22.

383 23 12
                                        

Nampaknya kelas itu terlihat jenuh menghadapi pelajaran yang sedang berlangsung. Baik Reygan maupun teman kelasnya merasa bosan mendengar meteri yang sedang dipaparkan. Bahkan ada beberapa siswa yang tertidur tanpa terkecuali Arkan.

"Baik anak-anak, Bapak akan memberikan kesimpulan terkait pembelajaran kita hari ini. Jadi kesimpulannya, NKRI adalah Negara kita semua," jelas guru berkepala botak itu. Lantas, hal demikian membuat seluruh murid menghembus nafas pasrah.

"Ya iyalah, NKRI  Negara kita. Kalau bukan, pasti kita nggak tau Bahasa Indonesia, nggak bakal tinggal di Indonesia dan yang paling penting kita nggak bakal belajar mengenai Negara Indonesia. Betul nggak teman-teman?" tanya Virgi salah satu murid bar-bar di kelas Reygan. Semua murid mengiyakan perkataan cowok itu.

Merasa bosan, Reygan meraih earphone dan memilih membaca buku Bahasa Inggris yang sudah ia siapkan.

"Bener tuh Pak, emang nggak ada kesimpulan yang lebih spesifik lagi?" tanya Gina, sang ketua kelas.

"Nggak! Pembelajaran kita hari ini kan tentang Negara I-N-D-O-N-E-S-I-A. jadi kesimpulannya ialah Indonesia Negara kita," jawab guru paruh baya itu kental dengan logat Jawanya.

"Pak, kita semua udah tau itu kok. Maksud saya tadi, emang nggak ada kesimpulan yang lebih penting daripada kesimpulan yang udah Bapak sampaikan?" tanya Gina lagi mewakili semua pertanyaan temannya.

"Gimana sih kamu. Kan saya sudah bilang, kesimpulan yang saya sampaikan itu berdasarkan topik yang sudah kita bahas. Atau jangan-jangan kamu nggak dengerin saya pas ngejelasin materi?"

"Mohon maaf yah Pak Selamat terhormat, penjelasan Bapak tadi nggak didengarin sama murid di kelas ini. Karena apa? Karena penjelasan Bapak nggak ada seru-serunya," jawab Gina lancang.

"Gimana caranya biar pelajaran saya jadi seru? Apa perlu saya cium kamu biar kelasnya jadi ramai?" tanya Pak Selamat.

"Mana saya tau, saya kan tempe," celutuk Arkan terbangun dari tidurnya membuat seisi kelas tergelak.

"Ihhh... jangan harap yah, Pak. Kok Bapak mesum banget sih? Bapak itu udah lanjut usia, jadi pikir-pikir buat godain cewek," protes Gina tak terima atas perkataan Pak Selamat.

"Kamu yang mulai kamu juga yang harus mengakhiri. Jangan main-main, jangan main-main," lagi Arkan berteriak mengikuti gaya Istaka, selegram yang sedang Viral di tik-tok.

"Hayuk!!! Palpalipalpali...." sambung yang lain  membuat suasana semakin ricuh.

"STOP!!!"

Tiba-tiba, Pak Selamat berteriak keras menyuruh  seluruh siswanya diam. "Kalian nggak liat saya di depan sini?"

"Maaf Pak nggak liat soalnya mata saya ketutup sama baju," jawab Risko ikut meramaikan suasana.

"Kamu... kamu siapa? Biar saya potong nilai kamu," emosi Pak Selamat menunjuk Risko.

"Saya? Saya calon menantu idaman Mu," jawab Risko kelewatan santai.

Begitulah seterusnya yang terjadi. Kelas yang tadinya dibuat bosan telah menjadi pasar akibat ulah anggotanya. Sampai akhirnya bunyi alarm pulang membuat mereka terpaksa menghentikan semua aksi bodoh itu.

"Sumpah, gue ngakak sama kejadian di kelas," ucap Arkan melangkah menuju parkiran bersama Reygan, Galang dan Risko.

"Bener banget. Kok bisa tuh guru baper sama kita? Idih, geli gue liat ekspresinya," sambung Risko.

Reygan & Rayina (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang