Bagian 29 [MANTU IDAMAN]

3.3K 196 1
                                        

Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.

JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.

 JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aliesha sudah bertempur di dapur sejak jam 6 pagi. Kembali ke aktivitas rutinan Aliesha, yaitu membuat sarapan spesial untuk Aldrich yang kini sudah berubah status menjadi pacar Aliesha. Hari ini Aliesha akan membuat ayam teriyaki resep Mamahnya dulu.

"Non butuh bantuan Bibi gak?" Bi Eneng menawarkan untuk membantu Aliesha.

"Ga usah Bi, bentar lagi udah selesai kok."

"Ooh ya udah atuh kalau gitu, Bibi ke depan ya mau nyapu."

Saat Aliesha sedang memasak suara langkah Reygan yang menuruni tangga terdengar. Lelaki itu sudah rapih dengan pakaian kantor, di satu tangannya terdapat koper. Semalam Reygan bilang, selama seminggu atau bahkan lebih Reygan akan berada di London untuk kepentingan pekerjaan.

"Udah mau berangkat Bang?" tanya Aliesha.

"Iya, pesawat Abang terbangnya jam tujuh pagi."

"Lagi masak apa?" tanya Reygan.

"Ayam teriyaki, buat pacar." Aliesha menjawab dengan sedikit menyinggung di kata pacar.

"Hmm, iya deh yang udah jadi pacar," goda Reygan sambil mencubit hidung Aliesha.

Reygan melirik jam di tangannya, jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. "Ya udah ya Abang berangkat. Inget ya jangan macem-macem di sini, jangan kelayapan malem-malem, kalau ada apa-apa telpon Abang," cerocos Reygan pada Aliesha.

"Iya Abang bawel."

"Inget ya kalau ada apa-apa langsung telpon, jangan nakal, apalagi sampe bawa Al atau cowok manapun malem-malem."

"Iya Bang Reygan yang tampan dan berwibawa."

"Ya udah Abang berangkat. Assalamualaikum."

Mang Juned masuk untuk membantu Reygan membawa kopernya. Reygan pergi setelah mengecup kening adiknya, dan setelah Aliesha mencium punggung tangan Reygan. Aliesha menatap kepergian Reygan yang sudah menghilang di balik pintu, wanita itu menghela napas pelan. Aliesha pasti akan merindukan Reygan.

Aliesha kembali fokus pada makanan yang sedang di masaknya itu. Setalah dua puluh menit mengoseng ayam teriyaki itu, kini seporsi ayam teriyaki lengkap dengan nasinya sudah tersaji di dalam kotak bekal.

Aliesha melepas apronnya. Ia memasukkan bekal itu pada totebag yang sering di pakainya untuk membawa bekal. Setelah itu ia membuka ponsel yang tergeletak di meja makan.

Bismillah suami🐒

Al, lo udah jalan?
Gue udah siap nih
Buruan dong jemput nanti telat

Aldrich(END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang