[Di harapkan follow sebelum membaca]
___________
"Kenapa lo bisa suka sama gue? Dan terus terus deketin gue?,padahal gue ga pernah gubris lo?," tanyanya.
"Gue ga punya alasan buat suka sama lo Al, perasaan ini hadir tanpa di minta," jawab Aliesha...
Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiin...
Suara klakson motor terdengar tiba-tiba kala Aliesha sedang menunggu jemputan nya di depan gerbang sekolah. Aliesha sudah hafal siapa pemilik motor sport hitam ini. Pengguna motor itu mengangkat kaca helmnya, menampilkan bagian mata dan alisnya yang tebal.
"Naik," titah Aldrich.
Aliesha agak tercekat dengan perkataan Aldrich. Ada angin apa Aldrich mengajaknya pulang bersama. Biasanya kan kalau Aliesha minta nebeng Aldrich selalu nolak.
"Ngapain bengong, cepetan naik," titah Aldrich lagi.
"Al lo sadar kan?"
"Sadar lah, emang lo kira gue mabok?"
"Ya aneh aja lo ajak gue pulang bareng biasanya kan gue minta aja lo selalu nolak."
"Ya udah naik aja kali. Buruan!"
Aliesha naik ke atas motor itu. "Lo ga bakal bunuh gue kan?" tanya Aliesha.
"Lo kira gue sejahat itu. Nih lo pake helmnya," ucap Aldrich sambil memberikan sebuah helm.
Gue ajak lo pulang bareng karena gue gak mau liat lo makin deket sama Reidenbatin Aldrich.
Setelah memastikan Aliesha memakai helm nya dengan aman Aldrich melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan kencang, sampai membuat Aliesha refleks memeluk perut Aldrich. Saat Aliesha ingin melepaskan pelukannya Aldrich malah menahannya.
"Pegangan gue bakalan ngebut!" ucap Aldrich dengan suara yang lumayan tinggi supaya Aliesha mendengarnya.
Aliesha senyum malu-malu di belakangnya, rona merah tampak di kedua pipi wanita itu, tak mau menyiakan suasana ini Aliesha semakin mempererat pelukannya. Begitu juga Aldrich lelaki itu tersenyum tipis di balik helm full facenya.
Aliesha melongo ketika Aldrich memberhentikan motornya di depan sebuah kedai bakso di pinggir jalan.
"Kok ke sini sih Al?" tanyanya.
"Makan dulu, gue laper. Gapapa kan makan di tempat kaya gini?"
"Ga papa lah emang kenapa kalau makan di tempat kaya gini?"