Renita akhirnya berhasil menyelinap keluar dari aula hotel dan kembali ke kamarnya. Dia memang berharap lolos seleksi putri mahkota, tapi pesta perayaan yang diadakan keluarganya sungguh berlebihan. Ia masih lolos sebagai salah satu dari lima kandidat, bukan dinobatkan sebagai putri mahkota.
Namun ayahnya punya pemikiran lain. Orang yang tidak pernah peduli padanya itu tiba-tiba saja berubah sifat hingga membuat Renita merasa tidak nyaman. Ayahnya membuat pesta besar-besaran yang diadakan di hotel untuk merayakan terpilihnya Renita sebagai kandidat putri mahkota.
Renita baru saja membaringkan badannya di tempat tidur saat ponselnya berbunyi. Ia menerima telpon itu dengan kesal.
"Oii kenapa pemeran utama pesta ini malah tidak ada? Apa tidak masalah jika perhatian orang-orang beralih padaku?"
Setelah mendengar ucapan dari lawan bicarannya, Renita mengakhiri panggilan lalu menggeram kesal. Ia segera bangkit dari tempat tidur untuk kembali ke aula.
Memang Renita tidak suka dengan pesta, tapi dia tidak rela jika pesta yang diselenggarakan untuknya berubah menjadi ajang temu fans Sekar. Ketika dia memasuki ruangan, seperti ucapan di telepon, Sekar dikelilingi oleh tamu-tamu yang masih tergolong muda.
Renita merapikan rambut dan ikat pinggang kebayanya lalu berjalan mendatangi Sekar. Orang-orang yang mengelilingi Sekar secara alami memberikan jalan pada Renita untuk berhadapan langsung dengan Sekar.
"Selamat datang di pesta sederhana keluarga Gunawangsa." Ucap Renita sambil berdiri tegak dan ekspresi tenang.
Sekar menghampiri Renita lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman, "Oh Please, Jika ini tergolong sederhana, aku tidak bisa membayangkan bagaimana pesta megahnya. Apa tidak masalah membuang-buang uang untuk acara seperti ini?"
"Apa maksudmu dengan acara seperti ini?" Respon Renita sambil bersalaman.
Sekar tersenyum sambil memberi isyarat ke sekeliling ruangan, "Tahukan, perayaan terpilih menjadi kandidat lima besar putri mahkota?!"
Renita tertawa kecil, "Untuk orang yang merasa perayaan ini berlebihan bukankah kamu terlalalu menikmati pesta ini?"
Orang-orang di sekeliling mereka berbisik-bisik mendengar percakapan antara Renita dan Sekar. Mereka berdua saling pandang dengan ekspresi serius. Sekar mendekatkan kepalanya untuk berbisik di telinga Renita.
"Aku bosan bersaing denganmu, tapi jujur saja diantara para kandidat hanya kamulah yang perlu diperhatikan." bisik Sekar.
Renita tidak tinggal diam, "Jangan tegang begitu, kita harus bertemu kandidat lain dulu baru menentukan mana kandidat yang perlu diperhatikan. Tapi khusus untuk teman lama, aku akan selalu menganggapmu lawan yang berat."
Mereka berdua menjauhkan diri, lalu memasang senyum profesional. "Silahkan nikmati pestanya, aku harus menemui tamu lain." Tambah Renita sambil berjalan pergi.
Bukan rahasia lagi kalau hubungan Sekar dan Renita tidak sepenuhnya baik, tapi hubungan keduanya tidak bisa dibilang buruk juga. Mereka berdua sama-sama perempuan dengan jiwa kompetisi yang tinggi dan perlu pengakuan orang lain. Pada akhirnya keduanya sama-sama meraih prestasi di bidang yang berbeda dan membuat hubungan keduanya membaik. Sekar yang sudah mulai memantapkan karir di bidang akting, dan Renita yang baru menyelesaikan studinya dan digadang akan melanjutkan salah satu bisnis keluarga.
Hubungan itu sepertinya akan kembali menegang sejak keduanya sama sama menjadi kandidat putri mahkota. Mereka berdua akhirnya mulai bersinggungan lagi. Renita merasa kehadiran Sekar membawa sial karena berkat Sekar, dia tidak bisa kabur dari pesta itu.
Keadaan semakin memburuk saat dua kakak laki-laki Renita berjalan mendekatinya. Dika kakak tertuanya tersenyum sumringah pada Renita. "Well, well, well, bukankah ini calon putri mahkota kita?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Privilege [END]
Ficção HistóricaWARNING: JANGAN LOMPAT KE CHAPTER BONUS JIKA TIDAK INGIN KENA MAJOR SPOILER! Kara tidak mengikuti seleksi untuk menjadi putri mahkota. Tapi, betapa terkejutnya dia ketika tahu kalau dia dipilih langsung oleh Putra Mahkota dan menjadi kandidat nomor...
![Privilege [END]](https://img.wattpad.com/cover/285559710-64-k957546.jpg)