Happy reading semuaa
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Jangan lupa vote dan comment yaa✨✨
***
Hari libur sekolah ini Rara fokus dengan buku LKS-nya. Kacamata yang bertengger di hidungnya serta suara goretan pulpen pada kertas memecah keheningan di apartemennya. Sebenarnya ini bukan PR, tapi Rara harus tetap belajar. Ia harus mengasah otaknya agar tak cepat lupa dengan materi pembelajarannya.
Secangkir teh hangat dengan keripik singkong pedas menjadi temannya saat ini. Di saat seperti ini, Rara benar-benar merasa sepi. Tak ada seorang pun yang berbicara selain dirinya, kalau pun ada mungkin itu makhluk yang memuakkan kakinya pada tanah. Kadang ia juga merasa ngeri sendiri jika berpikir kalau mereka semua ada disini.
Tok tok tok
Rara terkejut mendengar suara ketukan pintu berwarna coklat itu. Memangnya orang itu tak melihat bel apa? Kan bisa pake bel? Ini nih yang bikin ngeri.
Ia menaruh cangkir tehnya dan berjalan mengendap mendekati pintu itu. Ia mulai membuka pintu dan matanya langsung membulat sempurna saat melihat siapa yang datang.
Wangi maskulin dari lelaki ini sangat Rara sukai. Ia nyaman dengan aroma ini. "mau apa kesini?"
Arga tak menjawab, ia langsung masuk dan duduk di sofa putih. Sedangkan menyusulnya dan duduk di carpet berbulu dengan sebuah meja didepannya serta buku dan kertas coretan.
"mau apa kesini?" tanya Rara lagi
"lo gak mau nyiapin teh atau kopi gitu?" ucap Arga, ia meraih remot TV dan menekan tombol on/off disana.
Rara berdiri dan menuju ke dapur, Arga ini memang menyebalkan. Ia kembali dengan secangkir teh hangat beraromakan melati yang menenangkan.
"gak ada kopi, adanya teh,"
Arga mengambil teh itu dan menikmati setiap tegukan hangat yang tercipta. Ia memang sengaja ke apartemen Rara, entahlah ia juga tak tahu tiba-tiba saja perasaannya menyuruh ia untuk datang kesini.
Rara kembali fokus dengan soal-soal di buku LKS-nya. Ia tak memedulikan Arga, toh Arga juga sibuk menonton TV acara talkshow pagi.
Televisi itu memang menyala tapi perhatian Arga terus tertuju pada Rara yang kelihatannya sangat sibuk. Ini kan hari libur, kenapa bisa-bisanya Rara berkutat dengan soal-soal yang memusingkan itu.
"lo ada tugas?" tanya Arga
Rara menoleh, ia menaikkan kacamatanya yang sempat merosot di hidung mancungnya. "gak ada sih cuman lagi belajar aja," ucap Rara.
"kenapa? Mau belajar juga?"
Arga mengangguk, ia memang sering belajar bersama Aldo di markas ataupun di gedung belakang sekolahnya. Arga ini memang pintar meski tak sepintar Aldo. Aldo itu kelewat jenius menurutnya.
"emang bisa?" tanya Rara. Ia menyodorkan salah satu soal kimia yang ada di kertas selembar pada Arga. Arga ini kan anak IPS, mungkin Rara berpikir jika Arga tak akan bisa menyelesaikannya.
Setelah Arga meraih soal itu, ia mulai fokus dan Rara terus memperhatikannya. Sedikit-sedikit ia juga belajar tentang materi anak MIPA, kan baik MIPA maupun IPS itu sama saja. Mereka memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing.
Arga memberikan kertas itu dan Rara menerimanya. Ia memicingkan matanya pada Arga, cepat sekali ia menyelesaikan soal yang cukup sulit baginya. Rara mulai mengecek cara penyelesaian dari jawaban Arga. Dan ternyata jawaban Arga benar dan cara penyelesaiannya pun benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
TienerfictieSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)