Skandal kencan kandidat putri mahkota tidak surut walaupun waktu sudah berlalu hampir dua minggu setelah skandal itu tersebar. Banyak orang yang masih menebak-nebak siapakan kandidat yang melakukan itu hingga ada survey dan diskusi daring untuk menebak siapa kandidat dalam skandal itu. Keadaan semakin parah dengan adanya orang-orang yang mengaku sebagai teman dari seorang kandidat untuk meningkatkan kredibilitasnya.
Hubungan antar kandidat perlahan merenggang karena orang-orang yang tidak bersalah, merasa dirugikan atas skandal ini. Semua nama kandidat terseret dan dijadikan bahan diskusi oleh masyarakat.
Mereka semua menjadi lebih individualis dan mengurangi percakapan satu sama lain. Dayang Riani juga sudah menyampaikan pada mereka, akan ada sesi interogasi untuk setiap kandidat dengan harapan menyelesaikan masalah ini.
"Dayang Riani, apa saya boleh mengadakan diskusi bersama mengenai tugas presentasi kami?" Tanya Renita pada Dayang Riani yang sedang berada di kantor tempatnya bekerja.
Dayang Riani menghembuskan napas, "Kami tidak pernah membatasi kandidat dalam proyek Titah Aturan, jadi kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau."
Renita mengigit bibirnya, "Masalahnya, semua kandidat jadi lebih individualis sejak skandal hari itu. Mereka tidak akan menuruti omongan saya. Jadi bisakah anda menolong saya, untuk yah ... menyuruh mereka berpartisipasi dalam diskusi ini."
"Apa diskusi ini sangat perlu dilakukan sampai kamu minta tolong ke saya?"
Renita mengangguk, "Walaupun tidak terlihat, tapi selama saya di sini, saya merasa punya teman atau mungkin bisa dibilang kolega? Saya tidak rela jika skandal picisan seperti ini bisa menghancurkan hubungan kami."
Dayang Riani menatap Renita sejenak, kemudian beranjak berdiri dari kursinya. "Aku hanya bisa membantu untuk menyuruh kalian semua diskusi bersama, sisanya kamu yang atur sendiri."
Renita mengangguk dengan antusias. "Terima kasih."
Mereka berdua kemudian berjalan menuju paviliun tempat tinggal para kandidat. Jadwal para kandidat sudah selesai hari itu, sehingga kebanyakan dari mereka beristirahat di kamar masing-masing. Dayang Riani mengirimkan pesan di grup untuk berkumpul di ruang tamu saat itu juga. Para kandidat perlahan mulai berdatangan. Kebanyakan dari mereka memasang ekspresi kesal dan malas.
Renita sudah duduk di sebelah Dayang Riani. Semua kandidat pelan-pelan mulai duduk. Setelah mereka berkumpul Dayang Riani akhirnya angkat bicara. "Untuk proyek titah aturan, kalian silahkan saling berdiskusi dan mengerjakannya bersamaan. Luangkan waktu setidaknya dua jam untuk diskusi bersama tiap harinya."
Mereka semua terlihat tidak menyukai gagasan itu, tetapi Dayang Riani segera memberi mereka tatapan serius, "Saya paham kalian semua merasa kecewa dan kesal gara-gara skandal itu karena nama semua orang di sini terseret ke dalamnya. Tetapi, kalian tidak boleh lupa tujuan kalian di sini adalah untuk berpartisipasi dalam seleksi. Lalu tugas presentasi pengajuan titah aturan harus kalian tanggapi dengan serius. Akan ada banyak pejabat, dan golongan berpengaruh di Kerajaan ini yang datang. Jadi, saya minta tolong untuk mengesampingkan perasaan dan bersikap profesional."
Renita mengamati mereka semua lalu angkat bicara, "Sebenarnya aku yang minta tolong pada Dayang Riani untuk menyuruh kalian karena sebenarnya aku yang ingin berdiskusi. Tapi, ayolah kita adakan diskusi bersama, karena proyek titah aturan ini tidak main-main. Kapan lagi orang seperti kita bisa mengajukan sebuah aturan untuk disahkan kalau tidak sekarang?! Mari kita gunakan kesempatan ini untuk benar-benar mengajukan aturan yang mewakili masyarakat please."
Kara menjawab, "Aku setuju."
Eka menganggukkan kepala, "Baiklah."
Lita dan Sekar memandang Dayang Riani dan Renita bergantian lalu keduanya mengangguk. Renita tersenyum puas setelah mendapat respon dari para kandidat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Privilege [END]
Historical FictionWARNING: JANGAN LOMPAT KE CHAPTER BONUS JIKA TIDAK INGIN KENA MAJOR SPOILER! Kara tidak mengikuti seleksi untuk menjadi putri mahkota. Tapi, betapa terkejutnya dia ketika tahu kalau dia dipilih langsung oleh Putra Mahkota dan menjadi kandidat nomor...
![Privilege [END]](https://img.wattpad.com/cover/285559710-64-k957546.jpg)