Haloo semuaa wahh udah mulai nih haha. Kalian pusing gak bacanya? Aku juga pusing bikinnya haha..
Selamat membaca semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Klik bintang di pojok kiri bawah yaa biar aku lebih semangat nulisnya. Makasihh
Selamat datang di Alkatrix.
***
Rara berjalan sendirian dengan kedua tangan memegang tali ranselnya. Wajahnya terlihat lesu tak bersemangat. Padahal ia sudah sarapan tadi di rumah tapi tetap saja tidak membuat tenaganya terkumpul penuh hari ini.
Jarak dari halte ke sekolah memang tidak cukup jauh, hanya beberapa meter jauhnya. Tapi Rara seakan-akan terus memperlambat langkah kakinya. Baru kali ini ia merasa malas untuk pergi bersekolah.
Tiba-tiba mata lentik itu tak sengaja melihat objek yang ia kenal. Si pengendara dengan motor hitam juga baju seragam yang dibiarkan terbuka dan menampilkan kaos hitam polosnya. Tapi yang Rara tahu, jok belakang motornya itu tidak kosong. Ada perempuan yang dibonceng olehnya. Siapa lagi kalo bukan Nida.
Kini Rara dan Arga berpapasan untuk masuk ke gerbang sekolah. Arga langsung memarkirkan motornya itu dengan rapi. Ia melepas helmnya dan mengacak-acak rambut coklatnya. Biarlah agar dirinya terlihat lebih tampan.
Rara mendekat ke arah Arga dan Nida. Tak lupa ia mengeluarkan kotak makanan berisikan roti isi dengan sekotak susu stroberi. Berharap saja agar Arga mau menerima pemberiannya ini.
"ARGA!" panggil Rara keras.
"ini aku bawa sarapan buat kamu, dimakan ya," ujar Rara memberikan kotak makanan itu ke Arga.
Arga menatap malas, "gue udah sarapan," balasnya dingin.
"kamu beneran udah sarapan Ga? Kamu jangan boong, kamu biasanya kan gak sarapan dirumah Ga," ucap Rara.
"lo pikir gue tukang boong," ketus Arga.
"gue bukan tukang boong kayak lo. Gue juga bukan anak kecil yang harus lo urus tiap hari," lanjut Arga.
Rara tersentak. Bukankah wajah jika ia membawakan bekal sarapan untuk pacarnya sendiri. "aku gak memperlakukan kamu kayak anak kecil Ga. Aku cuman mau mastiin kalo kamu udah sarapan atau belum,"
"terserah lo Ra, gue mau masuk," ujar Arga. Ia meraih tangan kanan Nida dan menggandengnya menuju kelas.
"ARGA!" ujar Rara. "kamu kenapa gini sih, aku kan baik mau ngasih bekal sarapan sama kamu. Sebenarnya pacar aku tuh kamu atau Nida sih,"
Arga berhenti, dadanya kembali berdetak cepat. Emosinya kini semakin menaik. "perlu gue jawab?" tanya Arga.
"lo belum ngaca di rumah?" tanyanya lagi. Ia langsung pergi tanpa memedulikan Rara sendirian.
Rara menatap kotak makan itu, apa Arga benar-benar marah padanya? Sungguh, Rara bingung dengan yang terjadi saat ini.
"kasian banget ya pacarnya nempel-nempel sama cewek lain," ujar seseorang itu tiba-tiba.
Rara mendongkak dan melihat siapa yang berbicara seperti itu padanya. Ia memutar bola matanya malas. Pagi-pagi sudah bertemu dengan cewek sok berkuasa ini. Heuhh belum apa-apa rasa kesal Rara sudah mencapai level tinggi.
"ututuuu sekarang gak dipeduliin lagi nih sama pacarnya. Padahal kemaren lengket banget tuh," ledek Sarah lagi.
Ia mengelus-elus rambut Rara. Tentunya itu adalah tanda ledekan dari dirinya. Sudah pasti Sarah senang melihat Rara diperlakukan seperti itu oleh Arga.
"maaf ini bukan urusan lo," ketus Rara.
"oh iya? Gimana rasanya diselingkuhin di depan muka sendiri? Wajar sih Arga milih cewek itu dibandingkan lo. Lo kan cupu, sok kalem, sok cantik. Tapi padahal kelakuan lo malah nempel-nempel terus sama orang yang jelas-jelas musuh dari Alkatrix," ujar Sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Ficțiune adolescențiSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)