[Di harapkan follow sebelum membaca]
___________
"Kenapa lo bisa suka sama gue? Dan terus terus deketin gue?,padahal gue ga pernah gubris lo?," tanyanya.
"Gue ga punya alasan buat suka sama lo Al, perasaan ini hadir tanpa di minta," jawab Aliesha...
Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mau ngapain kalian?" tanya Aliesha.
Maudy dan kedua anteknya kini sedang berdiri di hadapan Aliesha menghalangi jalannya. Maudy menatapnya sinis begitupun dengan kedua temannya. Tiba-tiba saja Clara dan Lydia menarik kedua tangan Aliesha.
"Ngapain lo tarik-tarik tangan gue? Lepasin gak!"
"Gue akan kasih lo pembelajaran biar lo kapok!" desus Maudy.
Clara dan Lydia membawa Aliesha keluar toilet secara paksa, Aliesha sudah berusaha kuat untuk melepaskan tangan Clara dan Lydia dari dirinya, tapi tidak bisa. Tak ada yang menolongnya karena toilet kali ini benar-benar sepi.
Maudy membawa Aliesha ke kolam renang indoor, dengan kasar Aliesha di dorong hingga terjatuh. Wanita itu duduk bersimpuh tepat di pinggir kolam.
"Gue tau ya lo itu gak bisa renang kan?" tanya Maudy seraya tersenyum miring bak iblis. "Apa jadinya kalau gue ceburin lo ke kolam yang tinggi itu."
Dada Aliesha sudah sesak kala melihat kolam renang yang luas dan dalam di depannya. Napasnya tersengal, tubuhnya bergetar hebat, Maudy telah membangunkan trauma pada diri Aliesha.
Jujur saja sebenernya Aliesha takut akan kolam renang dan Laut, karena melihatnya membuat dirinya teringat akan kejadian orang tuanya. Kecuali saat ia melihat danau bersama Aldrich, justru danau itu malah menenangkan baginya.
"Jangan Mau ... " mohon Aliesha.
"Kalau gue gak peduli gimana?"
"J-jangan Mau, g-gue takut ..." lirih Aliesha. "K-kenapa lo lakuin ini ke gue?"
"Karena gue benci sama lo! Lo itu serakah, deketin Aldrich dan Reiden sekali gus. Dan gue tambah benci lagi lo selalu ngelawan gue!"
"Sekarang gue seneng bisa liat lo ketakutan kaya gini." Maudy tersenyum seperti iblis.
"Dan gue tambah seneng liat lo tenggelam di sana."
Wajah Aliesha sudah pucat karena ketakutan, bahkan tetesan air mata pun sudah berhasil keluar dari mata wanita itu. Sungguh, ini mengingatkannya pada kejadian yang melimpah orang tuanya.
"J-jangan Mau... G-gue mohon... "
Byuuur
Dengan sekali dorong tubuh Aliesha berhasil masuk pada kolam renang yang kedalamannya sedada Aliesha.
"Mampus lo!" ucap Maudy puas.
"T-tolong ... T-tolong ..."
Tangan Aliesha terus melambai-lambai ke permukaan air. Ia berusaha untuk naik ke permukaan. Air masuk ke dalam mulut dan hidupnya membuat dia susah bernapas.