Rev 9 des
Rev 2 (16/03/26)
Happy eid teman-teman!
Tadinya aku mau publish ini tuh pas malam takbiran, cuma belum selesai, makanya sekarang deh
98% alur di ubah
💐💐
Happy Reading
•
•
•
A few days before…
Alejandro Dante Mateo Castillo-Vargas duduk di ruang interogasi yang dingin. Hanya ada dengungan halus dari lampu di atas kepala dan suara detik jam yang terdengar samar dari dinding, menciptakan keheningan yang menekan.
Alex duduk di kursi logam, kedua tangannya terikat di atas paha. Sejak tadi, tatapannya kosong, jatuh ke lantai tanpa bergerak sedikit pun, seperti orang yang pikirannya berada jauh dari ruangan itu.
Penangkapannya terjadi dini hari. Saat itu, ia dan Elìas sudah bersiap untuk terbang kembali ke Kolombia. Namun kesalahan kecil yang ia buat menjadi celah besar bagi polisi. Alex memilih berangkat dari Toronto, bukan Quebec seperti rencana awal. Keputusan itu membuat pergerakannya lebih mudah dilacak, hingga akhirnya ia ditangkap di bandara sebelum sempat pergi.
Juàn telah lebih dulu ditahan dan diinterogasi. Dari kesaksiannya, polisi menemukan banyak hal. DNA yang ditemukan di apartemen dan di sekitar danau, terbukti milik Alex, dan sebagian lainnya milik Elìas.
Tak hanya itu, Juàn juga mengaku bahwa selama beberapa bulan terakhir ia menyamar sebagai Eric, atas perintah Alex. Ia dibayar empat ribu dolar Kanada, jumlah yang baginya cukup untuk bertahan hidup beberapa bulan di Montreal.
Di hadapan polisi, Juàn juga membuka lebih jauh tentang Alex. Ia menyebut bahwa Alex terlibat dengan sebuah kelompok di Kolombia, bukan sekadar geng biasa, melainkan jaringan yang cukup dikenal.
Alex bahkan pernah ditangkap di Meksiko saat melakukan transaksi bersama Elìas dan beberapa orang lainnya. Namun saat itu, ia berhasil lolos berkat bantuan paman Juàn, yang juga memiliki pengaruh dalam lingkaran yang sama. Dari situlah hubungan mereka bermula.
Selama di Kanada, tepatnya di Montreal, Juàn hidup sendiri tanpa siapa-siapa. Kondisi finansialnya yang buruk membuatnya tak punya banyak pilihan. Ketika tawaran itu datang, ia menerimanya tanpa banyak pertimbangan.
Namun saat polisi menanyakan motif di balik semua ini, Juàn hanya menggeleng. Ia mengaku tidak tahu. Alex hanya memberinya perintah menyamar sebagai Eric, keluar masuk apartemen, agar orang-orang di sekitar percaya bahwa Eric masih hidup.
Sempat ada jeda dalam rencana itu. Juàn pulang ke Meksiko selama beberapa minggu karena ibunya sakit. Dalam waktu itu, apartemen Eric terbengkalai. Bau menyengat mulai tercium hingga akhirnya memicu kecurigaan para tetangga.
Ketika kembali, Juàn sempat meminta bayaran lebih untuk melanjutkan perannya. Namun Alex menolak. Dari situlah, Juàn memilih berhenti dan menetap lagi di Montreal.
Kini, di seberang meja, seorang detektif duduk dengan map tebal terbuka di hadapannya. Kertas-kertas di dalam tersusun rapi dan beberapa foto terlihat setengah tertutup.
Sejak awal dibawa masuk ke ruangan ini, Alex tak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memilih diam, membiarkan waktu berjalan tanpa melawan.
Detektif itu akhirnya membuka salah satu halaman, lalu mendorongnya pelan. Foto-foto itu kini terlihat jelas di atas meja, gambar apartemen, garis polisi, bercak darah yang telah mengering, dan sisi danau yang tampak tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Teen FictionFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
