[Eksklusif] Kandidat Putri Mahkota nomor dua, Sekar mengundurkan diri!
Pagi ini seluruh negeri dikejutkan dengan kabar pengunduran diri kandidat nomor dua Sekar Ayu Ningsih. Berdasarkan informasi resmi dari Keraton, Sekar sudah mengajukan pengunduran diri seminggu sebelumnya dengan alasan kesehatan. Sekar setuju untuk menyelesaikan proyek pengajuan titah aturan sebelum pengunduran diri. Berkat kerja kerasnya, ide Sekar yang menginginkan para pelaku kekerasan seksual dan pedofil untuk dihukum mati akan masuk dalam agenda pembahasan titah aturan berikutnya.
Sekar yang merupakan aktris dan penyanyi terpilih menjadi salah satu kandidat putri mahkota yang berkesempatan untuk mengikuti proses pelatihan di Keraton bersama empat kandidat lainnya. Sejak terpilih menjadi kandidat putri mahkota, Sekar cukup lama hiatus dari karirnya. Pihak manajemen artis menyatakan kalau Sekar akan beristirahat sementara untuk pemulihan kesehatannya. Durasi hiatus masih tidak dipastikan, tetapi pihak manajemen akan segera memberi pernyataan resmi mengenai durasi hiatus tersebut ketika Sekar sudah memutuskan.
Pengunduran diri Sekar yang mendadak mengundang tanya dan juga asumsi publik bahwa dialah gadis yang terlibat skandal bersama laki-laki sebulan lalu. Dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya kabar lanjutan dari original poster berita yang mengklaim meilhat salah satu kandidat dengan laki-laki lain. Jadi apakah Sekar adalah perempuan dalam skandal tersebut?
***
Kara menikmati waktu liburannya. Setelah proyek titah aturan selesai, para kandidat sepakat untuk mengambil jatah liburan mereka secara bersamaan. Renita, Eka dan Lita sudah pulang, sedangkan Kara masih tertinggal di Keraton karena malas pulang. Ia tak punya teman di sini yang bisa dikunjungi atau diajak untuk main. Renita sudah menawarinya untuk ikut pulang dengannya tetapi Kara menolak dengan sopan.
Mbok Kinan masuk ke kamar saat Kara bermalas-malasan di kamarnya. Ia melihat Kara lalu menghembuskan napas. "Apa kamu tidak pulang ke rumah?"
Kara duduk untuk menghadap mbok Kinan, ia menggelengkan kepala. "Mbok Kinan cari saya?"
Dayangnya mengangguk, "Seseorang khawatir kamu di sini sendirian dan menyuruh mbok untuk mengecek kamu." Jawab Mbok Kinan sambil tersenyum penuh makna.
Kara tersenyum kecil, "Memangnya saya anak kecil?"
Mbok Kinan hanya menaikkan pundak. "Setidaknya pergilah keluar. Ibu sudah memintakan izin pada Dayang Riani kalau kamu mau main keluar keraton. Tapi kalau kamu keluar ajak Dayang lain ya, Ibu tidak cocok kalau jalan-jalan dengan anak muda." Mbok Kinan mengelus kepala Kara sekilas sebelum akhirnya keluar kamar.
Kara menganggukkan kepala sambil tersenyum. Momen ketika Mbok Kinan menutup pintunya dari luar ia segera membaringkan badan lagi di kasur.
Ia baru saja berniat bermalas-malasan lagi ketika teringat harus melakukan sesuatu. Kara meraih ponselnya untuk mengirim pesan pada orang tersebut. Ia kemudian langsung beranjak dari tempat tidur untuk bersiap.
Sekitar satu jam kemudian, Kara akhirnya keluar dari paviliun tempat tinggal kandidat. Ia langsung berjalan menuju taman tengah Keraton tempat dia menangis dulu. Ia duduk di bangku yang sama. Raga sudah mengawasi dari jauh, setelah Kara mengatakan akan bertemu seseorang.
Tidak lama setelah itu orang yang ditunggu akhirnya sampai. Peter datang sambil membawa sebotol minuman dingin. Ia memberikan satu botol pada Kara sambil mendudukkan diri di bangku.
Kara membuka botol itu lalu meminum isinya, "How are you?" Tanyanya tenang.
"I'm Good." Jawab Peter tenang.
"Jadi, kenapa kamu mengajakku bertemu?" Tanya Peter saat suasana hening.
"Aku punya permintaan." Gumam Kara pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Privilege [END]
Ficción históricaWARNING: JANGAN LOMPAT KE CHAPTER BONUS JIKA TIDAK INGIN KENA MAJOR SPOILER! Kara tidak mengikuti seleksi untuk menjadi putri mahkota. Tapi, betapa terkejutnya dia ketika tahu kalau dia dipilih langsung oleh Putra Mahkota dan menjadi kandidat nomor...
![Privilege [END]](https://img.wattpad.com/cover/285559710-64-k957546.jpg)