✨Selamat membaca✨
"kita gak bisa liat mereka, cuman bisa merasakan. Tapi lo harus tau kalo mereka itu ada" –Difarga
Semua murid sudah pulang ke rumahnya masing-masing sejak bel pulang berbunyi 10 menit yang lalu. Lain halnya dengan seorang gadis yang masih betah di ruangan yang penuh dengan buku.
Rara duduk diantara rak-rak buku yang tinggi, buku-buku tebal berserakan dilantai akibat ulahnya. Sore ini perpustakaan sangat sepi, bahkan bu Ika–penjaga perpustakaanpun sudah pulang.
"arghhh kenapa yang ini susah banget sih," Rara mengacak rambutnya frustrasi. Ia tengah memecahkan kumpulan soal olimpiade yang diberikan Farhan padanya.
Sebenarnya Farhan sudah berjanji akan belajar bersama dengan Rara. Namun salah satu pengurus OSIS memberitahunya jika ada rapat OSIS mendadak untuk membahas acara tahunan SMA. Alhasil ia harus belajar sendirian di perpustakaan sekolah.
Niatnya sih Rara mau pulang saja, tapi setelah dipikir-pikir mau di rumah atau di sekolah pun sama sepinya.
Derit pintu kayu perpustakaan berbunyi membuat Rara seketika menoleh, mencari tahu siapa yang datang ke sini. Ia berdiri dan berusaha mengintip dari sela-sela buku yang berbaris rapi di rak.
"ngapain lo disitu?,"
"ALLAHU AKBAR,"
Rara terkejut ia memegang dada sebelah kirinya ketika suara berat itu terdengar dibelakangnya. Bagaimana bisa lelaki itu tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"hobi banget sih bikin orang kaget. Heran," ucap Rara memukul lengan kekar didepannya ini.
"lo nya aja yang jantungan," ucap Arga cuek.
Rara kembali duduk dilantai dan bersandar pada rak buku disusul dengan Arga.
Arga memperhatikan buku yang berceceran di lantai hingga banyak kertas robekan disana. "lo lagi ngerenovasi perpustakaan?" tanyanya heran
"enak aja, gue lagi belajar,"
"sendirian?"
"lo gak liat cuman ada gue doang di perpus hah,"
Arga menatap Rara datar, ia menaruh tas hitamnya disamping Rara dan pergi begitu saja meninggalkannya. Dahi Rara mengeryit, Arga ini kenapa sih.
Tak lama Arga kembali dengan dua cup es krim rasa stroberi yang ia beli di kantin sekolah. Ia memberikannya pada Rara.
"tumben beli es krim, satu lagi buat siapa?"
Arga masih diam, ia membuka tutup cup es krim itu dan menyimpannya tepat disamping kanan Rara. Tak lupa sendok es krim itu ia simpan di cupnya.
Rara menatap Arga heran, "kenapa di simpen di situ Ga?"
"gak pa-pa, lo suka gak es krim nya?" tanya Arga
"suka, suka banget. Udah lama gue gak makan es krim," jawab Rara antusias. Matanya berbinar menatap es krim stroberi yang ada di tangannya.
"lo gak mau?" Rara menyuapi satu sendok es krimnya ke mulut Arga.
Arga langsung membuka mulutnya dan memakan es krim dingin itu. Apapun yang berbau stroberi, pasti Arga suka.
Akhirnya satu cup es krim itu habis oleh dua orang dalam sekejap. Rara menatap es krim yang masih utuh di sampingnya. Ia heran, kenapa es krim itu dibiarkan begitu saja.
"Arga yang ini gak dimakan?" tanya Rara.
Arga menggeleng, "biarin aja buat dia," ucap Arga dengan dagu yang digerakan ke samping rara seperti menunjuk seseorang disana.
Dia? Rara menoleh ke kanan dan tak ada siapa-siapa disana. Ia juga menoleh ke sekitarnya, tapi memang hanya ada mereka berdua di perpustakaan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Ficção AdolescenteSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)