Self Editing

6 0 0
                                        

Assalamualaikum teman-teman. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk semua. Semoga dalam keadaan baik dan sehat, ya. Aamiin.

Terima kasih untuk owner grup KPP-CS, para moderator, dan Kak Noffy yang mengundang saya untuk mengobrol seputar self editing.

Ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Namun, kalau sudah kenal jangan ditendang, ya. Perkenalkan saya Titin Akhiroh. Kegiatan sehari-hari yakni mengajar bimbel matematika dan IPA untuk anak SMP di rumah. Baik reguler maupun privol (privat online). Selain itu juga bekerja sebagai penyunting naskah di tiga penerbitan. Kebetulan saya punya hobi membaca dan mendengarkan musik rock. Agak nggak nyambung sebenarnya, ya. Akan tetapi, dari hobi itulah saya jadi sering mendapatkan ide untuk menulis.

Awal kali masuk dunia literasi itu sekitar pertengahan 2018. Waktu itu untuk pertama kali, saya masuk menjadi anggota KBM dan berani posting tulisan di depan umum. Meskipun saat itu masih belum paham betul tentang kaidah kepenulisan dan lain-lain. Hanya modal percaya diri dan menulis doang. Mengeluarkan unek-unek demi menjaga kewarasan. Sampai akhirnya, perlahan tetapi pasti mulai menyukai literasi.

Lalu, dengan basic seperti itu, kenapa bisa jadi penyunting naskah? Karena tidak ada yang mustahil di dunia ini, jika kita memiliki kemauan untuk belajar. Saya masih ingat betul bagaimana keras, susahnya belajar literasi, dan panjangnya proses untuk bisa sampai di titik ini. Bahkan sampai detik ini pun saya masih berproses untuk bisa menjadi lebih baik. Intinya, jangan lelah untuk belajar dan berproses. Mari kita berproses bersama melalui seminar ini!

Oke, mungkin sudah pada enek atau mual lihat perkenalanku yang terlalu panjang. Pasti sudah tak sabar menyimak sedikit sharing dari saya.

SELF EDITING

Self Editing adalah proses yang dilakukan seorang penulis setelah merampungkan cerita atau tulisannya. Proses ini sangat penting. Karena dengan melakukan self editing, penulis dapat meminimalisir kesalahan. Paling tidak, dengan melalui tahapan ini, penulis sedikit merasa percaya diri sebelum naskahnya masuk meja editor.

Mungkin ada yang akan bertanya seperti ini, kalau penulis harus melakukan self editing, apa fungsinya ada editor?
Jadi begini, editor memang akan menyunting naskah yang hendak diterbitkan, tetapi mereka akan menilai atau memberi masukan dari sudut pandang mereka agar tulisan menjadi menarik. Namun, balik lagi, yang benar-benar tahu detail cerita tentu saja penulis, 'kan? Ibaratnya, penulis itu dewa untuk tulisannya sendiri, jadi tahu luar dalam cerita. Sementara itu, editor bukan cenayang yang bisa menyeragamkan isi kepala dengan penulis. Nah, untuk itu, agar naskah menjadi ciamik sebelum masuk meja editor, alangkah baiknya jika penulis melakukan self editing.

Terkadang, ada beberapa penulis merasa bahwa tulisannya sudah bagus dan layak untuk diterbitkan. Saran saya, jangan langsung merasa jatuh cinta pada draft pertama tulisan kita. Kenapa? Karena ini akan membuat penulis enggan untuk memperbaiki atau parahnya sulit menerima masukan dari kekurangan naskah tersebut. Adakalanya penulis perlu memposisikan diri sebagai ‘pembaca kritis' atau ‘algojo’ untuk tulisan sendiri. Ini penting, sebab penulis akan mengetahui titik lemah tulisan, dan timbul hasrat untuk menyempurnakan tulisan.

Sebelum kita masuk materi inti, tidak salahnya kita tahu dulu apa saja tahapan dalam self editing. Untuk tahapan self editing sendiri ada dua macam, yakni:
1. Self editing mikro, menyangkut segi teknis berupa kesalahan pengetikan dan EYD, serta membetulkan dan menyempurnakan kalimat (penggunaan kalimat efektif).

2. Self editing makro. Proses ini akan memakan waktu cukup panjang karena menyangkut jalan cerita, logika cerita, perkembangan tokoh dari masa ke masa(linimasa), plot, narasi, dialog, tempo cerita, karakter, setting.

Jadi, sudah siap masuk ke pembahasan self editing? Kalau siap, mari kita bahas setiap tahapan terlebih dahulu.

1.Tahap self editing mikro
Untuk tahapan ini, mau tidak mau penulis harus memperdalam PUEBI dan KBBI. Ini langkah wajib sebab pembaca akan cenderung menikmati tulisan yang rapi, mengalir, dan minim typo. Akan timbul kekesalan jika pembaca akan membaca sebuah karya dengan susunan kalimat yang berbelit(mbulet), tata bahasa semrawut, atau kalimat dan bahasa yang belepotan.

Celengan Pengetahuan 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang