Acara amal itu telah usai sejak 2 jam yang lalu. Sekarang, semua anggota Arion berpamitan pulang dan beranjak dari sana berniat mempir ke bacecamp.
"Akhirnya acaranya berjalan lancar. Gue senang banget ketemu sama anak-anak panti didalam."
"Lo mau main lagi kesini?"
"Mau dong. Gue juga nggak tega liat mereka."
"Kalau liat gue, lo tega nggak?"
"Lo ngomong apa sih? Nggak nyambung banget deh."
"Kalau nggak nyambung, lo nyambungin biar jadi nyambung dan bisa nyambungin omongan gue yang nggak nyambung tadi."
Rayina dibuat cengo mendengar ucapan Reygan. Ya, sejak tadi mereka hanya duduk berdua seperti sepasang kekasih. Padahal nggak! Wkwkwk.
"Ck! Semakin lama tinggal sama lo, gue pastiin otak gue bakal karatan," decak cewek itu dengan tampang kesalnya.
"Dan semakin lama juga gue tinggal sama lo, semakin gencar juga gue buat otak lo karatan," jawab Reygan enteng.
"Kok lo nyebelin sih?"
"Siapa?"
"Ya lo lah. Siapa lagi coba?"
"Yang nanya," sambung Reygan tersenyum menang melihat raut kesal cewek itu.
"Lo tau, gue pengen banget cakar wajah songong lo itu." Rayina dibuat geram dengan tingkah Reygan. Jika saja ia cukup kuat, ia pastikan Reygan akan lumpuh di tangannya saat itu juga.
"Cakar aja. Nggak bakal berpengaruh sama wajah tamvan gue."
"Apa lo bilang? Lo tampan? Gue nggak salah dengar kan?"
"Pastinya nggak. Kalaupun lo salah dengar, gue nggak bakal peduli." Kemudian Reygan melangkah menuju mobilnya terparkir.
"Woy, gila lo yah. Lo tuh-"
"Masih mau bacot? Ok, gue tinggalin lo disini!" ucap Reygan sontak membuat cewek itu berlari ke arahnya.
"Sttt... nyebelin banget sih," geruntunya.
"Terus?"
"Lo-"
"Masuk!" titah Reygan tak ingin mendengar protes'an cewek itu.
"Masih nggak mau? Fiks, gue tinggal."
"Gue heran deh sama lo. Tadi aja lo mohon-mohon biar dimaafin. Terus sekarang lo kayak songong banget sama gue. Sebenarnya lo kenapa sih?"
Reygan tak ingin merespon. Sementara itu Rayina dibuat kesal dengan tingkahnya yang kadang baik kadang menyebalkan juga. Beberapa saat kemudian, cowok itu menstarter mobilnya sontak membuat Rayina membulatkan mata dan ngacir begitu saja kedalam mobil.
"Gila lo, gue nggak paham deh sama sikap lo. Kadang baik kayak malaikat, kadang songong kayak setan," tutur Rayina ngos'ngosan mengatur napas.
"Tinggal dipahamin aja," jawab Reygan kelewatan santai.
"Dihhh nyebelin banget jadi orang."
"Tapi lo sayang."
"Nggak. Gue nggak sayang sama orang kayak lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Reygan & Rayina (END)
Ficțiune adolescențiMengisahkan tentang pertemuan dua insan karena suatu insiden yang tak terduga, yang mana insiden itu membuat mereka saling terikat satu sama lain tanpa disadari. "Lo gila hah!" "Maaf..." "Akal sehat lo mana, Rey?" "Gue takut!" Deg... Rayina mendeka...
