[Di harapkan follow sebelum membaca]
___________
"Kenapa lo bisa suka sama gue? Dan terus terus deketin gue?,padahal gue ga pernah gubris lo?," tanyanya.
"Gue ga punya alasan buat suka sama lo Al, perasaan ini hadir tanpa di minta," jawab Aliesha...
Hai, selamat membaca cerita ku. Jangan mengharap lebih dengan tulisanku, tulisan masih amatiran hehe.
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AKU YA BIAR GA KETINGGALAN KALAU NANTI AKU UPDATE. JANGAN LUPA JUGA BUAT TEKAN TOMBOL BINTANG DI SETIAP PART, DAN COMENT NYA BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Rey gue punya informasi yang penting buat lo," ucap Salah satu teman Reygan yang bernama Vito. Vito adalah teman satu kampus sekaligus manager di perusahaan milik keluarga Reygan. Kini Reygan dan Vito sedang berbincang-bincang di ruangan Reygan.
"Informasi apa?"
"Soal kematian orang tua lo."
Seketika mata Reygan melotot. Pundaknya naik turun. Reygan paling benci jika membahas tentang kematian orang tuanya. Ia sudah lama untuk berusaha melupakan semua kejadian di hari itu. Hari yang apabila ia ingat hanya akan menimbulkan amarah, sedih, dan menyesal.
"Stop bahas tentang kematian orang tua gue!" sentak Reygan.
"Rey! Lo harus ungkap semuanya!"
"Gue udah ga mau bahas dan selidiki itu lagi Vit! Udah lama gue coba buat lupain kejadian hari itu! Gue gak mau mengingat hari itu lagi!"
"Oke gue ngerti lo masih menyesal Rey. Tapi senggaknya lo pikirin adik lo, Aliesha. Apa lo rela ngeliat orang yang udah bunuh orang tuanya senang-senang di atas trauma nya Aliesha."
Pundak Reygan menurun seiring dengan helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya. Ia memijat pelipisnya yang sekitar terasa pening. Benar juga apa yang di katakan, ia tak akan rela melihat Aliesha yang masih memeliki trauma karena hari itu sedangkan orang yang menyebabkan trauma nya malah sama sekali tak merasa bersalah.
"Rey come on lo harus tangkap orang itu."
"Emangnya lo tau siapa orang itu?"
"Gue tau. Selama ini tanpa sepengetahuan lo gue selidiki kasus ini sendirian, karena gue yakin kematian orang tua lo itu memang pembunuhan berencana di lakukan seseorang. Dan sekarang gue udah tau siapa orang di balik Ini semua."
Kening Reygan berkerut. "Siapa?"
Vito menunjukkan foto orang tersebut, orang yang diduga telah membunuh orang tua Reygan dan Aliesha.
"D-dia?"
"Iya. Saingan bisnis bokap lo dulu. Gue udah selidiki semuanya dan gue yakin dia orangnya."
Brak Reygan menggebrak meja kantornya dengan kencang, ternyata selama ini orang yang sudah menjadi rekan kerja perusahaannya dulunya adalah saingan bisnis Papahnya dan orang di balik kematian orang tuanya.
"Bangsat! Selama ini dia jadi rekan kerja gue padahal dia yang udah bunuh Bokap dan nyokap gue!"