Pembendaharaan Kata dan Keterangan Dialog

5 0 0
                                        

KATA SI A, KATA SI B DAN KATA SI C.

Tahukah kalian kalau pengulangan kata, baik itu deskripsi yang menerangkan Dialog atau pun Deskripsi tempat, kondisi dan lain lain, akan sangat membosankan dan menjemukan kalau terus-terusan dengan kata yang sama.

Dalam Dialog, pengulangan 'kata si A' dan 'ucap si A' adalah yang paling banyak digunakan. Malah sampai-sampai kita malas bacanya, habis baca dialog, deskripsi keterangannya kita skip.

Nah, sebagai penulis kalian harus punya perbendaharaan kata bervariasi. Dan materi kita kali ini adalah Perbendaharaan Kata Keterangan Dialog. Tanya diri kalian sendiri, dalam menulis pasti kalian selalu mengulang-ulang kata-kata itu-itu saja, paling hebat hanya 5-7 kata yang variasinya kalian gunakan.

Yuk kita list, kata keterangan untuk Dialog apa aja sih yang bisa membuat tulisan kalian berwarna versi Bang Rudiyant:

Keterangan Standar:
Kata, Ucap, Ujar, Tanya, Seru, Terang, Desis, Desah, Gumam, Gerutu, Cetus, Celetuk, Hardik, Bentak, Sentak, Batin dan lain lain

Keterangan Variatif:
Kalimat menerangkan ini hanya dilakukan para penulis profesional yang mengabaikan kata keterangan penulisan standar diatas.
Contoh:
"Bukan aku yang melakukannya!" sambil berlalu Kosim menggelengkan kepalanya.

"Bukan aku yang melakukannya!" aku Kosim tegas.

"Bukan aku yang melakukannya!" sebuah gelengan mengakhiri kalimat Kosim.

"Bukan aku yang melakukannya!" suara Kosim mendesah pelan, seolah dia bicara pada dirinya sendiri.

"Bukan aku yang melakukannya!" Kosim membatin sambil menatap tidak percaya.

"Bukan aku yang melakukannya!" tanpa menghiraukan keadaan Kosim membahayakan suaranya hingga semua terdiam.

"Bukan aku yang melakukannya!" tolak Kosim sambil tersenyu kecut.

"Bukan aku yang melakukannya!" satu gebrakan meja langsung membuat Kosim menjadi pusat perhatian.

Variasi Keterangan Dialog
Coba kalian pahami, untuk satu dialog saja, saya pribadi bisa menuliskan puluhan bahkan mungkin ratusan keterangan yang berbeda.

Hal inilah yang mau saya sampaikan di Materi kali ini, JANGAN HANYA fokus dengan kalimat keterangan Standar saja, yang itu-itu saja.

Kalimat lain, kalimat apa pun, bisa kalian buat keterangan bervariatifnya, cobalah terus berlatih dan mencoba.

Kegagalan Penulis Pemula biasanya di Perbendaharaan kata dan penyampaian deskripsi.

Pembaca bosan, penulis pun langsung di cap AMATIR, jangankan menikmati keseruan cerita, membaca penyampaiannya saja sudah bosan.

CONTOH:
Lalu dia masuk ke kamarnya, dia membuka laci tempat dia meletakan buku hariannya. Dia ambil dan dia baca, kemudian dia diam, dia berpikir sejenak sampai dia benar-benar yakin bahwa temannya itu sudah menjahatinya. Dia harus menyusun strategi untuk bisa mengalahkannya. Dia .. Dia..dia lagi dan dia....

BANDINGKAN DENGAN INI:
Dia masuk ke kamarnya, lalu dibuka laci tempat buku harian itu tersimpan. Dibaca sejenak, barulah kesadaran menghampiri bahwa orang itu telah berlaku jahat. Dan hanya strategi itu yang bisa dipergunakan untuk mengalahkannya.

Coba amati perbedaan kalimat diatas, pembaca akan menilai kalau yang satu ditulis penulis profesional, sedangkan yang satunya amatir.

Ingat, PENGULANGAN KATA membuat novel kita menjemukan. Namun menyebutkan kata pengganti yang itu-itu saja juga bukan sebuah kesalahan, hanya saja tingkat pembaca menjadi jenuh.

Sama, MENYEBUTKAN NAMA si tokoh pun, bikin bacaan kurang enak. Mentang-mentang tokohnya namanya Mira. Eh.. Jangan Mira.. Amir aja deh, mentang-mentang tokohnya namanya Amir. Tiap paragraf. Amir terus yang disebut.

CONTOH:
Lalu Amir masuk ke kamarnya, Amir membuka laci tempat dia meletakan buku hariannya. Amir ambil dan Amir baca, kemudian Amir diam, Amir berpikir sejenak sampai Amir benar-benar yakin bahwa temannya itu sudah menjahatinya. Amir harus menyusun strategi untuk bisa mengalahkannya. Amir .. Amir.. Amir lagi dan Amir....

BANDINGKAN DENGAN INI:
Lalu Amir masuk ke kamarnya, dia membuka laci tempatnya meletakan buku harian itu. Pemuda yang selalu memakai topi merah itu pun  mengambil dan membacanya, kemudian mengatuprapatkan mulutnya diam membisu, kekasih Mira ini berpikir sejenak sampai benar-benar yakin bahwa temannya itu sudah menjahati dirinya. Sang juara catur ini harus menyusun strategi untuk bisa mengalahkannya.

Nah, dengan paragraf yang sama, namun ada informasi terselubung yang disampaikan. Tanpa sadar, si pembaca mulai dikenalkan kepada tokoh ini dalam balutan permasalahannya.

Artinya, si Amir itu remaja yang selalu pakai topi, juara catur dan kekasih dari Mira.

Pembaca yang mungkin sudah mulai lupa tokoh ini, jadi ingat lagi.
Oh.. Dia yang ini nih, yang begini.. Dan ini..

Begitu pula dalam percakapan. Ampun.. Hasil tulisan kalian itu sama sekali tidak kreatif deh, pembaca pasti bosan.
Setiap percakapan, selalunya kata dia.. Gumam dia.. Ujar dia..dia..dia..dia lagi...

Nah, cobalah ganti... Kata kekasih Mira. Ujar si pemuda bertopi. Desis sang juara catur.

Oke, mengerti ya di materi kali ini, coba kalian inovasi bagaimana penggunaan kata dia, dia dan dia ....

Sumber: KPNT 0209

Celengan Pengetahuan 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang