Bagian 6 [KOLOR DORAEMON]

3.7K 253 23
                                        

Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.

Dua puluh menit di perjalanan sekarang mobil Reygan sudah sampai di area SMA Wiramandala

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dua puluh menit di perjalanan sekarang mobil Reygan sudah sampai di area SMA Wiramandala.

"Belajar yang bener jangan mikirin cowok mulu," pesan Reygan.

"Iya Abang."

"Yaudah sana."

"Ye ngusir," desis Aliesha. Aliesha mencium punggung tangan Abangnya.

"Assalamu'alaikum," salam Aliesha.

"Wa'alaikumussalam," jawab Reygan.

Aliesha turun dari mobil Reygan. Senyuman lebar selalu tercetak di bibir gadis itu. Tak lupa juga dengan kotak makanan yang ada di jinjingannya. Saat berjalan di parkiran perhatian Aliesha tertuju pada deru motor yang baru saja memparkirkan motornya.

Lima inti Olethros baru saja memarkirkan motor hitam mereka di tempat parkir khusus untuk mereka.

"Yeah kebetulan banget Aldrich dateng," seru Aliesha.

Tanpa menunggu lagi Aliesha berlari kecil menuju Aldrich yang sedang melepaskan helmnya.

"Aldrich!" panggil Aliesha dengan teriak.

Ke lima lelaki itu menolehkan kepalanya ke arah Aliesha. "Pawang nya si Bos dah dateng tuh," ucap Madava.

"Hari ini bawa apalagi tuh bocah?" tanya Fadgham.

"Selamat pagi Aldrich, selamat pagi semuanya," sapa Aliesha kepada lima lelaki itu.

"Sapaan khusus mana Sha?" tanya Madava.

"Oh iya lupa," kata Aliesha. "Selamat pagi Aldrich ganteng calon masa depan gue," lanjutnya. Aldrich berdehem menanggapinya.

"Nih gue bawain lo sarapan kaya kemarin, SESUAI DENGAN PERMINTAAN LO MALEM," ucap Aliesha dengan menekankan di kata terakhirnya.

Madava, Fadgham dan Isaac kompak membulatkan matanya tak percaya. Sedangkan Aldrich dan Axelle hanya diam mendengarnya.

"Permintaan malem?! maksudnya apa nih?" sindir Madava.

"Waduh apa yang terjadi malem," celetuk Fadgham.

"Gas aja Al ga usah gengsi lagi," timpal Isaac.

Aldrich(END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang