51. BISU

6.8K 292 11
                                        

Berdiam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Berdiam bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Tetapi membicarakan dengan perlahan-lahan itu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah.

-Shafa Alya

Typo dimana-mana :)

Happy Reading 💜💙💚💛

-----------------------------------------------------------

Kini Daffa dan Delia hanya berdiaman selama Daffa mengendarai mobilnya. Hingga mobil yang dikendarai Daffa melewati hutan yang begitu lebat, Delia melihat sekitar hutan yang mereka lewati.

Seram. Itu yang Delia lihat saat memasuki wilayah hutan tersebut. Delia pingin nanya kepada Daffa tapi dia takut dengan sifat Daffa yang tadi tiba-tiba berubah.

Delia menatap kedepan hingga matanya menangkap sebuah mension mewah, bahkan lebih besar dari rumahnya. Delia menoleh kearah Daffa, tapi Daffa hanya menatap kedepan tidak mempedulikan Delia.

Mobil Daffa memasuki wilayah mension itu setelah gerbang mension dibuka oleh penjaga mension.

Mension tersebut punya Daffa, dan tidak ada hubungannya sama Tiger mafia. Dia memang sengaja buat mension ini buat Delia dan dirinya. Dan percayalah mension ini baru jadi sekitar 2 minggu yang lalu.

Mobil Daffa berhenti, Daffa pun keluar dari mobil dan mengelilingi mobil untuk membuka pintu Delia. Daffa menarik tangan Delia tidak kasar tapi tidak halus juga. Delia sempat memberontak tapi dia juga nyerah karena tenaga cowok itu lebih besar dari pada tenaga cewek.

Saat Daffa dan Delia lewat para penjaga maupun maid semua pada hormat. Daffa menghiraukan mereka semua, dan tetap menarik Delia menuju tempat tujuannya.

Sesampainya di ruangan yang pintu bercat hitam, Daffa dan Delia masuk kedalam ruangan tersebut.

Genggaman Daffa lepas. "Ka-kakak mau ngapain?" Gugup Delia berjalan mundur saat Daffa mendekati dirinya.

Duk. Punggung Delia tertabrak tembok membuat dirinya tidak bisa memundurkan langkahnya, Daffa tetap melangkah mendekati Delia. Hingga Daffa tepat didepannya Delia, Delia merasakan detak jantungnya bergerak dengan cepat.

Daffa memeluk Delia erat seperti tidak mau kehilangan. "Lepas, kak." Berontak Delia.

Daffa menghiraukan perkataan Delia yang memberontak karena perbuatannya.

"Kak." Kata Delia lemah.

Daffa melepas pelukan tersebut, dan pergi begitu saja.

Blam.

Pintu tertutup dengan keras, Delia hanya menatap kosong pintu kamar tersebut. Tubuh Delia merosot kebawah dan memeluk lututnya. "Kenapa semua ini terjadi?"

Daffa's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang