Jangan lupa vote dan komentr kalian khusus part ini yaa
Selamat datang di Alkatrix.
***
"jangan emosi. Kita kesini bukan untuk cari ribut ya," ujar Rara mengingatkan Arga.
Arga membalasnya dengan senyuman. Perlahan ia mengetuk pintu coklat itu cukup kencang dan berharap jika si pemilik ini ada disini.
Hari ini Arga dan Rara sengaja berkunjung ke markas Darathon untuk menemui Tristan dan anggita yang lainnya. Tentunya tujuan Arga kesini untuk meminta maaf pada musuhnya. Entahlah mungkin Arga benar-benar telah berubah.
Tidak tunggu lama, pintu itu telah terbuka. Rupanya Tristan sendirilah yang membuka pintu tersebut. Tristan sempat terkejut melihat kedatangan Arga dan Rara ke markasnya. Bukan, bukan, lebih tepatnya ia terkejut karena melihat Arga datang kesini.
"aya naon Ra?" tanya Tristan heran dengan lirikan mata tak suka pada Arga. (ada apa Ra?)
"sebelumnya gue mau minta maaf karena datang kesini tanpa sepengetahuan lo. Ada yang mau gue omongin sama geng lo ini," jelas Rara.
"tentang apa emangnya? Penting?" tanya Tristan lagi.
Rara menganggukkan kepalanya. "penting," jawab Rara.
"terus dia ngapain disini? Ngapain lo ngajak dia kesini Ra?" tanya Tristan terlihat tidak suka.
"ada hal penting yang perlu gue omongin sama lo," ujar Arga.
Tristan menganggukkan kepalanya dan mengajak mereka masuk. Rara dan Arga duduk bersebelahan di sebuah sofa yang berhadapan dengan Tristan. Sedangkan disinipun ada anggota Darathon lain yang menatap Arga tidak suka. Jelas mereka tidak suka, wilayah kekuasaannya di datangi oleh musuh bukan. Namun yasudahlah toh Tristan saja mengizinkan Arga masuk.
"ada hal penting apa?" tanya Tristan to the point.
Sontak Rara menelan salivanya saat mendengar suara dingin Tristan. Ia bisa merasakan aura permusuhan antara kedua laki-laki ini. Sangat tidak nyaman ada di posisi seperti ini.
Arga berdehem sebentar lalu melihat sekelilingnya yang terus memberi tatapan kebencian. Ya Arga menyadari hal itu.
"sebelumya gue kesini bukan untuk nyari keributan. Gue kesini mau minta maaf sama semua anggota Darathon. Gue mau kita damai," ujar Arga.
Trsitan tertawa hambar. "damai lo bilang? Gak punya malu ha?! Setelah apa yag terjadi selama ini lo mau minta maaf gitu aja?! Lo pikir lo siapa disini?!" ujar Tristan.
"gue tau gue bukan siapa-siapa. Gue juga udah salah karena lalai ngawasin anggota gue. Gue gak nyangka kalau Adnan tega ngebunuh Rafael, mantan ketua Darathon. Lo semua juga udah tahu kan alasan dia ngebunuh itu kenapa dan sumber masalah ini semua, gue harap lo ngerti. Dari pihak Rara selaku keluarga Rafael, dia udah maafin Adnan dan Alkatrix. Sekarang tergantung lo dan Darathon. Kalau lo mau bawa ini ke jalur hukum juga gue dan Adnan siap," jelas Arga.
"LO PIKIR INI BISA SELESAI CUMAN PAKAI KATA MAAF AJA?!" teriak Tristan menggebrak meja yang ada di depannya.
Semua orang tampak terkejut akibat teriakan Tristan yang menggema di seluruh ruangan. Wajar saja Tristan tidak terima karena sudah jelas Rafael telah dibunuh oleh manusia bajingan itu.
"korbannya itu bukan cuman lecet-lecet atau patah tulang tapi sampai meninggal! Gue tau ini awal masalah ini adalah dari cewek itu. Cewek itu yang bikin semua kacau dan anggota lo yang udah buta karena cinta sampai tega ngebunuh orang lain. Lo pikir setelah lo minta maaf, Rafael bakal hidup kembali?! Kagak an*jing!" tegas Tristan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKATRIX [COMPLETED]
Teen FictionSolidaritas? Brutal? Teka-teki? Cinta? Perjuangan? Selamat datang di Alkatrix! "Bagi gue gak ada yang namanya kebetulan, semua itu udah direncanakan Tuhan. Termasuk lo Ra," Jaeson Difarga Pratama, sang ketua Alkatrix. Laki-laki labil yang dipenuhi d...
![ALKATRIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/221872854-64-k591258.jpg)