[Di harapkan follow sebelum membaca]
___________
"Kenapa lo bisa suka sama gue? Dan terus terus deketin gue?,padahal gue ga pernah gubris lo?," tanyanya.
"Gue ga punya alasan buat suka sama lo Al, perasaan ini hadir tanpa di minta," jawab Aliesha...
Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini SMA Wira mandala di hebohkan dengan beritanya pengeroyokan yang terjadi pada Kevin anggota Olethros sekaligus murid di sekolah itu. Banyak informasi yang terpajang di mading sekolah.
Keramaian di mading sekolah membuat Aliesha yang baru saja datang penasaran. Aliesha menerobos kerumunan itu. Gadis itu memicingkan matanya membaca informasi yang tertera di sana.
Aliesha perlahan mundur setelah membaca informasi itu. Perasaan khawatir akan Aldrich hadir dalam hati Aliesha. Ia tahu persis Aldrich pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karena ia berpikir tak becus sebagai seorang ketua.
Melihat kedatangan Ke empat Inti Olethros Aliesha langsung berlari ke arah mereka dan bertanya.
"Aldrich mana?" tanyanya dengan nada cemas.
"Kemana lagi kalau bukan rooftop," jawab Madava.
Aliesha berdecak pelan. Buru-buru Aliesha berlari menuju rooftop. Ia menaiki satu per satu anak tangga sambil berlari. Sampai di rooftopAliesha berhenti sejenak menstabilkan deru napasnya. Perempuan itu berjalan menghampiri Aldrich yang berdiri di pinggir dengan sebatang rokok di tangannya.
"Gue hapal lo, lo pasti di sini," celetuk Aliesha. Aldrich membuang rokoknya dan tak lupa menginjaknya.
"Ngapain?" tanya Aldrich dengan nada dingin.
"Temenin lo," jawab Aliesha dengan pandangan lurus ke depan memandang pemandangan kota.
"Ga perlu, gue ga butuh di temenin."
"Biarin, gue tetep di sini karena ini keinginan gue," kekeh Aliesha.
"Terserah."
Diam sejenak, Aliesha dan Aldrich sama sibuk menatap ke depan.
"Lo itu ketua ga seharusnya lo ngerasa lemah kaya gini," ucap Aliesha. "Gue tau lo ngerasa bersalah karena anggota lo terluka, tapi ini bukan kesalahan lo, dia itu terluka karena udah takdirnya."
"Ga usah sok tau."
Aliesha menoleh ke samping. "Gue bukannya sok tau, gue cuma ngasih tau."
"Udah ya Al, stop nyalahin diri lo karena masalah ini."
Aliesha menajamkan penglihatannya ketika melihat tangan Aldrich yang sedikit terluka. Aliesha tanpa izin menarik tangan Aldrich, di lihatnya luka itu secara teliti.