[Di harapkan follow sebelum membaca]
___________
"Kenapa lo bisa suka sama gue? Dan terus terus deketin gue?,padahal gue ga pernah gubris lo?," tanyanya.
"Gue ga punya alasan buat suka sama lo Al, perasaan ini hadir tanpa di minta," jawab Aliesha...
Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam minggu, dimana malam yang biasanya di pakai untuk berpacaran oleh para pasangan di Indonesia, tapi tidak dengan Aliesha dan Aldrich. Mereka berdua hanya diam sendirian dengan kegiatannya masing-masing.
Aliesha malam ini hanya diam di dalam kamarnya sambil memandang langit malam dari balkon kamarnya. Gadis dengan memakai celana di atas lutut dan kaos longgar polos itu duduk meringkuk di atas bantal besarnya.
Pikirannya masih di penuhi dengan moment saat di tangga bersama Aldrich tadi. Aliesha tersenyum malu saat bayangan saat ia berciuman terpampang jelas.
"Masih gak nyangka gue bisa ciuman sama Al," beonya.
"Itu kan ciuman pertama gue."
"Aarghh! Kenapa gue kepikiran terus sih!"
Drtdrt
Ponsel Aliesha bergetar mambuat perhatiannya teralihkan. Panggilan telpon itu berasal dari Reygan yang kini sedang berada di London. Dengan antusias dan rasa kangen yang menggebu-gebu tanpa menunggu lama lagi Aliesha segera mengangkat telpon itu.
"Hallo Bang?! Ya ampun Bang Shasha kangen banget, kemana aja sih bang Shasha kangen banget tau, Abang kapan pulang?" cerocos Aliesha begitu sambungan terhubung.
Reygan terkekeh ringan dari jauh sana.
"Langsung nyamber aja kamu, kangen banget ya sama Abang?"
"Ya iyalah! Pake nanya lagi! Shasha kangen banget sama Bang Rey, Bang cepet pulang dong ..." rengek Aliesha.
"Iya Sha beberapa hari lagi Abang pulang. Abang juga kangen sama kamu."
Tanpa Aliesha sadari satu tetes air mata meluncur begitu saja dari matanya. Suara isakan terdengar pelan pada telinganya Reygan lewat telpon itu.
"Sha kamu nangis? Kamu kenapa? Ada yang jahatin kamu? Bilang sama Abang!"
"Bukan, Shasha cuma seneng aja dengar suara Abang, udah lama Shasha ga dengar suara Abang," ucap Aliesha di sela isakan nya.
"Abang juga seneng banget dengar suara kamu lagi, maaf ya Abang sibuk banget sampe gak sempet angkat telpon kamu."