[BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA]
Ini cerita tentang seorang cowok bernama Daffa Alvaro Gavriel, orang-orang memanggilnya Daffa. Ketua utama geng The Regar penguasa dua kota besar, Jakarta dan Bandung. The Most Wanted di SMA Angkasa dan badbo...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Ku hanya diam Menggenggam menahan Segala kerinduan Memanggil namamu Di setiap malam Ingin engkau datang Dan hadir di mimpiku Rindu
Dan bayangmu Akan selalu bersandar di hatiku Janjiku pasti 'kan pulang bersamamu
🎶~Tentang Rindu- Virzha~🎶
Maaf baru bisa update sekarang. Sorry 😔 Akhir-akhir ini banyak banget tugas. Dan tugasnya itu bikin naskah teater sama bikin cerpen. Jadinya aku gak punya waktu untuk up cepat. Tapi akhirnya aku bisa update untuk chapter ini. Untuk yang sudah mau menunggu aku update, thank you banget.
Cahaya matahari masuk kekamar melalui cela-cela korden, membuat Daffa harus membuka matanya.
Daffa bergegas turun dari kasur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Tak lama kemudian Daffa sudah terlihat segar, Daffa keluar dari kamar menuju ruang makan. Ruang makan itu khusus untuk inti Tiger mafia, jadi mereka tak perlu repot-repot memakai topeng. Untuk masalah makanan, maid sudah menyiapkannya dari pagi sebelum tuan-tuannya turun.
Daffa sudah berada di ruang makan dan hanya terdapat Dana sama Melvin.
"Mana yang lain?" Tanya Daffa mendudukan dirinya di kursi.
"Masih di dalam."
Melvio, Arka, dan Rafka datang bersamaan setelah itu mereka makan dengan tenang.
Di tengah waktu mereka makan Rafka menanyakan tentang Kila yang dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya.
"Kila mana?" Tanya Rafka.
"Palingan belum bangun." Jawab Dana
"Gue samperin Kila dulu." Melvin beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar Kila.
Ckel.
Tak ada orang didalam kamar tersebut, bahkan kasur itu sudah rapi.
"Kila."
Melvin mencari Kila dari kamar mandi hingga teras kamar.
"Kila."
"Kenapa, bang?" Melvio yang tadinya mau ke kamar tapi ketemu Abangnya sambil memanggil Kila.