Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam kawan-kawanku tercinta. Kali ini kita akan membahas tentang kehidupan yang monoton.
Kita mulai dari yang paling dasar dulu. Di sini tema yang kita angkat adalah sebuah pertanyaan klise yang mungkin dirasakan oleh semua orang. Terlebih jika kejenuhan sudah dirasa. Tentang hidup yang monoton. Menurut mas Freddy Setya, untuk mengatasi persoalan-persoalan ini bagaimana?
Nah, merasa hidup monoton dan begitu² saja?
Biasanya rata2 yang saya temui di lapangan dan juga melakukan survey, kebanyakan mereka menikmati hal yang sama dalam waktu yang relatif lama tanpa adanya suatu pembaharuan.
Seperti halnya kita hari ini yang biasanya melakukan rutinitas seperti biasanya, namun karena menyebarkan wabah terkait virus covid-19, yang tadi santai atau kurang peduli terhadap kebersihan kemudian segalanya dilakukan untuk menanggulanginya. Kondisi demikian kita sebut Panic Zone.
Kondisi Panic Zone yang membuat melakukan perubahan2 yang tidak biasa dilakukan atau malas melalukan menjadi hal yang wajib dilakukan.
Rata2 kelabakan dan banyak muncul ketakutan2 karena kondisi yang tidak pernah dialami sebelumnya.
Itu sekilas saja, kita masuk kepada materi sebenarnya:
Mengapa Hidup Kita Biasa² Saja???
Atau biasanya kok gue rasanya tidak ada kemajuan atau perkembangan yang signifikan yah?
Kawan, perlu kita sadari ketika kita mengalami hal itu sebenarnya kita perlu risau. Serius, kenapa itu perlu?
Sebab kita sedang berada pada kondisi Comfort Zone yang tanpa kita sadari itu menurunkan tingkat produktifitas dan juga kualitas kita.
Mari kita lihat diagram berikut ini:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rata² mereka yang mengalami zona tersebut biasanya mulai malas dengan perubahan yang ketika dilakukan itu membuat hidup dan kehidupannya jauh lebih baik.
Namun, karena merasa aman dan semua terkendali, akhirnya mengabaikan saran atau cuek dan masa bodoh dengan keadaan.
Pernah menjadi pribadi demikian?
Seperti yang kita alami saat ini, kondisi beberapa kota sedang lock down karena wabah merabaknya virus covid-19.
Yang dimana kita biasanya mungkin kurang menjaga kebersihan dan kesehatan serta hidup jauh dari kondisi yang sehat. Akhirnya kondisi yang membuat kita hidup bersih dan justru dipaksa bukan kesadaran diri sendiri.
Maka, benar sebuah nasihat:
"Perubahan itu pasti, kalo bukan kita yang berubah, maka keadaanlah yang akan mengubahnya."
So, perubahan itu tantangan diri untuk melawan ketakutan diri untuk menuju lebih baik yakni kita sama² belajar dan bertumbuh.
Mulailah aktivitas kita dan buatlah target² kecil dalam hidup kita sebagaimana diagram yang saya kutip dari sebuah situs.
Langkah Untuk Menjadi Pribadi Produktif Dan Bermanfaat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saya dulu pernah satu pelatihan bersama pendiri Pondok IT, Pak Rulli Indrawan. Saya banyak belajar dari beliau untuk terus menjadi produktif.
Sekian, dari saya terlepas dari banyak kurang dan lebihnya. Bila itu lebihnya pada kebaikan maka silakan diamalkan. Bila itu keburukan, maka abaikan dan perbaikilah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
1. Banyak masalah membuat kondisi psikis tidak baik meningkat atau kondisi disstress istilahnya, dimana tekanan banyak dan belum ketemu jalan keluarnya.
Sehingga kalo resiko buruknya biasa tidak bisa mengatasi bisa depresi dan buruk bila pelampiasan pada hal negatif terus jadi kecanduan.
Mengatasinya biasakan menjaga wudhu dan tilawah meskipun hanya selembar setiap hari. Kemudian konsumsi buah yang memiliki anti oksidan tinggi.
Kemudian, sering2 share dan diskusi untuk meminta solusi atau bila tidak mampu bisa meminta bantuan.
Kalo yang dilakukan itu bertingkah gila membahayakan lebih baik dihindari.
2. Type copier bisa menyimpulkan ini darimana?
Tuntutan itu bisa baik kalo kita menganggapnya sebagai tantangan untuk dihadapi dan dilampaui karena kalo kita bisa atasi kita bisa naik level seperti halnya ujian hidup.
Copier dalam artian menirukan apa yang dilihatnya.
3. Manusia hakikatnya makhluk dimana dia terus belajar dan terus menghamba pada Sang Khaliq dan taat akan perintah-Nya dan Jauhi Larangan-Nya.