Rev 2 des
Rev 2 (11/03/26)
98% alur di ubah
🍉🍉
Happy Reading
•
•
•
Perjalanan panjang akhirnya membawa Rain dan Mino sampai di Bandar Udara Internasional Pearson, Toronto. Tubuh mereka terasa lelah setelah perjalanan yang memakan waktu lebih dari dua puluh empat jam. Seharusnya perjalanan itu tidak selama ini, namun ketika transit di Doha pesawat mereka mengalami delay cukup lama, membuat waktu menunggu terasa semakin melelahkan.
Sekarang Rain berdiri di area pick up zone, bersama Mino di sampingnya. Ia menunggu Bernand dan Andra datang menjemput. Sejak tadi, ponselnya beberapa kali berbunyi karena pesan dari Andra. Gadis itu menanyakan keadaan Rain, bertanya ia sudah sampai di mana, juga memastikan bagaimana perjalanan mereka.
Awalnya Andra bahkan seperti tidak percaya Rain benar-benar datang. Ia masih ingat bagaimana kemarin Agra menelepon Bernand dengan marah besar, sampai mengancam akan segera mengurus perceraian Rain dan Nichol. Karena itu Andra sempat berpikir Rain pasti tidak akan mau lagi menemui mereka, apalagi Nichol. Namun kenyataannya, perempuan itu tetap datang jauh-jauh ke Kanada.
Tak lama kemudian, sebuah Range Rover Autobiography berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka. Mobil itu melambat sebelum akhirnya berhenti di jalur penjemputan. Dari pantulan kaca depan yang samar, Rain bisa melihat dua sosok di dalamnya. Bernand duduk di kursi pengemudi, sementara Andra berada di kursi penumpang. Keduanya turun hampir bersamaan.
Belum sempat Rain atau Mino mengatakan apa-apa, Bernand sudah berjalan cepat ke arah mereka. Tanpa ragu ia langsung meraih Rain dan memeluk menantunya itu dengan sangat erat.
Jantung Rain seketika berdebar kencang. Tangannya sempat menggantung di sisi tubuh, kaku dan tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ini adalah pertama kalinya Bernand memeluknya seperti itu. Selama ini pria tersebut selalu bersikap baik dan hangat, tetapi tidak pernah sampai sedekat ini. Rain sendiri tidak terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu darinya.
“Maafin Papa ya, sayang. Maafin Nichol juga,” bisik Bernand pelan di dekat kepalanya.
Entah kenapa, kalimat tersebut langsung membuat mata Rain terasa panas. Air mulai menggenang di pelupuknya. Perlahan, tangannya terangkat dan membalas pelukan itu meskipun masih terasa kaku.
“Anak Papa udah ngecewain keluarga Rain. Papa gak tau Nichol bisa lakuin ini. Papa juga kaget… selama ini Nichol gak pernah cerita apa-apa sama kita.”
Beberapa langkah di belakang mereka, Andra dan Mino hanya bisa berdiri memperhatikan. Mino bahkan sempat mengeluarkan ponselnya dan diam-diam mengambil foto, lalu mengirimkannya kepada Agra sebagai bukti bahwa mereka sudah benar-benar sampai di Kanada.
“Kita masih belum tau semua kejadiannya,” lanjut Bernand pelan setelah sedikit melonggarkan pelukannya. “Nichol belum mau cerita lebih jauh. Tapi Papa janji sama Rain, Papa gak akan biarin masalah ini bertahan lama. Papa akan buat semuanya aman.”
Rain tidak tahu harus mengatakan apa. Ia hanya diam di dalam pelukan Bernand, membiarkan pria itu memeluknya lebih lama. Setelah beberapa detik, Bernand akhirnya melepas dekapan tersebut. Ia menatap Rain sebentar, lalu tersenyum kecil meski wajahnya masih terlihat lelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
NICHOL: Under The Maple Rain
Teen FictionFOLLOW SEBELUM MEMBACA! Memilih untuk menerima perjodohan yang Eyangnya lakukan, Rain pikir semua akan kembali normal dan masalahnya dapat teratasi. Rain tak pernah tahu, tindakan yang ia ambil akan berakhir menyedihkan. Rain memutuskan untuk meni...
