleh kesana kemari.
"ada ko Nik, tadi Arga lagi makan," jawab Rara sedikit lesu.
"kok lo gak nemenin dia makan Ra?" timpal Rey. "biasanya juga si cumi manja sama lo,"
"gapapa kok," jawab Rara terkekeh garing. "gue pamit pulang duluan ya,"
"lah kok mau balik aja sih Ra, kita baru aja sampe. Pesta dulu lah kita," ujar Niko dengan gaya swagnya.
Adnan menjitak kepala Niko, hingga membuatnya meringis. "si cumi lagi sakit pinter, dan lo mau bikin acara dugem di depan orang sakit gitu hah," ujarnya kesal.
"aduh Nan sakit dong," ujar Niko. "gue kan cuman becanda sayang,"
"lo balik sendiri Ra?" tanya Adnan sedikit khawatir.
Rara mengangguk, tidak mungkin kan ia meminta Arga untuk mengantarnya pulang. "iya gue udah biasa sendiri kok,"
"sudah terlalu lama sendiri, sudah terlama Rara pulang sendiri," senandung Rey dengan tangan kanan yang mengepal seoalah-olah menjadikannya mikrofon.
"si kunyuk kalah kah nyanyi," ujar Niko kesal. (kunyuk malah nyanyi)
"tong tegang teuing atuh lur hirup mah," ujar Rey santai sambil terkekeh.
(jangan terlalu tegang hidup tuh)
"yaudah biar gue yang anter lo ya Ra," tawar Adnan berbaik hati. Lagipun ia sudah biasa mengantarkan Rara karena perintah dari ketuanya, Difarga.
"gak usah Nan, makasih," nolak Rara lagi. "gue duluan ya,"
Rara langsung pergi sambil melambaikan tangannya pada mereka semua. Ia datang dan pulang dari rumah Arga tanpa sepengetahuan sang empu. Terserahlah, moodnya tiba-tiba hancur setelah melihat itu.
Keempat laki-laki itu hanya bisa mengangguk sambil mengingatkan Rara untuk terus berhati-hati. Mereka berjalan menemui Arga yang tadi Rara bilang sedang sibuk makan.
"buset manja bener sampe disuapin gitu bos," ujar Rey melihat Arga disuapi oleh Nida.
Nida hanya tersenyum malu. Piring nasi Arga hanya tinggal setengah, beruntung Arga tidak rewel soal makanan. Ia kembali menyuapi Arga tanpa malu di depan teman-temannya.
"jadi sebenernya lo sakit apa nggak? Kok gue liat lo sehat-sehat aja," ujar Adnan membuka botol minuman soda yang ia bawa tadi.
"gue gapapa tadi cuman kerasa pusing aja, tapi sekarang udah mendingan kok," jawab Arga.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
JugendliteraturSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)