"Ide yang saya presentasikan saat ini lebih ke pelampiasan perasaan pribadi saya sendiri." Ujar Sekar.
"Saya ingin para pelaku kekerasan seksual dan pedofilia diberi hukuman mati. Alasannya sederhana, karena para korban terlalu jijik untuk bertemu pelaku. Apalagi sanksi sosial untuk para pelaku masih kurang di kerajaan kita."
Dita sempat mengalihkan pandangan ke sisi panggung tempat duduk para kandidat, entah kenapa di sana terlihat sedang ada masalah hingga mereka saling bergerumbul dan membicarakan sesuatu. Kerumunan kandidat itu mendadak kembali tenang lagi saat mereka mengalihkan pandangan pada Sekar yang menangis.
Dita menangkupkan kedua tangannya menyimak dengan serius. Sekar menceritakan bagaimana rasanya saat dia mendapat pelecehan seksual saat dia masih SMP. Ia mendapat perlakuan itu dari pamannya sendiri.
Suasana Audiensi menjadi lebih hening dari sebelumnya. "Hal yang paling menyakitkan dari pelecehan seksual oleh keluarga sendiri adalah harus hidup dengan trauma itu sambil melihat pelaku beraktivitas normal."
Sekar menyeka air matanya, "Saya tidak akan banyak bicara. Saya percaya semua orang yang ada di sini cukup pintar untuk menilai bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan. Meskipun nanti dewan akan berdepat lagi di rapat lanjutan, tapi saya yakin semua orang di sini setuju bahwa pengajuan aturan 'Hukuman mati untuk pelaku pelecehan seksual dan pedofilia' akan lulus untuk masuk dalam agenda rapat dewan untuk titah aturan berikutnya."
Dita merasa terkesan dengan presentasi yang disajikan oleh Sekar. Ia melirik ke arah ibunya, dan melihat setitik air mata mengalir dari sisi mata ibunya. Dita lalu memberikan tisu pada ibunya.
Sekar mengakhiri presentasinya dengan mengucapkan, "Saya yakin orang-orang yang ada di sini peduli pada orang-orang terdekat sehingga tidak mau orang yang disayangi menjadi korban."
Kalimat penutup itu memojokkan audiensi dengan makna tersirat. Jika ada orang yang tidak setuju dengan pendapat Sekar, maka sama saja mereka tidak sayang pada keluarganya.
Setelah Sekar selesai, Dayang Riani naik ke panggung dengan ekpresi masih ragu dan sesekali melirik ke arah Kara. Kara menganggukkan kepala mempersilahkan sehingga Dayang Riani segera melanjutkan proses acara. Seperti dugaan Sekar, dominasi audiensi setuju untuk meloloskan ide Sekar untuk dibahas di rapat dewan.
Dayang Riani menutup presentasi itu lalu memanggil kandidat berikutnya. Dita dan Sekar sempat bertemu pandang, gadis itu memberinya tatapan datar lalu turun dari panggung dan langsung keluar ruangan. Beberapa dayang dan penjaga pribadi Sekar langsung mengikuti. Mereka terlihat bingung.
Sementara itu kandidat lain hanya memandang Sekar yang berjalan mejauh. Kara terlihat bingung dan panik tetapi dia tidak mengikuti Sekar yang absen dari acara sepenuhnya.
Presentasi terus berlanjut. Sejujurnya Dita tidak menyangka kalau kandidat dapat mengajukan isu isu sensitif yang ada di kerajaan. Eksekusi mereka sudah bagus dan dapat meyakinkan para dewan yang hadir untuk menyetujui ide-ide itu. Lita yang mengajukan aturan untuk membela hak hak penderita HIV AIDS dan Eka yang mengajukan diberlakukannya pendidikan seks di sekolah mendapat lampu hijau dari dewan.
Kini tinggal Kara yang harus presentasi. Ia dan Dayang Riani terlihat membicarakan sesuatu dengan serius sampai akhirnya Kara naik sambil membawa spidol dan mikrofon saja. Tampilan slide show LCD akhirnya dimatikan.
Ia berdiri di tengah panggung dan diam. Ekspresinya bingung dan panik. Kara menatap ke arah Dita dengan ekspresi murung dan memelas lalu mengalihkan pandangannya pada audiensi.
"Nama saya Kartika, kandidat nomor lima. Melalui kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan bahwa, karena suatu hal, saya tidak bisa lagi mempresentasikan materi saya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Privilege [END]
Fiksi SejarahWARNING: JANGAN LOMPAT KE CHAPTER BONUS JIKA TIDAK INGIN KENA MAJOR SPOILER! Kara tidak mengikuti seleksi untuk menjadi putri mahkota. Tapi, betapa terkejutnya dia ketika tahu kalau dia dipilih langsung oleh Putra Mahkota dan menjadi kandidat nomor...
![Privilege [END]](https://img.wattpad.com/cover/285559710-64-k957546.jpg)