28. cerdas cermat (2)

5.3K 317 8
                                        

✨Selamat membaca semua✨
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan vote dan komen yaaa

Terimakasih

***

Hari ini para perwakilan SMA Pratama Bangsa akan kembali bertanding asah otak dengan peserta yang lainnya. Perlombaan diadakan di sekolah tetangga,  yaitu SMA Wijaya. Untuk itu semua murid dipulangkan karena guru-guru juga sedang mengadakan rapat.
Sebagian murid pergi ke SMA Wijaya untuk mendukung jagoannya.

Tentunya anak Alkatrix pun ikut, mereka bersedia mengawal para temannya. Arga sudah memberi perintah pada anggotanya, mereka harus saling menjaga satu sama lain karena mereka semua akan datang ke SMA musuhnya. Tentunya ia khawatir akan terjadi hal-hal yang buruk, apalagi jika itu menimpa murid SMA-nya yang tak tahu apa-apa.

"jadi udah siap?" tanya Arga

Rara tesenyum, detak jantungnya bekerja dengan cepat. Hari ini ia harus membanggakan semua orang termasuk mendiang orang tuanya. Meski Rara sudah sering ikut olimpiade, tapi rasa gugup masih saja ada.

Arga menggenggam tangan Rara berusaha menenangkannya.
"tenang aja, gue yakin lo bisa,"

"tapi gue deg-degan nih,"

"kalo nggak deh-degan mah mati atuh," ucap Arga

"ihh gue serius Arga,"

Arga memegang kedua pundak Rara dan menjajarkan tubuhnya dengan Rara. Wajah mereka saling berhadapan hanya berjarak satu jengkal. Hal itu membuat jantung Rara semakin berdetak tak karuan.

"gue siapanya lo?," tanya Arga. Dahi Rara berkerut, menatap Arga heran.

"lo pacar gue kan," jawab Rara ragu.

"kalo gitu panggilnya aku-kamu,"

"iya lo juga tuh,"

"eitss kamu Rara kamu," ucap Arga mencolek pipi kiri Rara

"iya iya deh," Rara tersenyum. Ia terus menatap mata abu milik lelaki dihadapkannya ini. Mata yang indah dihiasi bulu mata yang lentik, dengan sorot mata yang tajam.

"CUMI," teriak Niko menghamburkan pandangan kedua insan tersebut.

"ayo berangkat, biar nggak telat," ucap Niko

"ayo," ajak Arga dan disambut anggukan kepala Rara.

Semua anak Alkatrix sudah ada di parkiran dengan kendaraannya masing-masing. Mereka sudah siap untuk mendukung jagoannya. Bahkan bu Veni dan pak Jos sudah berada di mobil bersama guru yang lain.

Sudah tak heran jika setiap ada perlombaan atau apapun itu pasti anak Alkatrix akan ikut mendungkung, apalagi Aldo adalah inti dari Alkatrix. Dan hari ini kekasih dari ketua mereka pun mengikuti perlombaan tersebut, sudah dipastikan mereka akan datang.

"ini mau ngedukung cerdas cermat atau tawuran," gumam Rara melihat gerombolam remaja yang didominasi laki-laki itu.

Arga terkekeh, mungkin dulu Rara tidak pernah didukung dengan siswa sebanyak ini. Karena memang hanya sebagian saja anak Alkatrix.

Motor hitam Arga sudah melaju di posisi paling depan dengan Rara yang diboncengnya. Diikuti oleh keempat inti yang lainnya. Ditengah ada kendaraan yang dikendarai oleh guru mereka. Lalu dibelakang anggota Alkatrix yang lainnya.

Semua anak Alkatrix mengenakan jaket hitam parasut mereka. Bahkan Dika membawa bendera hitam bertuliskan Alkatrix, ada juga yang menggunakan ikat kepala seperti Arga. Jika orang lain lihat, mungkin mereka akan mengira jika ini akan tawuran.

ALKATRIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang